Linkkoe My Id

Linkkoe My Id
Menu
Linkkoe My Id

bubur manado, jagung manis, ubi merah,resep masakan sehari-hari,Food,resep masakan rumahan,



Food: Resep Bubur Manado Jagung Manis Ubi Merah


Bahan Bubur Manado Jagung Manis Ubi Merah:



  • 1 mangkuk nasi (lebih cepat membuatnya daripada dimulai dengan beras)
  • 1 jagung manis, disisir/dipipil
  • 1 ubi merah, kupas, potong kotak
  • ¼ labu kuning/waluh yang tidak terlalu besar,potong kecil
  • 1 batang serai geprek
  • 1 ikat kangkung (atau daun gedi), petik pilih yang muda
  • 1 ikat bayam merah, petik pilih yg muda
  • 1 ikat kemangi


Bumbu halus Bubur Manado Jagung Manis Ubi Merah:



2 siung bawang putih

2 siung bawang merah

2 buah kemiri

Garam, lada secukupnya.


Taburan: Abon ikan




Cara Membuat Bubur Manado Jagung Manis Ubi Merah


1. Bumbu halus diulek hingga benar-benar halus

2. Buat bubur dari nasi : tuang air mendidih ke dalam panci berisi nasi hingga batas air 1 ruas jari di atas nasi. Terus diaduk sambil dimasak, jangan sampai gosong. Biar air mulai susut dan bubur belum terbentuk, tambahkan lagi airnya.

3. Masukkan bumbu halus, jagung manis, ubi merah, labu kuning, dan serai.

4. Jika akan disajikan, angkat serainya, buang. Masukkan kangkung dan bayam merah sebentar.

5. Sajikan bubur dalam mangkuk, beri kemangi dan taburi dengan 1-2 sendok makan abon ikan.



Catatan:

Hindari ikan asin, abon ikan jauh lebih sehat ketimbang ikan asin goreng. Apabila hanya ingin membuat 1 porsi, kangkung dan bayam merah ambil secukupnya untuk dimasukkan ke bubur. Sisa bubur bisa disimpan, dihangatkan lagi jika ingin dimakan dan dibubuhi kangkung dan bayam sisanya yang masih segar

Food: Resep Bubur Manado Jagung Manis Ubi Merah Bahan Bubur Manado Jagung Manis Ubi Merah: 1 mangkuk nasi (lebih cepat membuatnya daripada d...
Admin Jumat, 24 September 2021
Linkkoe My Id

resep masakan sehari-hari,resep sup kentang brokoli,Food,resep masakan rumahan



Food: Resep Sup Kentang Dan Brokoli


Ketiga adalah sup kentang dan brokoli. Brokoli sangat baik bagi tubuh kita, resep sup brokoli kentang ini sangat cocok disajikan dalam cuaca dingin. Langsung saja mama lihat resepnya.


Bahan-bahan Sup Kentang dan Brokoli:



- 150 gr brokoli, dipetiki per kuntum

- 200 gr kentang, dipotong kotak

- 2 tangkai daun seledri, ikat

- 1 buah tomat merah, dipotong-potong

- 1 batang daun bawang, diiris halus

- 1 sendok teh kecap manis

- 1 liter kaldu ayam



Bumbu Halus  Sup Kentang dan Brokoli:


- 4 butir bawang merah, digoreng

- 3 siung bawang putih, digoreng

- 1/2 sdt ebi, diseduh, digoreng

- 1/2 sdt merica hitam

- 1/2 sdt gula pasir

- 1 1/4 sdt garam


Cara Membuat Sup Kentang dan Brokoli :


  1. Didihkan kaldu ayam, masukkan bumbu halus dan daun seledri. Masak hingga tercium aroma harum.
  2. Masukkan brokoli dan kentang. Masak hingga setengah matang.
  3. Masukkan kecap manis, tomat, serta daun bawang. Aduk hingga rata dan masak hingga matang.
  4. Untuk 5 porsi

Food: Resep Sup Kentang Dan Brokoli Ketiga adalah sup kentang dan brokoli. Brokoli sangat baik bagi tubuh kita, resep sup brokoli kentang in...
Admin Kamis, 23 September 2021
Linkkoe My Id

resep masakan sehari-hari,resep sayur pare cumi asin,Food,resep masakan rumahan,



Food: Resep Masakan Sayur Pare dengan Cumi Asin


Resep sayur mayur kedua adalah resep masakan sayur pare dengan cumi asin. Cumi asin ini bisa mama ganti dengan ebi ataupun ikan asin/teri medan. Pare atau paria bagi sebagian mungkin mempunyai rasa yang pahit, namun justru disitulah kenikmatannya. Bagi mama atau anggota keluarga yang tidak menyukai rasa pahitnya, mama bisa mencuci pare dengan rendaman air garam sambil mama remas-remas, kemudian bilas memakai air bersih. Resep Tumis Pare dengan Cumi Asin bisa mama sajikan untuk semua anggota keluarga


Bahan-bahan Sayur Pare dengan Cumi Asin :



- 2 buah (300 gram) pare, dibelah 2, buang bijinya, iris tipis.

- 5 buah cumi asin, seduh lalu iris-iris

- 3 cm lengkuas

- 2 lbr daun salam

- 1 buah tomat, dipotong-potong

- 1/2 sdt garam

- 1/4 sdt kaldu ayam bubuk

- 150 ml air

- 2 sdm minyak untuk menumis




Bumbu Cincang Sayur Pare dengan Cumi Asin:



- 3 siung bawang putih

- 5 butir bawang merah

- 4 buah merah keriting





Cara membuat Sayur Pare dengan Cumi Asin:

  1. Remas-remas pare yang sudah diiris dengan 1 sendok makan garam hingga setengah layu. Cuci bersih.
  2. Panaskan minyak. Lalu tumis bumbu cincang, lengkuas dan juga daun salam hingga harum. 
  3. Tambahkan cumi asin dengan tomat. Aduk kembali.
  4. Masukkan pare. Aduk hingga rata.
  5. Masukkan garam, gula pasir, kaldu ayam bubuk, dan juga air. Aduk kembali hingga matang dan semua bumbu meresap.
  6. Untuk 5 porsi

Food: Resep Masakan Sayur Pare dengan Cumi Asin Resep sayur mayur kedua adalah resep masakan sayur pare dengan cumi asin. Cumi asin ini bisa...
Admin
Linkkoe My Id

resep masakan sehari-hari,resep sayur labu telur puyuh,Food,resep masakan rumahan



Food: Resep Masakan Sayur Labu dengan Telur Puyuh


Bahan-bahan Sayur Labu dengan Telur Puyuh:



- 100 gr wortel, potong seperti korek

- 100 gr labu kuning, potong seperti korek

- 100 gr labu siam, potong seperti korek

- 100 gr kol, potong kotak

- 12 butir telur puyuh rebus

- 2 cm lengkuas, mama memarkan

- 2 lbr daun salam

- 1/2 sdm gula merah sisir

- 3 1/4 sdt garam

- 5 buah belimbing wuluh, dipotong bulat 1 cm

- 1 liter santan dari 1 butir kelapa

- 1 sdm air asam dari 1 sdt asam jawa dan 2 sdm air

- 1 sdt ebi, seduh, sangrai, haluskan



Bumbu Bakar Halus Sayur Labu dengan Telur Puyuh:



- 3 buah cabai merah keriting

- 4 buah cabai merah besar

- 6 siung bawang putih

- 10 buah bawang merah

- 2 cm kunyit


Cara membuat sayur labu dengan telur puyuh :

  1. Rebus terlebih dahulu santan, bumbu bakar halus, lengkuas, daun salam, gula merah.
  2. Tambahkan garam dan merica bubuk, rebus hingga mendidih.
  3. Tambahkan labu kuning. Masak hingga empuk. Masukkan wortel, labu siam, dan juga kacang panjang. Masak hingga mendidih.
  4. Masukkan telur puyuh yang sudah dikupas, kol, belimbing wuluh, serta air asam. Masak kembali hingga matang.
  5. Untuk 5 porsi


Resep masakan sayur labu dengan telur puyuh diatas cukup cepat di buat, da juga bahan-bahannya banyak tersedia. Resep sayur mayur kedua adalah resep masakan sayur pare dengan cumi asin. Cumi asin ini bisa mama ganti dengan ebi ataupun ikan asin/teri medan.

Pare atau paria bagi sebagian mungkin mempunyai rasa yang pahit, namun justru disitulah kenikmatannya. Bagi mama atau anggota keluarga yang tidak menyukai rasa pahitnya, mama bisa mencuci pare dengan rendaman air garam sambil mama remas-remas, kemudian bilas memakai air bersih.

Food: Resep Masakan Sayur Labu dengan Telur Puyuh Bahan-bahan Sayur Labu dengan Telur Puyuh: - 100 gr wortel, potong seperti korek - 100...
Admin
Linkkoe My Id

malware,hacker,Tekno,peretas,malware ransomware,perangkat keras,ransomware,tips teknologi,



Agar Perangkat Keras Tetap Aman dari Malware Ransomware


Beberapa tahun terakhir, peretas atau hacker, semakin fokus pada organisasi dengan ransomware. Namun, itu tidak berarti pengguna individu bisa merasa bebas karena mereka pun dapat terpengaruh, bahkan secara tidak sengaja.

Ransomware merupakan malware yang menargetkan perangkat keras untuk memperoleh informasi berharga pengguna (seperti dokumen, gambar, dan basi data) dan mengenkripsi semua yang ditemukannya, kemudian mengunci file tersebut. Selanjutnya, akan menampilkan pesan yang menuntut pembayaran untuk memulihkan dan mengembalikan data.

Lalu bagaimana agar perangkat keras tetap aman dari malware ransomware? Berikut tips dari perusahaan keamanan siber Kaspersky:

1. Dianjurkan Selalu membuat back-up

Disarankan selalu menyimpan file dan dokumen penting secara teratur ke penyimpanan cloud dan ke hard drive eksternal. Pemilik juga dapat mencadangkan foto seminggu sekali atau bahkan setiap bulan, tapi pastikan untuk mencadangkan dokumen penting terkini setiap beberapa hari atau bahkan setiap hari.

Selain itu, jangan pernah menunda untuk membuat cadangan data penting. Memiliki cadangan sebelum terjadi serangan merupakan tindakan paling tepat dalam mencegah serangan malware ransomware.

Agar cadangan data dapat berhasil, jangan lupa beberapa aturan penting, yakni hubungkan hard drive backup hanya saat menulis atau membaca dari hard drive tersebut. Setiap drive yang terhubung ke komputer pada saat serangan ransomware juga akan dienkripsi.

Juga lindungi akses ke penyimpanan cloud dengan kata sandi yang kuat dan otentikasi dua faktor.

2. Waspada terhadap pesan masuk

Lampiran email dan situs web yang terinfeksi adalah tempat persembunyian paling umum untuk malware ransomware, jadi perlakukan semua email dan pesan tak terduga sebagai sumber bahaya potensial. Apa yang membuat sebuah pesan mencurigakan? Ini adalah area abu-abu, membutuhkan pertimbangan dan penilaian cermat.

Selain itu, pastikan tahu siapa pengirimnya. Perlakukan konten, lampiran, dan tautan dalam email dari pengirim asing dengan sangat skeptis. Ini juga berlaku untuk pesan di aplikasi perpesanan, jejaring sosial, dan forum online manapun.

Jika memiliki masalah, asingkan pesan ke folder spam, terutama jika meminta pembayaran yang tidak terduga. Untuk lebih jarang menemukan pesan seperti itu, konfigurasikan pemfilteran spam dan pemindaian lalu lintas email dalam solusi keamanan.

Jika menerima tautan atau file mencurigakan dari seseorang yang dikenal, hubungi terlebih dulu mereka melalui telepon atau dalam format lain, karena bisa jadi akun atau email mereka telah disusupi.

3. Hindari mengunjungi web mencurigakan

Tidak sebatas pada tautan dalam email saja, para pelaku kejahatan siber menggunakan serangkaian trik yang hebat untuk memanipulasi korban agar mengunduh malware.

Jika saat mengklik banner dan situs web tidak terduga muncul, atau layar meminta mengunduh sesuatu, segera tutup halaman tersebut. Skema itu sudah hampir dipastikan dapat menginfeksi perangkat keras.


4. Perbarui software tepat waktu

Untuk menembus perangkat keras pengguna, para hacker kerap mengeksploitasi kerentanan yang telah ditambal oleh pengembang. Siapa pun yang tidak memperbarui perangkat lunak mereka secara teratur berada pada risiko tertentu.

Aktifkan pembaruan otomatis jika memungkinkan, dan periksa pembaruan secara teratur untuk aplikasi yang tidak diperbarui secara otomatis.

5. Instal solusi keamanan andal

Solusi keamanan modern dapat mengidentifikasi dan memblokir malware secara real-time. Misalnya, Kaspersky Internet Security yang menyertakan alat untuk melindungi pengguna dari ransomware. Bahkan jika sebuah malware yang sangat cerdas berhasil melewati perlindungan antivirus file, itu tidak akan dapat meluncurkan banyak aksi.

Kaspersky Internet Security akan menganalisis tindakan pada aplikasi yang berjalanberjalan dan memblokir upaya enkripsi file hingga memutar kembali tindakan dari program berbahaya jika mereka berhasil melakukan perusakan data mana pun.

Agar Perangkat Keras Tetap Aman dari Malware Ransomware Beberapa tahun terakhir, peretas atau hacker, semakin fokus pada organisasi dengan r...
Admin Selasa, 21 September 2021
Linkkoe My Id

Kritik Sastra Pragmatik: Pendekatan Pragmatik dalam Kritik Sastra



Kritik Sastra Pragmatik: Pendekatan Pragmatik dalam Kritik Sastra

Ketika penekanan dialihkan ke pembaca, dan pandangan kritikus dalam hal efeknya terhadap penonton, ia menggunakan teori pragmatis yang dominan hingga akhir abad kedelapan belas. Abrams (1981: 15) menyebut kritikus pragmatik melatih pemahaman yang dilakukan pembaca sastra. Lebih tepatnya, kritik pragmatik mencoba mengeksplorasi intelektual dan hal-hal penting, dampak emosional dan etis yang dimiliki karya sastra kepada pembaca. Dari perspektif ini, sastra dievaluasi dengan mengacu pada yang baik atau buruk terhadap efek yang dianggap benar oleh pembaca. Bahkan, Siswanto dan Roekhan, 1991: 30), menyatakan bahwa karya sastra baru dianggap sebagai karya sastra dengan segala legalitasnya ketika telah sampai ke tangan pembaca dan telah dibacanya. Namun, bila karya sastra belum dibaca oleh pembaca, maka belum ada keutuhan komunikasi antara penulis dan pembaca.

Kritik pragmatis sebagian besar mendominasi diskusi sastra dari Art of Poetica oleh Horace Romawi (abad pertama SM) sampai abad kedelapan belas, telah terjadi dihidupkan kembali dalam kritik retorika baru-baru ini, yang menekankan strategi artistik dimana seorang penulis melibatkan dan mempengaruhi respons pembaca terhadap hal-hal yang diwakili dalam sastra.kerja. Pendekatan pragmatis juga telah diadopsi oleh beberapa strukturalis yang menganalisis teks sastra sebagai permainan kode yang sistematis yang memengaruhi respons interpretatif pembaca.

Pertama dan yang terutama dalam kritik pragmatis yaitu berkaitan dengan dampak etis dari setiap teks sastra kepada pembaca. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan karya, tanggung jawab utama sastra bersifat sosial. Menilai, memenuhi, dan membentuk kebutuhan, keinginan, pembaca harus menjadi tugas seorang pembuat karya. Kritikus pragmatis percaya bahwa sastra sangat ambivalen dalam kemampuannya untuk mempromosikan kebaikan atau kejahatan. Tugas kritik pragmais adalah dengan membangun standar moral kualitas sastra dengan menentukan batasan artistic berdasarkan pedoman moral, etika, menghibur, menginspirasi, dan menginstruksikan pembaca dengan pengetahuan tentang kebenaran.

Kritik sastra dengan pendekatan pragmatik yang menitikberatkan pada peran pembaca sebagai penghayat memiliki peran utama dalam menilai baik atau buruk, layak atau tidak layak, bernilai atau tidak bernilai. Pembaca seolah-olah memiliki otonomi yang kokoh dan kedigdayaan dalam menilai suatu karya sastra. Karya yang dihasilkan oleh penulis sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, sedangkan penulisnya sudah tidak memiliki kewenangan. Pembacalah yang menentukan setiap hal yang ditulis oleh sastrawan dalam menyampaikan pesan, nilai, dan unsur didalamnya (Selden, 1991: 106—107; Aminuddin, 1987: 94).

Teks sastra yang dihasilkan penyair dipandang sebagai benda yang perlu direkonstruksi ulang agar membentuk objek estetik. Respon atas karya tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan seorang pembaca. Pembaca dapat memberikan respon dengan membuat ulang, merekonstruksi aspek yang baru, mencatat, atau menilai karya tersebut. Bahkan, pembaca berwenang untuk meninggalkan reaksi negatif dengan tidak membacanya lagi, marah, kesal, dan lain sebagainya (Endraswara, 2013 :119).

Perkembangan pendekatan pragmatik yang semakin lama melahirkan tokoh-tokoh baru, seperti Wolfgang Iser, Hans Robert Jausz. Tokoh-tokoh tersebut melahirkan pandangan resepsi sastra atau resepsi estetik (Junus, 1985). Resepsi sastra dapat dimaknai sebagai kajian yang mempelajari teks sastra dengan menitikberatkan pada pembaca untuk memberikan respon baik aktif maupun pasif (Junus, 1985; Endraswara, 2013).

Seorang penikmat sastra akan mendapatkan pesan yang berbeda ketika membaca cerpen Gus Jafar karya K.H. Mustofa Bisri yang diterbitkan oleh Kompas tahun 2002 yang kemudian dibukukan dalam antologi cerpen berjudul Lukisan Kaligrafi (2013). Pembaca awam akan bertanya-tanya bagaimana bias Gus Jafar memiliki kemampuan khusus untuk melihat kejadian yang akan terjadi. Begitu juga ketika membaca cerpen Salawat Dedaunan karya Yanusa Nugroho yang dimuat koran Kompas pada Oktober 2011 dan dibukukan dalam kumpulan cerpen berjudul Setubuh Seribu Mawar (2013). Pembaca awam akan bertanya bagaimana bisa masjid yang sepi bisa ramai kembali hanya dengan adanya tokoh Nenek yang memunguti daun? Bagaimana peran tokoh yang lain dalam meramaikan masjid lagi? Dan lain sebagainya.

Teks sastra yang dimaknai bergantung pada penerimaan pembaca, sehingga makna yang yang ada bergantung proses pembaca melakukan konkretisasi teks. Pembaca akan memaknai berbeda pada karya yang sama. Inilah yang menjadi celah dalam pendekatan pragmatic ataupun teori resepsi sastra. Pembaca yang memiliki horizon harapan atau skemata yang baik tentu akan berbeda dengan pembaca yang ‗biasa saja‘. Hal itu pula yang disampaikan Damono (1983), bahwa masing-masing kritikus akan melahirkan kritik yang berbeda meski telah membaca sajak yang sama.

Kritik Sastra Pragmatik: Pendekatan Pragmatik dalam Kritik Sastra Ketika penekanan dialihkan ke pembaca, dan pandangan kritikus dalam...
Admin Minggu, 19 September 2021
Linkkoe My Id

Kritik Sastra Mimetik: Pendekatan Mimetik dalam Kritik Sastra



Kritik Sastra Mimetik: Pendekatan Mimetik dalam Kritik Sastra 

Kritik sastra telah diterapkan sejak abad ketujuh belas hingga deskripsi, pembenaran, analisis, atau penilaian karya seni. Kritik di zaman modern adalah diklasifikasikan dalam berbagai cara. Abrams pada karyanya The Mirror and the Lamp berbicara tentang empat teori kritis yang berbeda, yaitu mimetik, pragmatik, ekspresif, dan objektif.

Mimetik menurut Abrams (1976:16) sebagai kajian yang paling primif dibandingkan yang lainnya. Mimesis sebagai konsep pada dasarnya merujuk pada prinsip dasar dalam seni di mana seorang seniman menciptakan karya dengan menyalin dari alam. Dengan kata lain, teori mimesis seni terutama didasarkan pada asumsi bahwa segala bentuk seni representatif adalah salinan alam. Mimetik, sebagai istilah kritis seperti lazimnya digunakan saat ini, pada awalnya muncul dari tulisan teoretis dan diskusi sumber Yunani klasik terkemuka. Mode pendekatan ini, yang pertama kali muncul di Plato dan (dalam cara yang memenuhi syarat) di Aristoteles yang tetap menjadi ciri khas teori modern tentang realisme sastra (Abrams, 1981: 8).

Plato mencoba mengaitkan mimetik dengan imitasi atau tiruan. Menurut Plato, bagaimanapun juga, imitasi yag terkiat akan berbahaya dalam pembuatan karya karena menghilangkan dari kebenaran itu sendiri. Bagi Plato, mimetic terikat dengan ide penciptanya. Ide tersebut tidak dapat menghasilkan tiruan yang sama. Melalui mimetic ini tataran yang dihasilkan dalam tataran tertinggi hanya sebatas angan-angan. Karya seni (sastra) tidak dapat berubah menjadi sempurna secara langsung. Pandangan Plato terhadap karya cukup negatif. Plato beralasan bahwa apa yang dijadikan karya sastra merupakan daya khayal yang masih jauh dari kebenaran. Sebagai contoh, wujud meja adalah suatu ide yang otentik, sementara tukang pembuat meja meniru dalam dunia ide. Hasil tiruan ini tidak dapat menyamai dengan meja yang ada di dalam ide. Meskipun meja hasil tukang kayu belum mendekati aslinya, tetapi masih lebih mendekati kebenaran bila diperbandingkan dengan hasil yang dilakukan oleh penyair (Luxemberg, dkk., 1984: 16). Plato percaya bahwa hal itu akan menyesatkan karena hanya terbatas ilusi. Bahkan Plato mengatakan seni hanya memunculkan nafsu karena menimbulkan emosi dan bukan rasio. Seniman cenderung mengumbar nafsu, padahal seharusnya menjadi manusia yang berasio dan meredakan nafsu (Teeuw, 1984). Karena itu, Plato membangun model mimetic yang tidak menguntungkan.

Pandangan Plato tentang mimetik dikritik dan dikembangkan oleh muridnya, Aristoteles. Aristoteles setuju dengan pandangan Plato pada prinsip puisi dan kata sebagai bentuk seni yang representatif dari mimetic dari alam. Namun, Aristoteles mendalilkan mimetic yang menunjukkan imitasi dan menimbulkan interpretasi (Hagberg, 1984: 364). Aristoteles meyakini bagian alami manusia adalah seorang makhluk yang imitatif. Gagasan Aristoteles tentang mimetic menunjukkan cara di mana suatu tindakan yang ditimbulkan, tetapi tidak sebenarnya dilakukan menyamai fitur penting dari semua tiruan. Setiap mimetic adalah kebangkitan dari suatu tindakan yang benar-benar terjadi, yang tidak benar-benar dilakukan, yang hanya memberikan ilusi berlangsung (Murnaghan, 1995: 757; Ratna, 2011: 70).

Aristoteles membebaskan teks dari hubungannya dengan alam semesta sebagaimana pandangan Plato, sambal tetap mengakui hubungan teks yang meniru itu dengan alam semesta. Aristoteles juga menunjukkan bahwa cara peniruan dan bukan hubungan yang dengan kebenaran yang penting dalam karya seni atau sastra, dan bahwa evaluasi esetika harus didasarkan pada penilaian ―cara peniruan‖ dan efek emosional yang dihasilkan oleh penonton. Aristoteles juga memandang bahwa dunia dalam karya seni atau karya sastra lebih menguntungkan dan menarik daripada dunia nyata.

Di era postmodern, gagasan tentang tekstual dan intertekstual muncul dengan mempertanyakan kemungkinan mimetik sebagai representasi dan klaim bahwa tidak ada dokumen asli tetapi hanya salinan yang secara serius menentang otoritas mimetik. Namun demikian, pandangan sastra sebagai tiruan telah kembali bertahan. Paul Ricoeur (1976: 39) berkomentar bahwa mimetic adalah poesis (perbuatan demi suatu hasil di luar perbuatan itu), dan poisis adalah mimetik bukan hanya penegasan kembali mimetic sastra. Ricoeur mencetuskan konsep transfigurasi atau (mimesis III) yang berkaitan dengan perbuatan manusia. Hal ini merupakan akibat adanya efek dari teks bacaan dan mendapat penghayatan sehingga mengubah dirinya atau membantu memahami diri dengan lebih baik.

Hans Georg Gadamer (1999) juga berusaha keras untuk mempertahankan dan mendefinisikan kembali mimetik. Gadamer mencetuskan fusion of horizons atau peleburan cakrawala untuk mengistilahkan pertemuan dua alam yang berbeda. Peleburan cakrawala terjadi akibat seorang pembaca yang tidak mungkin menangkap seluruh teks dan meninggalkan aspek aktual yang diserap dengan begitu saja. Alam pembaca akan terus mengalami transformasi. Gadamer menyebut bahwa alam tidak akan terus sama dan tidak menolak alam yang disajikan oleh teks. Kategori ini langsung berkaitan dengan keberadaan pembaca/penafsir. Mimetik sekali lagi menjadi topik penting dalam teori kritik sastra.

Kritik sastra mimetik mengasumsikan bahwa karya sastra adalah sebuah tiruan, dari dunia ide maupun manusia. Pendapat ini diilhami oleh aliran Marxis, sosiologi sastra, dan lainnya yang mengklaim bahwa karya sastra sebagai dokumen sosial. Berbagai pandangan dan pembaharuan membuat teori ini terus berkembang sejak zaman Yunani Klasik hingga postmodern saat ini.

Marx dan Engels menentukan bahwa dalam menciptakan suatu karya, kesadaran penulis bukan yang menentukan kehidupan. Namun, kehidupan itulah yang menentukan arah kesadaran. Seorang penulis yang peka terhadap kehidupan sekitar akan memiliki kesadaran dan proses berkarya yang renyah. Kehidupan sosial ini disesuaikan dengan cara pandang masyarakat dalam menciptakan kehidupan (Eagleton, 2002).

Pendekatan mimetik ini cukup mengilhami penulis-penulis sastra Indonesia dalam menuangkan suatu karya. Andrea Hirata dalam karyanya berjudul Laskar Pelangi (2005) yang menceritakan kehidupan masyarakat yang ada di Belitung. Andrea Hirata dala menuliskan ceritanya tidak terlepas dari lingkungan dan latar belakang hidupnya semasa kecil bersama orang tua, saudara, teman-temannya. Apapun yang dilakukan tidak terlepas dari tiruan yang ada dalam dunia nyata, meskipun pada beberapa bagian mengalami unsur gubahan dalam bentuk imajinatif.

Proses penuangan karya dengan melakukan tiruan berdasarkan kisah kehidupan juga dilakukan oleh Supaat I. Latif dalam karyanya Perahu Waktu (2012). Latief menceritakan kisah hidupnya dari masyarakat biasa ingin menuntut ilmu. Seorang anak kecil dari keluarga biasadari Lamongan yang berkeinginan besar untuk menuntut ilmu di Kota Malang. Perjuangan tersebut dituangkan dalam bentuk karya. Ada juga novel Iwan Setiawan berjudul Ibuk (2012) dan Summers 10 Autumns (Dari Kota Apel ke The Big Apple) (2011) yang melakukan imitasi dari kehidupannya. Beberapa penulis lainnya seperti tokoh Minke dalam tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang terinspirasi atau meniru tokoh Tirto Adi Soerjo. Tentu masih banyak lagi karya-karya sastra yang terilhami dengan proses mimetic atau imitasi dari segala hal, baik kisah hidup penulis, orang lain, atau lain sebagainya. Pendekatan mimetik yang menjadi salah satu pendekatan dalam sastra yang paling kuno dan bertahan lama, tetapi ada kelemahan didalamnya. Pendekatan mimetik menurut Siswanto (2013: 175) terlalu menekankan pada hal-hal nonsastra. Sehingga bila hendak melakukan kajian dengan pendekatan ini perlu meramu analisis sastra dengan aspek di luar sastra.

Kritik Sastra Mimetik: Pendekatan Mimetik dalam Kritik Sastra  Kritik sastra telah diterapkan sejak abad ketujuh belas hingga deskri...
Admin
Linkkoe My Id

Kritik Sastra Ekpresif: Pendekatan Ekspresif dalam Kritik Sastra





Kritik Sastra Ekpresif: Pendekatan Ekspresif dalam Kritik Sastra

Pada abad kesembilan belas penekanan bergeser ke penyair, dan puisi menjadi 'luapan spontan perasaan kuat' si penyair. Dalam hal ini karya seni atau sastra pada dasarnya adalah internal yang dibuat eksternal. Karena itu, ketika seorang kritikus melihat seni dalam hal kecemerlangan, dia menggunakan teori ekspresif. Kehadiran penyair dalam karya sastra memiliki kedudukan yang sangat penting. Tanpa adanya pengarang, tentu karya sastra tidak akan lahir (Junus, 1985: 2). Di balik sebuah teks sastra yang ditulis oleh sastrawan tentu akan terdapat tujuan didalamnya. Di situlah pengarang menentukan teks yang ditulisnya sebagai suatu karya yang mengandung nilai atau bukan, bahkan ideologi yang ditanamkan (Zoest, 1990: 51). Ini didefinisikan sebagaiekspresi, atau meluap, atau ucapan perasaan, atau sebagai produk dari imajinasi penyairyang bekerja pada persepsi, pikiran, dan perasaannya.Penyair cenderung menilai pekerjaan berdasarkan haknyaketulusan, atau kecukupannya terhadap visi atau kondisi pikiran si penyair; dan sering mencari bukti dari temperamen dan pengalaman khusus dari penulis yang secara sadar atautanpa sadar telah mengungkapkan dirinya di dalamnya. Pandangan tersebut dikembangkan terutama olehkritikus romantis di awal abad kesembilan belas dan tetap terkini di zaman kita sekarang, terutama di Indonesia tulisan-tulisan para kritikus Psikologis dan Psikoanalitik.

Pada tahun 1800, kita mulai memandang perpindahan mimetik dan pragmatik menjadi pandangan seni yang ekspresi. Fenomena ini disebabkan oleh sebagian tulisan romantic radikal tahun 1830-an oleh Longinus, Bacon, Wordsworth. Dengan pandangan ekspresif baru tentang seni atau sastra, tugas utama seniman atau penulis tidak lagi berfungsi sebagai cermin yang mencerminkan hal-hal luar, tetapi mengeksternalisasikan hal-hal yang ada di internal, serta menjadikan kehidupan batin seseorang sebagai subjek utama penciptaan karya. Ibaratnya, peran sastrawan atau seniman tidak lagi sebagai 'cermin‘, tetapi telah berubah menjadi 'lampu‘.

Abrams memberikan gambaran tentang evolusi estetika Barat yang terjadi hingga saat ini. Di zaman Plato dan Aristoteles, penyair adalah penyair 'mimesis', dan peran dan instruksi pribadi mereka dihalangi seminimal mungkin. Pada era Hellenistik dan Romawi, penyair memiliki tipikal pragmatis yang berusaha untuk memuaskan public, mematuh aturan kesopanan, dan menyesuaikan dengan 'permintaan pasar'. Dari tahun 1800 hingga 1900, penyair, khususnya di Inggris dan Jerman adalah tokoh yang menang dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa tugasnya adalah mengekspresikan kepada dunia kejeniusan batin mereka sendiri.

Dalam perkembangan sastra Indonesia, pendekatan ekspresif dapat dikatakan 'kurang laku' atau kurang diminati bila dibandingkan dengan pendekatan sastra lainnya. Tidak banyak para ahli kesusastraan Indonesia yang menggunakan pendekatan dan jenis kajian ekspresif ini. Faktor ketekunan, jarak dengan penulis, dan kemampuan menyelami setiap bentuk karya menjadi penyebab kurangnya minat ahli sastra dalam menggunakan pendekatan ini. Di Indonesia, hanya beberapa saja yang dapat dijumpai dalam menggunakan kajian ini, misalnya disertasi Memahami Budi Darma dan Karya Sastranya karya Wahyudi Siswanto (2003). Dalam tulisan tersebut, Wahyudi mencermati sosok Budi Darma melalui proses-prosesnya dalam meluapkan ekspresi ke dalam bentuk tulisan.

Kritik sastra dengan pendekatan ekspresif ini dapat dikatakan memiliki keterkaitan dengan sosial dan psikologi penulis. Seorang Ahmad Tohari yang menulis Bekisar Merah, Ronggeng Dukuh Paruk tentu mengekspresikan nuansa Jawa berdasarkan unsur sosial yang melekat pada dirinya. Begitu pula ketika membaca puisi-puisi Zawawi Imron, kita akan menemukan suasana laut yang merupakan asal tempak kelahirannya di Madura. Latar sosial inilah yang mempengaruhi Zawawi Imron hingga mampu meluapkan ekspresi ke- Madura-an yang begitu mendalam.

Kritik sastra dengan pendekatan ekspresif yang menekankan pada peran penulis mendapatkan kritikan dari kaum formalis, strukturalis, dan pragmatis. Mereka menganggap bahwa karya yang dihasilkan bukan dari unsur otonom didalamnya, tetapi pada diri penulis. Pendekatan ini digunakan pada peran penulis.

Kritik Sastra Ekpresif: Pendekatan Ekspresif dalam Kritik Sastra Pada abad kesembilan belas penekanan bergeser ke penyair, dan puisi menjadi...
Admin
Linkkoe My Id

Kritik Sastra Objektif: Pendekatan Objektif dalam Kritik Sastra




Kritik Sastra Objektif: Pendekatan Objektif dalam Kritik Sastra

Pada abad ke-20, penekanannya bergeser ke karya seni, terutama di bawah pengaruh Kritik Baru. Ketika kritik melihat seni pada dasarnya diistilahnya sendiri, melihat pekerjaan sebagai entitas mandiri, ia menggunakan pendekatan objektif. Kritik Sastra dengan menggunakan pendekatan objektif (kritik sastra objektif) ini melihat karya sastra secara terpisah. Abrams (1976: 26) mengungkapkan bahwa kritik sastra dengan pendekatan objektif memandang karya sastra terlepas dari semua titik acuan eksternal, menganalisisnya sebagai entitas mandiri yang dibentuk oleh bagian-bagiannya dalam hubungan internal mereka, dan berangkat ke menilainya semata-mata dengan kriteria intrinsik dengan mode keberadaannya sendiri. Menurut Junus (1985: 2) tanpa ada karya sastra, pembicaraan mengenai sastra tidak akan pernah ada.

Mode kritik sastra pendekatan objektif ini cukup dominan bagi penggemar sastra atau kritikus paling tidak selama setengah abad kedua puluh. Beberapa tokoh yang menggeluti pendekatan ini melacak asal-usul hingga pada pandangan Aristoteles pada karya Poetics. Mereka memandang bahwa objek yang ada di dalam karya seperti plot, karakter, tokoh adalah elemen yang bekerja sama untuk menghasilkan katarsis diantara penonton. Para ahli memandang kritik sastra dengan pendekatan objektif dalam konsep Aristoteles sebagai inheren dalam pekerjaan mereka. Karya mereka akan dipuji sejauh elemen-elemen internal bekerja secara kohesif. Namun, beberapa orang membantah dengan argumen bahwa Poetics Aristoteles bila diperhatika lebih cermat lagi, lebih sesuai dengan kriteria teori pragmatis daripada objektif Abrams (1976: 26—28).

Kritik objektif berkaitan dengan karya sastra berdiri bebas dari hubungan "ekstrinsik" penyair, atau dengan audiens, atau dengan dunia lingkungan. Sebaliknya itu menggambarkan produk sastra sebagai objek mandiri dan otonom, atau yang lain sebagai dunia-dalam-dirinya sendiri, yang harus direnungkan sebagai tujuannya sendiri, dan untuk dianalisis dan dinilai semata-mata oleh "intrinsik" kriteria seperti kompleksitas, koherensi, keseimbangan, integritas, danketerkaitan unsur-unsur komponennya. Konsepsi swasembada estetika objek diusulkan dalam Kant's Critique of Aesthetic Judgment (1790) diambil oleh pendukung seni demi seni di bagian akhir abad kesembilan belas, dan telahdijabarkan dalam mode terperinci dari kritik terapan oleh sejumlah kritik penting sejak 1920-an, termasuk Kritik Baru pendukung formalisme Eropa.

Karya sastra merupakan suatu bentuk utuh dari berbagai sifat dan tanda didalamnya. Untuk menemukan aspek tersebut perlu mengupas struktur karya yang komplek. Kaum formalis meletakkan landasan bahwa konsep yang unggul dari karya sastra terdapat pada unsur didalam karya sastra tersebut, seperti penggunaan rima, irama, aliterasi, asonansi, dan sebagainya. Hal demikian membuat kesusastraan sebagai suatu bagian dari pemakaian bahasa yang khas (Culler, 1977:127; Wellek, 1965: 24; Teeuw, 1984: 130-131).

Kritik sastra objektif atau kritik sastra dengan pendekatan objektif menjadi aspek yang utuh terhadap suatu karya. Hal ini memberi dua pandangan yang menarik dari segi heteroskosmik dan kontemplasi. Heteroskosmik menilai setiap karya merupakan dunia yang unik, koheren, dan otonom. Melalui sudut pandang kontemplasi, setiap karya adalah objek mandiri yang direnungkan tanpa adanya keterkaitan dengan mimetic dan pragmatik demi kepentingannya sendiri.

Kritik Sastra Objektif: Pendekatan Objektif dalam Kritik Sastra Pada abad ke-20, penekanannya bergeser ke karya seni, terutama di b...
Admin Sabtu, 18 September 2021
Linkkoe My Id

Grup Whatsapp



Agar Anda Tidak Ditambahkan ke Grup Whatsapp dengan Tiba-Tiba, Maka Lakukan Cara Ini

Untuk pengguna WhatsApp, tidak jarang siapa pun dapat dengan ceroboh menambahkan Anda ke grup WhatsApp tertentu yang tidak diinginkan.

Bahkan pengguna dapat ditambahkan ke grup WhatsApp oleh pengguna yang tidak dikenal. Namun, ada cara untuk membuat pengguna tak dikenal tidak sembarangan menambahkan akun Anda ke grup mana pun.

Karena, WhatsApp sebenarnya memiliki opsi untuk memungkinkan orang-orang tertentu untuk menambahkan Anda ke grup.


Berikut tips agar orang  tidak sembarangan menambahkan Anda ke grup WhatsApp.

1. Buka aplikasi WhatsApp, pilih opsi Lainnya atau tiga titik di sisi kanan.
2. Buka Setting (Pengaturan), lalu pilih Akun > Privasi > Grup.
3. Anda akan diminta untuk memilih dari beberapa pilihan jika Anda ingin ditambahkan ke grup:

  • Pilihan Semua Orang (Everyone): Artinya, jika Anda memutuskan memilih semua orang, maka semua pengguna WhatsApp termasuk mereka yang nomornya belum tersimpan di kontak Anda akan dapat menambahkan Anda ke grup.

  • Pilihan Kontak Saya (My Contacts): Artinya, jika anda memilih pilihan ini maka hanya kontak Anda yang dapat menambahkan Anda ke grup, seperti dilansir India Today, Senin (30/11).
  • Pilihan Kontak Saya Kecuali (My Contacts Except): Untuk pilihan ini akan memberi Anda pilihan untuk membatasi kontak tertentu agar tidak menambahkan Anda ke grup.


Melansir Gadgets Now, Ketika Anda sudah masuk di dalam sebuah grup, Anda bisa mematikan notifikasi grup WhatsApp dengan cara:

1. Buka grup yang pemberitahuannya ingin Anda nonaktifkan.

2. Pilih opsi Lainnya atau tiga titik di sebelah kanan.

3 Pilih opsi Bisukan (Mute) selama delapan jam, satu tahun bahkan selamanya.

Agar Anda Tidak Ditambahkan ke Grup Whatsapp dengan Tiba-Tiba, Maka Lakukan Cara Ini Untuk pengguna WhatsApp, tidak jarang siapa pun dapat d...
Admin
Linkkoe My Id

Cara Membuat Tulisan WhatsApp Bisa Cetak Tebal (Bold), Miring (Italic), dan Dicoret



Cara Membuat Tulisan WhatsApp Bisa Cetak Tebal (Bold), Miring (Italic), dan Dicoret

Pengguna WhatsApp pasti akrab dengan pesan berantai baik informasi bermanfaat maupun hoax yang tulisannya dibuat tebal, miring, maupun dicoret. Hal ini merupakan bentuk sederhana modifikasi teks di aplikasi WhatsApp tujuannya agar teks atau pesan bisa dibuat lebih menarik pembaca.

Bukan untuk membuat hoax, gaya tulisan WhatsApp tebal, miring, dan dicoret ini sebenarnya bisa digunakan lebih bermanfaat misalnya, membuat pengumuman untuk warga apabila Anda seorang admin grup WhatsApp rukun tetangga atau rukun warga agar menarik untuk dibaca dan memberikan penegasan yang mudah diingat pembacanya.

Bagaimana cara buat tulisan di WhatsApp jadi tebal, miring, dan dicoret? Caranya sangat mudah dan tidak perlu masuk ke halaman editing terpisah. Anda bisa melakukannya di kolom untuk chat atau mengetik pesan.

1. Cara buat tulisan di WhatsApp jadi tebal

Saat Anda ingin membuat tulisan atau teks menjadi lebih tebal (bold), ketik terlebih dahulu tanda bintang (*) di awal kalimat dan kembali tulis tanda bintang di akhir tulisan atau teks yang diinginkan, contohnya *pengumuman*

2. Cara buat tulisan di WhatsApp jadi miring

Anda juga bisa membuat tulisan atau teks di WhatsApp menjadi miring untuk menarik perhatian pembacanya atau sekadar menerapkan pada sisipan kata dari bahasa asing atau istilah yang berasal dari Bahasa Inggris.

Caranya hampir sama tapi ketik tanda garis bawah atau underscore (_) di awal tulisan atau teks dan gunakan lagi tanda tersebut di akhir teks, contohnya _catatan_


3. Cara buat tulisan di WhatsApp dicoret

Satu varian gaya tulisan yang bisa digunakan untuk membuat teks atau pesan di WhatsApp lebih menarik adalah dengan cara strikethrough atau membuat teks dicoret sebuah garis. gaya tulisan ini biasanya digunakan pada pesan berantai WhatsApp yang berisi guyonan atau cerita jenaka.

Cara menggunakannya juga hampir sama dengan yang lain tapi menggunakan tanda gelombang (~) yaitu di awal teks dan di akhir teks, contohnya ~jangan~

Ketiga cara ini tidak cuman bisa digunakan pada WhatsApp di smartphone tapi juga versi WhatsApp Web atau untuk PC. Jadi pengguna tidak perlu menggunakan aplikasi tambahan untuk membuat gaya tulisan yang biasanya dijumpai pada Microsoft Word.

Cara Membuat Tulisan WhatsApp Bisa Cetak Tebal (Bold), Miring (Italic), dan Dicoret Pengguna WhatsApp pasti akrab dengan pesan berantai baik...
Admin
Linkkoe My Id

Resep Telur Tersembunyi Kaya Zat Besi



 

Untuk 4 porsi

Bahan-bahan Telur Tersembunyi Kaya Zat Besi 


  • 6 butir telur puyuh rebus, kupas kulitnya
  • 150 gram daging sapi cincang
  • 1 putih telur, kocok
  • 100 gram kacang kedelai
  • Beberapa kuntum kembang kol
  • 500cc air mendidih
  • 500cc kaldu ayam (rebusan tulang ayam)
  • 1 buah tomat, potong 8
  • Garam dan lada secukupnya
  • ¼ butir pala (atau seperempat sendok teh bubuk pala)



Cara Membuat Telur Tersembunyi Kaya Zat Besi


Cara membuat telur tersembunyi adalah: 

  • Rendam kedelai semalaman, untuk menghilangkan anti-nutriennya, sehingga lebih mudah dicerna. Campur daging sapi cincang dengan kocokan putih telur. Bagi 6 sesuai jumlah telur. Tiap bagian dikepal- kepal dan masukkan telur puyuh ke dalamnya, hingga tersembunyi/ seperti bakso. Rebus telur puyuh berselimut daging cincang dengan air mendidih, hingga mengapung. Jika sudah mengapung, angkat. Buang airnya. Rebus 500cc kaldu ayam, masukkan kacang kedelai, masak hingga agak lunak. Cemplungkan bola-bola daging berisi telur puyuh, tambahkan kembang kol serta tomat. Beri garam, lada dan pala agar harum.
  • Untuk penyiapan makan bayi 9-12 bulan. Sebelum diberi garam, lada dan pala, pisahkan sebagian untuk makanan bayi anda. Rajang halus kacang kedelai, bakso, dan sayuran seperti kol dan tomat. Sajikan dengan nasi lembik atau sumber karbohidrat lain seperti kentang yang dihaluskan. Dapat juga ditambahkan jagung yang dicacah halus.

  Untuk 4 porsi Bahan-bahan Telur Tersembunyi Kaya Zat Besi   6 butir telur puyuh rebus, kupas kulitnya 150 gram daging sapi cincang 1 putih...
Admin
Linkkoe My Id

Resep Ikan Kuah Asam Sedap



Bahan-Bahan Ikan Kuah Asam Sedap


  • Ikan segar (sebaiknya yang berduri besar: kakap, tenggiri atau filletnya)
  • 5 butir bawang merah dirajang halus
  • 2 suing bawang putih
  • Daun bawang secukupnya di cincang halus
  • 1 buah serai potong memanjang
  • Geprek Jahe seukuran telunjuk, geprek
  • 3 lembar daun jeruk
  • 3 buah tomat hijau
  • 1 tomat merah besar
  • 1 buah cabe rawit utuh 5 buah (cabe dihilangkan jika untuk anak)
  • Daun kemangi petik, secukupnya
  • 2 buah jeruk nipis peras ambil airnya saja
  • Garam dan lada secukupnya
  • Air mendidih untuk kuah (disesuaikan dengan besar/banyaknya potongan ikan)



Cara Membuat Ikan Kuah Asam Sedap


Bawang merah dan putih disangrai (tanpa harus gunakan minyak) dengan api kecil, jaga jangan lengket di panci. Jika mulai harum, masukkan serai dan jahe, tuangkan air panas. Didihkan lagi, masukkan ikan, daun jeruk, garam dan lada. Didihkan lagi, baru masukkan tomat, kemangi dan irisan daun bawang, cabai serta air jeruk nipis. Angkat. Sajikan panas.

Untuk bayi dan anak, segera ambil sebagian sebelum memasukkan cabai

Bahan-Bahan Ikan Kuah Asam Sedap Ikan segar (sebaiknya yang berduri besar: kakap, tenggiri atau filletnya) 5 butir bawang merah dirajang hal...
Admin Jumat, 17 September 2021
Linkkoe My Id


Resep Masakan Nusantara, Resep Soto Kudus Dari Jawa




Bahan-bahan Soto Kudus 


  • 500 gram daging ayam (lebih enak jika masih ada tulangnya)
  • 2 liter air untuk merebus seruas jahe,
  • Memarkan 2 batang serai
  • 6 butir bawang merah iris halus
  • 3 butir telur ayam, rebus, belah dua
  • 100 gram taoge, seduh air panas
  • 3 utas daun seledri iris atau daun kucai jeruk nipis



Bumbu Dihaluskan:

  • 10 siung bawang putih
  • 1 sdt jintan
  • 1 sdt ketumbar (sangrai)
  • 2 sdm kunyit (sangrai/bakar)
  • Garam dan merica secukupnya


Cara Membuat Soto Kudus Dari Jawa


Rebus ayam, masukkan jahe dan serai, masak hingga ayam lunak, angkat,suwir dagingnya, sisihkan. Sangrai bawang merah iris dan bumbu yang di haluskan hingga harum dengan api kecil. Tuang kuah ayam panas-panas dan didihkan kembali. Siapkan mangkok, tata taoge, ayam, telur, tuangkan kuah dalam mangkok, taburi dengan irisan daun seledri atau daun kucai, peras jeruk nipis di atasnya. Sajikan hangat dengan cabe rawit ulek bawang putih.


Bahan-bahan  Soto Kudus  500 gram daging ayam (lebih enak jika masih ada tulangnya) 2 liter air untuk merebus seruas jahe, Memarkan 2 batang...
Admin
Linkkoe My Id

Cara Membuat Artikel Terkait (Related Post) di Tengah Postingan Blogger Versi Igniel





Cara Membuat Artikel Terkait (Related Post) Keren di Tengah Postingan Blogger Versi Igniel


Tutorial ini sebenarnya sudah umum banget ya. Tapi belum pernah saya bahas, jadi ditulis saja deh...sekalian buat menambah jumlah postingan. Sebelum cepat-cepat pergi karena dirasa pasaran, tunggu dulu. Disini saya pakai script untuk menyisipkan konten ke tengah artikel yang dibuat sendiri. Jadi mending dicoba deh cara memasang related post di Blogger ini karena hasilnya mungkin akan berbeda dengan script yang kamu pakai.

Menampilkan Artikel Terkait di Tengah isi Post Blogspot

Cari kode <data:post.body/> dan simpan semua kode berikut tepat DI BAWAHNYA.


b:if cond='data:view.isPost'>
  <script> //<![CDATA[
    // Related Posts Middle by igniel.com
    var jumlah = 4;
    eval(function(p,a,c,k,e,d){e=function(c){return(c<a?'':e(parseInt(c/a)))+((c=c%a)>35?String.fromCharCode(c+29):c.toString(36))};if(!''.replace(/^/,String)){while(c--){d[e(c)]=k[c]||e(c)}k=[function(e){return d[e]}];e=function(){return'\\w+'};c=1};while(c--){if(k[c]){p=p.replace(new RegExp('\\b'+e(c)+'\\b','g'),k[c])}}return p}('c a=["\\e\\d\\s\\Q\\f\\C","\\d\\s\\f\\h\\W","\\B\\d\\d\\I","\\V\\f","\\f\\k\\f\\e\\d","\\e\\k\\s\\S","\\h\\d\\e","\\r\\e\\f\\d\\h\\s\\r\\f\\d","\\C\\h\\d\\B","\\h\\r\\s\\I\\F\\U","\\B\\e\\F\\F\\h","\\m\\O\\e\\l","\\T\\h\\k\\f\\d","\\m\\e\\k\\l\\m\\r\\K\\C\\h\\d\\B\\P\\w","\\w\\K\\f\\k\\f\\e\\d\\P\\w","\\w\\l","\\m\\D\\r\\l\\m\\D\\e\\k\\l","\\m\\D\\O\\e\\l"];c g=x y();c v=0;c j=x y();z R(H){u(c b=0;b<H[a[2]][a[1]][a[0]];b++){c p=H[a[2]][a[1]][b];g[v]=p[a[4]][a[3]];u(c q=0;q<p[a[5]][a[0]];q++){A(p[a[5]][q][a[6]]==a[7]){j[v]=p[a[5]][q][a[8]];v++;18}}}}z X(){c n=x y(0);c o=x y(0);u(c b=0;b<j[a[0]];b++){A(!J(n,j[b])){n[a[0]]+=1;n[n[a[0]]-1]=j[b];o[a[0]]+=1;o[o[a[0]]-1]=g[b]}};g=o;j=n}z J(G,L){u(c t=0;t<G[a[0]];t++){A(G[t]==L){M 1b}};M Y}z 19(){c i=N[a[10]]((g[a[0]]-1)*N[a[9]]());c b=0;E[a[12]](a[11]);Z(b<g[a[0]]&&b<1c){E[a[12]](a[13]+j[i]+a[14]+g[i]+a[15]+g[i]+a[16]);A(i<g[a[0]]-1){i++}1a{i=0};b++};E[a[12]](a[17])}',62,75,'||||||||||_0x22c4|_0x6c56x6|var|x65|x6C|x74|relatedTitles|x72|_0x6c56x11|relatedUrls|x69|x3E|x3C|_0x6c56xa|_0x6c56xb|_0x6c56x7|_0x6c56x8|x61|x6E|_0x6c56xf|for|relatedTitlesNum|x22|new|Array|function|if|x66|x68|x2F|document|x6F|_0x6c56xd|_0x6c56x5|x64|contains|x20|_0x6c56xe|return|Math|x75|x3D|x67|related_results_labels|x6B|x77|x6D|x24|x79|removeRelatedDuplicates|false|while|||||||||break|ignielBacaJuga|else|true|jumlah'.split('|'),0,{}));
  //]]></script>
  <div class='ignielRelatedMiddle'>
    <b:if cond='data:post.labels'>
      <b:loop values='data:post.labels' var='label'>
        <b:if cond='data:view.isPost'>
          <script expr:src='&quot;/feeds/posts/default/-/&quot; + data:label.name + &quot;?alt=json-in-script&amp;callback=related_results_labels&amp;max-results=100&quot;'/>
        </b:if>
      </b:loop>
    </b:if>
    <span class='judul'><span>Baca Juga</span></span>
    <script> //<![CDATA[
      eval(function(p,a,c,k,e,d){e=function(c){return(c<a?'':e(parseInt(c/a)))+((c=c%a)>35?String.fromCharCode(c+29):c.toString(36))};if(!''.replace(/^/,String)){while(c--){d[e(c)]=k[c]||e(c)}k=[function(e){return d[e]}];e=function(){return'\\w+'};c=1};while(c--){if(k[c]){p=p.replace(new RegExp('\\b'+e(c)+'\\b','g'),k[c])}}return p}('L b=["\\i\\p\\e\\i\\a\\c\\K\\a\\c\\m\\d\\a\\h\\J\\i\\h\\h\\c\\a","\\p\\a\\d\\S\\c\\a\\s\\a\\e\\d\\j\\v\\r\\R\\c\\m\\j\\j\\t\\m\\s\\a","\\x\\n\\f\\j\\d\\y\\o\\f\\h\\r\\u\\o\\k\\Q\\u\\x\\n\\f\\j\\d\\y\\o\\f\\h\\r\\u\\n","\\P\\D\\a\\k\\r\\w\\a\\c\\a\\E\\d\\f\\k\\F\\c\\c","\\c\\a\\e\\p\\d\\G","\\e\\f\\h\\a\\t\\m\\s\\a","\\C","\\i\\e\\j\\a\\k\\d\\v\\a\\H\\f\\k\\a","\\n\\m\\k\\a\\e\\d\\t\\f\\h\\a","\\e\\a\\I\\d\\w\\i\\o\\c\\i\\e\\p"];O();(N(){A q=z[b[1]](b[0])[0];B(q){A g=z[b[3]](b[2]),l=M(g[b[4]]/2);B(g[l][b[5]]==b[6]){g[l][b[8]][b[7]](q,g[l])}T{g[l][b[8]][b[7]](q,g[l][b[9]])}}})()',56,56,'||||||||||x65|_0x9301|x6C|x74|x6E|x6F|_0xa209x2|x64|x69|x73|x72|_0xa209x3|x61|x70|x62|x67|_0xa209x1|x79|x6D|x4E|x20|x42|x53|x2E|x2D|document|let|if|x50|x75|x63|x41|x68|x66|x78|x4D|x52|var|parseInt|function|ignielBacaJuga|x71|x2C|x43|x45|else'.split('|'),0,{}));
    //]]> </script>
  </div>
</b:if>

var jumlah = 4 adalah jumlah artikel terkait yang dimunculkan dan bisa diganti sesuka hati. Pastikan hanya mengubah angkanya saja.

Agar tampilannya tidak membosankan, tambahkan kode CSS ini dan simpan DI ATAS </style> atau ]]></b:skin>. Kamu bisa ganti untuk menyesuaikan dengan template blog.

/* Related Posts Middle by igniel.com */ .ignielRelatedMiddle {background-color:#f5f5f5; border:1px solid #e5e5e5; display:block; margin:20px 0px; padding:10px 20px;} .ignielRelatedMiddle .judul {color:#f44336; font-size:120%; font-weight:600; text-transform:uppercase} .ignielRelatedMiddle ul {margin:10px 0px 0px !important; padding:0px !important;} .ignielRelatedMiddle ul li {list-style:none; padding:5px 0px !important; border-bottom:2px dotted #aaa !important; text-align:left !important; line-height:1.25em !important;} .ignielRelatedMiddle ul li:first-child {padding-top:0px; !important;} .ignielRelatedMiddle ul li:last-child {padding-bottom:0px !important; border:0px !important} .ignielRelatedMiddle ul li a:before{content:''; display:inline-block; width:17px; height:17px; margin-right:3px; vertical-align:-3px; background:url("data:image/svg+xml,%3Csvg viewBox='0 0 24 24' xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%3E%3Cpath d='M8.59,16.58L13.17,12L8.59,7.41L10,6L16,12L10,18L8.59,16.58Z' fill='%23333'/%3E%3C/svg%3E") center / 20px no-repeat;}


Jangan lupa simpan template dan lihat hasilnya. Keberadaan artikel terkait di tengah postingan sangat penting untuk menurunkan bounce rate dan memancing pengunjung agar mau membaca artikel lain. Kamu bisa kombinasikan dengan menambahkan related post bawah artikel model grid atau related post bawah artikel model list.

Cara Membuat Artikel Terkait (Related Post) Keren di Tengah Postingan Blogger Versi Igniel Tutorial ini sebenarnya sudah umum banget ya. Tap...
Admin
Linkkoe My Id

Artis x Artis: Saat Bekerja Sama Menghasilkan Jenis Seni Baru





Artis x Artis: Saat Bekerja Sama Menghasilkan Jenis Seni Baru


Carmelita Tropicana x Ela Troyano

Saudara kandung sering berbagi bahasa pribadi yang mengacu pada sejarah keluarga yang sama dan lelucon dan sindiran yang tak terhitung jumlahnya, tetapi jarang jalur komunikasi seperti itu menonjol seperti dengan saudara perempuan Ela Troyano (seorang pembuat film avant-garde) dan Alina Troyano (seniman pertunjukan lebih dikenal sebagai karakternya, Carmelita Tropicana). Meskipun masing-masing memiliki praktik seni yang berbeda, keduanya telah berkolaborasi beberapa kali selama bertahun-tahun. Dalam pertunjukan tertentu, Tropicana dengan kecut bercanda bahwa Troyano-lah yang pertama kali tertarik padanya pada seni pertunjukan—dengan menyarankan agar dia mengajukan hibah.

Kolaborasi mereka yang paling menonjol adalah Carmelita Tropicana: Your Kunst Is Your Waffen , sebuah film pendek dari tahun 1994 yang awalnya diajukan ke PBS sebagai seri dua bagian. Film ini adalah kejar-kejaran yang melihat kehidupan Tropicana — baik yang dibayangkan maupun yang nyata — dan tiga wanita lain di Lower East Side, diakhiri dengan nomor musik yang diatur di penjara wanita. Sepanjang jalan, ia mengeksplorasi stereotip tentang perempuan, Latina, lesbian, dan, yang paling penting, lesbian Latina.

Elemen yang berulang dari kolaborasi mereka adalah buah tropis yang terkadang dijahit Troyano ke dalam kostum Tropicana—dengan ketidaksetujuan beberapa pengamat. “Ketika kami pertama kali mulai membuat buah-buahan, orang-orang berkata, 'Ya Tuhan, betapa mengerikannya—Anda menjadi stereotip seorang Latina,'” kenang Tropicana. “Ya, kami melakukan itu sehingga kami bisa melampaui itu. Dan kami melakukannya dengan mengedipkan mata sehingga kami bisa menertawakannya. Ini sangat spesifik.”

Kolaborasi terbaru mereka adalah podcast berjudul That's Not What Happened, ditulis dan dibawakan oleh Tropicana, dan menampilkan Troyano sebagai dramaturg dan sutradara. Proyek ini dimulai September lalu ketika teater Soho Rep di New York mengundang Tropicana ke program residensi, dan sejak pertama kali ditayangkan Juni lalu, podcast 12 episode telah menawarkan adaptasi dari memoar Tropicana yang memadukan monolog dengan narasi impresionistik untuk diceritakan. bagian dari kisah hidup artis. Musim pertama berfokus pada hari-hari awalnya di Kuba dan cerita tentang nenek dan ayahnya, serta pengaruh seperti yang dia kutip sebagai penyair Kuba abad ke-19 José Martí dan mendiang ahli teori queer Kuba-Amerika José Esteban Muñoz. Kedua saudara perempuan ini juga berkolaborasi dengan musisi terkenal Marc Ribot dan bandnya Los Cubanos Postizos untuk menciptakan suara pengiring untuk pertunjukan tersebut.

Podcast mengacu pada cerita yang dibagikan di antara anggota keluarga, “tetapi ada perbedaan dalam cara kita semua memahami apa yang terjadi dalam ingatan kita,” kata Tropicana. “Ini sangat intim.” Dan melalui tulisan mereka sendiri, kedua saudari itu telah menemukan bahasa untuk dibagikan kepada orang lain. “Yang saya suka dari bekerja dengan Ela adalah dia sangat visual, tetapi juga sangat analitis,” kata Tropicana. “Bukan begitu cara kerja pikiranku. Anda ingin bekerja dengan orang-orang yang akan memberi Anda sesuatu yang tidak Anda miliki. Itu mengilhami saya ketika kami berdua terjalin dalam pekerjaan. ” — Maximilíano Duron

Ruangrupa x Dunia

Penyelenggara Documenta, festival seni yang sangat berpengaruh yang mengambil alih Kassel, Jerman, setiap lima tahun, biasanya harus berjuang jutaan dolar dalam pendanaan, berkoordinasi dengan ratusan seniman, dan berinteraksi dengan administrator dan politisi yang tak terhitung jumlahnya. Pada dasarnya, tugas itu membutuhkan kemauan, kesopanan, dan kontrol. Namun para kurator untuk edisi berikutnya—sebuah kolektif sembilan seniman Indonesia bernama ruangrupa—sejauh ini telah diberi kelonggaran untuk pendekatan perencanaan yang lebih bebas.

“Banyak rapat yang tidak produktif—atau tidak seproduktif mungkin,” kata anggota ruangrupa yang lebih suka dikutip sebagai satu kesatuan. “Sangat sulit bagi kami untuk mengadakan pertemuan yang layak. Dan kemudian membuat frustrasi juga bagi orang-orang untuk hadir dalam pertemuan kami.”

Alih-alih duduk dengan agenda yang ditetapkan untuk Documenta 15, yang dijadwalkan dibuka pada Juni 2022, para anggota mengatakan bahwa mereka memiliki percakapan berliku-liku dari mana mereka jarang muncul dengan ide-ide yang terbentuk sepenuhnya. Sebaliknya, pencerahan biasanya menyerang selama obrolan WhatsApp dan jeda merokok—ruang di antara tempat obrolan ringan dapat menghasilkan terobosan besar.

Ketika diumumkan pada tahun 2019 bahwa ruangrupa akan memimpin Documenta, menjadi kolektif pertama yang melakukannya, hal itu mengejutkan banyak orang di dunia seni Barat, di mana karya kelompok itu sebagian besar tidak terlihat. Namun di Asia Tenggara, ruangrupa telah muncul sebagai salah satu kelompok seniman paling mutakhir di kawasan ini, sebagian berkat penekanannya pada kebersamaan dan pertukaran pengetahuan. Dibentuk pada tahun 2000, ruangrupa bersatu setelah jatuhnya Suharto, diktator Indonesia yang rezim otoriternya selama beberapa dekade dituduh melakukan korupsi yang meluas. Mengingat asal-usul mereka, ruangrupa mengatakan bahwa pada saat itu, mereka mengalami “euforia bergerombol, berkumpul”, sesuatu yang mereka coba lanjutkan dalam pekerjaan mereka sejak saat itu.

Banyak dari inisiatif mereka melibatkan pengumpulan orang di satu ruang dan melihat apa yang terjadi. Di antara proyek mereka yang paling signifikan adalah Gudskul, sebuah platform pendidikan yang mereka buat bersama dua kolektif Indonesia lainnya, Serrum dan Grafis Huru Hara. Berbasis di Jakarta, Gudskul telah mengadakan program di luar negeri, termasuk salah satunya di Sharjah Biennial edisi 2019, di mana mereka menawarkan “toolkit,” sistem untuk merekam dan menyimpan percakapan tentang konsep pengetahuan. Semangat serupa juga mewarnai presentasi mereka di Bienal de São Paulo 2014, yang diadakan dalam struktur yang memadukan arsitektur dan seni pahat.

Menghidupkan usaha koperasi tersebut adalah konsep “lumbung,” yang diterjemahkan dari bahasa Indonesia sebagai semacam milik bersama di mana semua dibagi. Dan karena perencanaan untuk Documenta masih berlangsung, ada kemungkinan bahwa di tangan ruangrupa, itu akan tetap tidak pasti sampai akhir. Masukan dari rekan-rekan seniman sangat penting untuk karya ruangrupa yang agak spontan, sehingga semua aktivitasnya selalu berubah-ubah. “Kita tidak bisa berpura-pura bahwa kita tahu segalanya. Ada banyak hal yang tidak kami ketahui,” kata kelompok itu. “Berkolaborasi dengan orang lain—seperti mendapatkan teman baru yang darinya kita bisa belajar lebih banyak, lebih banyak lagi.” — Alex Greenberger

Mary Reid Kelley x Patrick Kelley

Bagi seniman yang melakukan praktik kolaborasi, terkadang dibutuhkan satu proyek saja untuk mengubah cara mereka bekerja sama. Mary Reid Kelley dan Patrick Kelley telah menjadi pasangan hidup sejak 2002, dan kolaborator artistik sejak 2008. Film surealistik mereka, kaya akan permainan kata dan referensi sejarah, memadukan kinerja dan animasi; mereka membintangi Reid Kelley sebagai semua karakter, dan sejak awal, pasangan itu menghubungkan karya seni itu semata-mata padanya. Namun, karena keterlibatan Kelley menjadi lebih penting, mereka mulai menandatangani karya tersebut. Proyek terbaru mereka, sebuah komisi untuk Museum Isabella Stewart Gardner di Boston, lebih mengandalkan peran Kelley sebagai sutradara, dan membuat kedua seniman itu berpikir secara berbeda tentang proses mereka.

Gardner memberi dua seniman residensi selama sebulan pada musim gugur 2019, dan meminta mereka untuk membuat karya seni sebagai tanggapan atas lukisan Titian The Rape of Europa untuk ditampilkan dalam retrospektif mendatang. Lukisan Titian menunjukkan Zeus, sebagai banteng, menculik Europa, yang berbaring di punggungnya. “Ini hanya salah satu dari karya luar biasa itu,” kata Reid Kelley, “di mana semakin Anda melihatnya, semakin terungkap, semakin banyak perspektif Anda berkembang.”

Film yang mereka buat bergantian antara dua setting. Salah satunya tampak seperti panggung untuk aktor amatir, di mana karakter wanita dari sepanjang sejarah (semua dimainkan oleh Reid Kelley) meniru aksi sementara sulih suara berbicara pantun yang menggambarkan karakter tersebut. Pengaturan lainnya adalah penciptaan kembali animasi halaman Gardner, di mana Europa (juga Reid Kelley) menanggapi pantun dengan semacam permainan kata yang disebut Tom Swifty.

Biasanya, proses mereka dalam membuat film dimulai dengan Reid Kelley merumuskan subjek dan naskah; Kelley kemudian menggunakannya sebagai dasar untuk konsep sinematik. Karena pekerjaan baru ini adalah sebuah komisi, bagaimanapun, "kami berdua sangat terlibat di lantai dasar kolaborasi," kata Reid Kelley. Kelley menciptakan "set tipe basement gereja" untuk para wanita bersejarah, tetapi menciptakan kembali halaman Gardner memiliki tingkat kerumitan yang berbeda. Mengatur film di halaman sangat penting, kata Reid Kelley, karena mereka ingin "tidak hanya menanggapi karya agung yang terisolasi ini, tetapi juga gagasan tentang apa itu museum." Lukisan Titian, katanya, “adalah tentang fondasi peradaban yang sebenarnya: pencurian, kekerasan, pemaksaan, dan pemindahan. Dan ada kesadaran yang berkembang bahwa itulah yang ditunjukkan museum kepada kita.”

Untuk menciptakan resonansi semacam itu, untuk pertama kalinya Kelley beralih ke kamera genggam. “Ketika Anda melihat jenis pengambilan gambar seperti itu,” katanya, “ini memiliki landasan dalam cuplikan berita dan naturalisme.” Sementara itu, peran Kelley berubah lebih signifikan. Dengan Reid Kelley memainkan lebih banyak karakter daripada biasanya, dia mulai mengarahkannya lebih aktif. “Kami sadar bahwa kami harus mengambil keuntungan lebih baik dari perspektif yang dia miliki sebagai sutradara,” kata Reid Kelley.

Kelley menambahkan, “Setiap kali kami berkolaborasi, ada elemen evolusi dalam proses kami.”

Reid Kelley mengatakan pasangan itu masih menghadapi masalah orang-orang yang ingin mengaitkan film-film itu dengan dirinya sendiri. “Orang-orang secara ideologis menginginkan dan lebih menyukai seorang penulis tunggal. Orang-orang dengan tepat mengidentifikasi karya tersebut sebagai feminis dan menginginkan seorang penulis wanita tunggal.” — Sarah Douglas


Polly Apfelbaum x Madeline Hollander x Zak Kitnick

“Downtown 2021,” sebuah pertunjukan Januari lalu di La MaMa Galleria di New York, mengambil namanya dari film Downtown 81 , sebuah kapsul waktu dari kota ultrahip Lower East Side tahun 1980-an. Film ini menggabungkan cuplikan nyata dan fiksi dari lingkungan yang dibuat terkenal oleh Jean-Michel Basquiat, Keith Haring, dan banyak lainnya yang bekerja keras dan bergolak di jalan-jalan kota, studio, dan klub. Dan pameran tersebut menjadi semacam aksi kedua, dengan fokus pada galeri independen dan ruang seni (dan para seniman yang mengisinya), termasuk koperasi feminis AIR, yang telah beroperasi sejak 1972, dan tujuan baru penjaga Brooklyn Pioneer Works .

Bersama-sama, karya seni menyoroti bagaimana gagasan "pusat kota"—sebagai kurang geografis daripada lokus generatif—telah berkembang sejak saat itu dari Manhattan hingga jauh di luar; mereka mengilustrasikan sebuah cerita tentang konstelasi galeri akar rumput, seniman, dan kurator yang selaras dalam pikiran yang sama.

One piece menonjol sebagai contoh semangat kolaboratif acara: DROP CITY oleh Polly Apfelbaum, Madeline Hollander, dan Zak Kitnick. Dibuat khusus untuk pertunjukan, karya seluas 10 kaki persegi ini terdiri dari empat kotak kain drop yang diwarnai secara individual merah muda, emas, biru tua, dan hijau limau, di mana pemutih digerimis dalam pola, dan yang kemudian distensil dengan segitiga hitam kecil. Sepertinya semacam selimut atau jubah upacara yang disediakan untuk ritus yang tidak diketahui.

Para seniman menyusun dan mengeksekusinya sepenuhnya melalui video, teks, dan telepon saat bekerja dalam isolasi selama penguncian Covid. “Itu adalah pengalaman paling sosial dan antisosial,” kata Kitnick. “Itu adalah alasan untuk melakukan percakapan yang menarik tentang apa pun selain pandemi.” Apfelbaum, yang praktiknya mencakup tekstil, patung, dan menggambar, memilih kain drop dari kumpulan bahannya yang kaya dan mengirimkannya ke Kitnick, bersama dengan rencana skema warnanya. Hollander, mantan balerina dan koreografer (dia menyutradarai tarian menakutkan yang terinspirasi dari Nutcracker dalam film Jordan Peele tahun 2019 Us), membuat serangkaian gambar gestur. Dan Kitnick, seorang pematung, pelukis, dan seniman instalasi yang menggoda makna dari objek-objek quotidian, menyatukan bagian-bagian itu di studionya dalam satu sesi yang hanya disela oleh pemecahan masalah yang kreatif. Satu wawasan: Kitnick menyemprotkan pemutih melalui botol peras untuk menerapkan desain yang diinginkan.

“Tiga bagian itu menjadi satu kesatuan,” kata Apfelbaum. “Ini seperti, tangan mereka menjadi tanganmu. Ide dan perbuatan semuanya sama.”

Apfelbaum datang dengan judul, membayangkan Drop City sebagai komunitas utopis atau ruang untuk pemikiran alternatif, yang tampaknya cocok untuk La MaMa. Dan aksi kolaborasi itu sangat bermanfaat bagi ketiga artis tersebut. “Ini memberi kami latihan dalam berkomunikasi dan membuat keseluruhan yang kohesif dari bagian-bagian, memastikan semua orang senang,” kata Kitnick. “Dengan potongan seperti ini Anda mengantisipasi kemungkinan kegagalan atau miskomunikasi, dan kami berhak untuk itu terjadi.”

Nasib seperti itu untungnya dihindari, sebagian berkat fakta bahwa ketiganya adalah teman lama. (Apfelbaum dan Hollander sebenarnya adalah sepupu kedua, meskipun mereka bertemu hanya sebagai orang dewasa.) “Sudah ada begitu banyak kekaguman di antara kita semua,” kata Apfelbaum. "Saya tidak tahu apakah kita bisa melakukan ini tanpanya." — Tessa Solomon

Artis Kuba x 27N

Sejak 2018, Kuba telah membatasi apa yang dapat digambarkan seniman dalam karya seni mereka dan bagaimana mereka menjualnya melalui undang-undang kontroversial yang dikenal sebagai Dekrit 349. Dalam aksi kolektif terbesar selama bertahun-tahun, sekitar 300 pengunjuk rasa berkumpul di luar Kementerian Kebudayaan Kuba di Havana pada 27 November 2020, untuk mengecam tindakan keras negara terhadap seniman. Setelah pejabat Kuba mengatakan mereka akan mendengarkan para demonstran dan kemudian mengingkari, dengan Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyebut tuntutan mereka sebagai "lelucon", sebuah gerakan yang dipimpin seniman lahir: 27N, dinamai untuk hari protes awal.

Dalam beberapa bulan sejak itu, 27N telah menjadi berita utama internasional. Reuters, South China Morning Post , dan New York Times semuanya menerbitkan laporan tentang protes 27 November, memastikan bahwa ketakutan akan penyensoran di Kuba tidak akan terbatas pada pulau-pulau tersebut. Tokoh-tokoh terkenal telah terlibat: Tania Bruguera, seorang seniman Kuba yang karyanya secara teratur muncul di dua tahunan besar dan museum di seluruh dunia, ditahan oleh polisi saat protes berkecamuk; Luis Manuel Otero Alcantara, saat ini di antara seniman paling terkenal di Kuba, telah ditangkap beberapa kali sehubungan dengan 27N dan Gerakan San Isidro terkait. Ketika dia dibawa oleh pejabat keamanan pada Mei 2021, Amnesty International melabelinya sebagai “tahanan hati nurani.”

Sifat protes yang meluas dan eksplosif ini menyebabkan sejarawan Rafael Rojas mengatakan kepada Radio Bonita Kuba, “ini adalah pertama kalinya para seniman dan intelektual di Kuba menentang konstitusi.” Seniman dan jurnalis independen di negara ini telah mengaitkan keberhasilan gerakan ini dengan kolaborasi yang meluas di antara para seniman. Dalam sebuah wawancara, seniman Kuba-Amerika yang berbasis di New York, Coco Fusco mengatakan, "Bersama-sama, ada lebih banyak kekuatan daripada [di antara] orang yang bekerja secara individu."

Tidak seperti saudara 27N yang lebih tua, Gerakan San Isidro, yang dibentuk pada tahun 2018 untuk memprotes penangkapan seorang rapper muda dan mencakup banyak seniman otodidak dan non-kulit putih, gerakan ini terutama terdiri dari orang-orang yang “berkulit putih dan kelas atas, dan bagian dari pembentukan seni, ”kata Fusco. Dengan demikian, mereka dapat memanfaatkan kekuatan mereka dengan cara yang lebih menghadap publik. Mei lalu, sekelompok seniman—di antaranya Bruguera, Tomás Sánchez, Sandra Ceballos, dan Marco Castillo, mantan anggota Los Carpinteros—meminta Museo Nacional de Bellas Artes di Havana untuk menghapus karya mereka dari pandangan sampai Otero Alcantara selesai. dibebaskan dari rumah sakit tempat dia ditahan saat itu. (Dia kemudian dibebaskan.) Museum menolak untuk melakukannya, meskipun laporan surat terbuka 27N dibuat oleh pers internasional.

Fusco mengatakan bahwa pencapaian terbesar 27N sejauh ini adalah membentuk kembali liputan jurnalis asing tentang dunia seni Kuba. “Perhatian media bukan pada kemegahan Kementerian Kebudayaan Kuba atau betapa indahnya sekolah seni itu,” katanya. “Semuanya tentang represi, dan itu membuat orang di luar negeri berpikir dua kali tentang bagaimana rasanya ketika mereka mendapat undangan ke Kuba.” — Alex Greenberger



Artis x Artis: Saat Bekerja Sama Menghasilkan Jenis Seni Baru Carmelita Tropicana x Ela Troyano Saudara kandung sering berbagi bahasa pribad...
Admin Kamis, 16 September 2021