Linkkoe My Id | Peristiwa, Literasi, Edukasi, Buku, Game, Tips, Serba-Serbi, Asuransi, Tekno, Rumah, Food

Linkkoe My Id

Interactive, multimedia, design, prosa, literasi, review, art, resep, food, hiburan

Quote Hari Ini

"Imajinasi Harus Membuat Segalanya Menjadi Indah, bukan Mengerikan"

Penggunaan Awalan "di" yang Salah: Cara Membedakan dan Contohnya!

Penggunaan Awalan "di" yang Salah: Cara Membedakan dan Contohnya!

Penggunaan Awalan di yang Salah



Penggunaan Awalan "di" yang Salah: Cara Membedakan dan Contohnya!


Linkkoe My Id - Kesalahan Penggunaan Awalan "di" Seorang penulis tidak hanya perlu memahami dasar-dasar menulis, tetapi juga perlu memahami penggunaan awalan di dalam sebuah kata atau kalimat. Supaya, penulis terhindar dari kesalahan penggunaan awalan di dalam membuat karya tulisnya.

Karena, banyak orang yang masih sering melakukan kesalahan penggunaan awalan di dalam sebuah kata atau kalimat. Meskipun kesalahan penggunaan awalan di biasanya tidak sampai mengubah makna, tapi ini akan membuat tulisan terlihat rancu.

Jadi, penulis harus bisa membedakan penggunaan awalan di yang dipisah dan digabungkan ketika membuat tulisan. Oleh sebab itu, pelajari fungsi awalan di, contoh kesalahan penggunaan awalan di dan cara membedakan penggunaannya.



Pengertian Awalan "di"


Awalan atau prefiks adalah sebuah afiks yang ditambahkan atau dibubuhkan pada awal sebuah kata dasar. Kata “awalan” berasal dari bahasa Arab yaitu “awwal” yang berarti awal dan akhiran “-an” adalah pertengahan.

Pada studi bahasa Semitik, awalan disebut dengan performatif karena prefiks bisa mengubah bentuk kata yang dibubuhinya.

Dalam bahasa Indonesia, ada beberapa jenis awalan, yakni awalan se-, di-, me-, meng-, ber-, pe-, per-, ter-, dan ke-.

Awalan di- dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja pasif dan berkaitan dengan bentuk aktifnya yang menggunakan awalan me-.

Kesalahan penggunaan awalan di yang sering terjadi ketika digunakan sebagai kata depan untuk menunjukkan tempat. Seharusnya, penulisan awalan di- untuk menunjukkan tempat dipisah, berbeda dengan penggunaan awalan di- untuk kata kerja yang harus digabungkan.

Contohnya:


  • Awalan di- untuk kata kerja bentuk pasif, seperti dijual, dipakai.
  • Awalan di- sebagai kata depan atau preposisi, seperti di sana, di rumah, di bangku.

Cara mudah untuk membedakan penggunaan awalan di sebagai kata kerja pasif dan kata depan adalah melihat jenis kata yang terbentuk. Bila kata yang terbentuk bertujuan sebagai penunjuk tempat, maka harus dipisah. Bila kata yang terbentuk dengan imbuhan di menunjukkan kata kerja, maka harus digabungkan.

Penggunaan Awalan "di" yang Baik dan Benar


Seorang penulis harus mengacu kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar ketika menulis sebuah kalimat. Supaya, informasi yang disampaikan melalui tulisan tidak membingungkan, tidak menimbulkan makna ganda dan mudah dipahami pembacanya.

Karena, salah pemilihan kata dan penulisan ejaan bisa menimbulkan makna lain yang mengakibatkan pesan suatu kalimat tak tersampaikan. Salah satunya, penulisan dan penggunaan awalan di- dalam sebuah kata.

Dewasa ini, banyak orang yang masih salah dan kebingungan meletakkan posisi di- sebagai awalan yang baik dan benar.

Menurut Eko Sugiarto dalam Kitab Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) tahun 2017, ada dua macam penggunaan awalan di- dalam sebuah kata.

1. Penggunaan awalan" di-" sebagai kata depan


Penggunaan imbuhan di- sebagai kata depan harus terpisah dari kata yang mengikutinya. Penggunaan awalan di- sebagai kata depan ini bertujuan menunjukkan tempat, nama, waktu, dan lokasi.

Penggunaan imbuhan di- sebagai kata depan harusnya bisa digantikan dengan kata lain, seperti dari. Contohnya “di sekolah” bisa diganti dengan “dari sekolah.

Satu lagi yang harus diingat, karena sering menjadi kesalahan penggunaan awalan di-, yakni imbuhan di sebagai kata depan tidak bisa diubah menjadi kata kerja aktif yang menggunakan awalan me-. Misalnya, kata “di toko” tidak bisa diubah menjadi “ me toko” yang merupakan kata kerja aktif.

Contoh penggunaan awalan "di" sebagai kata depan.

  • Selama pandemi Covid-19, semua pelajar harus belajar di rumah saja. (Benar)
  • Selama pandemi Covid-19, semua pelajar harus belajar dirumah saja. (Salah)
  • Ibu meletakkan semua bumbu dapur di lemari gantung. (Benar)
  • Ibu meletakkan semua bumbu dapur dilemari gantung. (Salah)
  • Nina berdiri di antara Uti dan Kiki ketika foto buku tahunan. (Benar)
  • Nina berdiri diantara Uti dan Kiki ketika foto buku tahunan. (Salah)

2. Penggunaan awalan "di-" sebagai kata kerja


Penulisan imbuhan di- sebagai awalan harus digabungkan dengan kata yang mengikutinya. Penggunaan awalan di- dalam sebuah kata ini akan membentuk kata kerja pasif. Artinya, kata kerja pasif itu bisa diubah menjadi kata kerja aktif yang menggunakan imbuhan me-. Misalnya, kata kerja pasif “dipukul” bisa diubah menjadi kata kerja aktif “memukul”.

Contoh penggunaan awalan di sebagai kata kerja pasif.

  • Obat dari dokter untuk pasien Covid-19 ini harus diminum rutin sehari 3 kali. (Benar)
  • Obat dari dokter untuk pasien Covid-19 ini harus di minum rutin sehari 3 kali. (Salah)
  • Pelipis Budi memar setelah dipukul oleh Adam. (Benar)
  • Pelipis Budi memar setelah di pukul oleh Adam. (Salah)
  • Bekal makan siang milikku dari ibu dimakan bersama teman-teman saat istirahat (Benar)
  • Bekal makan siang milikku dari ibu di makan bersama teman-teman saat istirahat. (Salah)

Kesalahan Penggunaan Awalan "di" dan Pembenarannya


Penggunaan awalan di- sering kali salah dan keliru antara dipisah dan digabungkan. Sebagian besar orang mungkin belum memahami penggunaan awalan di- yang baik dan benar.

Meskipun penggunaan awalan di- ini terlihat sangat sepele, tetapi penulis harus memahami hal ini lebih detail ketika menulis. Karena, penggunaan awalan di- yang salah bisa menyebabkan sebuah kata atau kalimat itu terlihat rancu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), awalan di bisa menjadi kata depan yang harus ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya. Awalan di- juga bisa digunakan sebagai pembentuk kata kerja yang harus digabungkan dengan kata yang mengikutinya.

Berikut ini, beberapa contoh kesalahan penggunaan awalan di yang sering ditemui dalam sebuah penulisan.

1. Kesalahan penggunaan awalan "di" untuk menunjukkan suatu tempat


Penggunaan awalan di untuk menunjukkan suatu tempat biasanya berfungsi sebagai kata depan. Dalam hal ini, awalan di biasanya diikuti oleh kata yang menunjukkan suatu tempat, posisi, waktu atau menanyakan suatu tempat. Karena itu, penulisan awalan di sebagai kata depan harus terpisah dengan kata yang mengikutinya. Berikut ini contoh kesalahan penggunaan awalan di sebagai kata depan dan pembenarannya.

a. Disekolah

Kata di atas adalah kesalahan penggunaan awalan di, karena awalan di- digunakan untuk menunjukkan suatu tempat. Penulisan awalan di- di atas harus dipisah, sebab kata yang mengikutinya tidak bisa diberi imbuhan me-, meng- dan lainnya. Jadi, penulisan yang benar adalah “Di Sekolah”.

b. Dimana

Kata di atas adalah kesalahan penggunaan awalan di, karena awalan di- digunakan untuk kalimat tanya yang mengarah pada suatu tempat. Penulisan awalan di- di atas harus dipisah, sebab kata yang mengikutinya tidak bisa diberi imbuhan me-, meng- dan lainnya. Jadi, penulisan yang benar adalah “Di mana”.

c. Ditengah-tengah

Kata di atas adalah kesalahan penggunaan awalan di, karena awalan di- ini berfungsi menunjukkan posisi atau tempat. Penulisan awalan di- di atas harus dipisah, sebab kata yang mengikutinya tidak bisa diberi imbuhan me-, meng- dan lainnya. Maka, penulisan yang benar harus adalah “Di tengah-tengah”.

d. Disana

Kata di atas adalah kesalahan penggunaan awalan di, karena awalan di- ini berfungsi menunjukkan suatu tempat yang jauh. Maka, penulisan awalan di- di atas harus dipisah, sebab kata yang mengikutinya tidak bisa diberi imbuhan me-, meng- dan lainnya. Jadi, penulisan awalan di yang benar dari kata di atas adalah “Di sana”.

e. Disore

Kata di atas termasuk kesalahan penggunaan awalan di, karena awalan di- ini berfungsi menunjukkan waktu. Dalam hal ini, penulisan awalan di- untuk menunjukkan waktu sama seperti yang menunjukkan tempat, yakni dipisah. Sebab, kata dasar yang mengikutinya tidak bisa diberi imbuhan me-, meng- dan lainnya. Maka, penulisan yang benar harus adalah “Di sore”.

2. Kesalahan penggunaan awalan di sebagai kata kerja

Penggunaan awalan di sebagai kata kerja pasif maka harus diikuti oleh kata kerja dasar. Penulisan awalan di sebagai kata kerja pasif yang diikuti kata kerja dasar pun harus digabungkan. Karena, kata dasar yang mengikutinya bisa diberi imbuhan lain, seperti me-, meng- dan lainnya. Berikut ini, contoh kesalahan penggunaan awalan di sebagai kata kerja pasif dan pembenarannya.

a. Di pukul

Kata di atas termasuk kesalahan penggunaan awalan di yang berfungsi membentuk kata kerja pasif dari “pukul”. Karena, penulisan awalan di untuk membentuk kata kerja pasif, maka harus digabungkan. Sehingga penulisan awalan di- yang benar dari kata tersebut adalah “dipukul”. Anda masih bisa mengubah awalan di dengan me agar menjadi memukul.

b. Di tendang

Kata di atas termasuk kesalahan penggunaan awalan di yang berfungsi membentuk kata kerja pasif dari “tendang”. Karena, penulisan awalan di untuk membentuk kata kerja pasif, maka harus digabungkan. Sehingga, penulisan awalan di- yang benar dari kata tersebut adalah “ditendang”. Anda masih bisa mengubah awalan di dengan men agar menjadi menendang.

c. Di sikat

Kata di atas termasuk kesalahan penggunaan awalan di yang berfungsi membentuk kata kerja pasif dari “sikat”. Penulisan awalan di untuk membentuk kata kerja pasif harus digabungkan. Maka, penulisan awalan di- yang benar dari kata tersebut adalah “disikat”. Karena, Anda masih bisa mengubah awalan di dengan meny- sehingga menjadi menyikat.

d. Di cintai

Kata di atas adalah kesalahan penggunaan awalan di, karena termasuk bentuk kata kerja pasif. Meskipun cinta adalah sesuatu hal yang tak terbentuk dan tak bisa dilihat, tapi kata “cinta” merupakan kata kerja dasar. Maka, penulisan awalan di untuk membentuk kata kerja pasif ini harus digabungkan, yakni “dicintai”. Karena, Anda masih bisa mengubah awalan di menjadi men-, yakni mencintai.

e. Di abaikan

Kata di atas termasuk kesalahan penggunaan awalan di yang sering terjadi dan terlewatkan. Padahal awalan di di atas diikuti oleh kata kerja “abai”. Maka penulisan awalan di dan kata kerjanya harus digabungkan, yakni “diabaikan”. Sebab, Anda masih bisa mengubah awalan di dengan meng- sehingga menjadi mengabaikan.

Cara Membedakan Penggunaan Awalan "di" yang Dipisah dan Digabungkan


Pada dasarnya, kesalahan penggunaan awalan di biasanya tidak sampai mengubah makna sebuah kata. Tapi, kesalahan ini cukup membuat tulisan terlihat rancu dan tidak profesional ketika diperhatikan oleh pembaca.

Guna menghindari kesalahan penggunaan awalan di dalam sebuah kata atau kalimat, Anda harus bisa membedakan fungsi penggunaannya. Berikut ini, cara paling mudah untuk membedakan penggunaan awalan di yang harus dipisahkan dan digabungkan.

1. Perhatikan kata dasar yang mengikutinya

Cara mudah mengidentifikasi penggunaan awalan di dengan cara dipisah dan digabungkan adalah perhatikan kata dasar yang mengikutinya. Karena, kata dasar yang menggunakan awalan di dengan cara dipisah atau digabungkan sangat berbeda.

Penggunaan awalan di dengan cara digabungkan berfungsi untuk membentuk kata kerja pasif. Maka, kata dasar yang mengikuti awalan di sudah pasti kata kerja, seperti ditulis dari kata kerja tulis, dibaca dari kata kerja baca, dan dipotong dari kata kerja potong.

Sedangkan, penggunaan awalan di dengan cara dipisah berfungsi untuk menunjukkan sebuah tempat. Maka, kata dasar yang mengikutinya sudah pasti menunjukkan suatu tempat atau posisi, seperti di luar, di antara, dan di rumah.

Contoh:

  • Di (awalan) + kejar (kata kerja) = dikejar, bukan di kejar.
  • Di (awalan) + makam (keterangan tempat) = di makam, bukan dimakam.

2. Gunakan imbuhan lain sebagai pengganti awalan "di"

Cara paling mudah untuk mengidentifikasi di- sebagai awalan atau kata dasar adalah gunakan kata imbuhan lain untuk mengubah “di”, seperti me-, meng-, meny-, men, mem-.

Bila kata dasar yang menggunakan awalan di tetap bisa bermakna ketika diubah menggunakan imbuhan me- dan lainnya. Maka, penulisan awalan di yang diikuti kata dasar itu harus digabungkan untuk membentuk kata kerja pasif. Misalnya, kata ditulis bisa diubah dengan menulis.

Bila kata dasar dengan awalan di tidak bisa menggunakan imbuhan lain, seperti me-, seperti didapur yang tidak bisa diubah menjadi mendapur, medapur atau lainnya. Artinya, penggunaan awalan di itu berfungsi menunjukkan tempat. Maka, penulisan awalan di untuk menunjukkan tempat harus dipisah. Hal ini bisa membantu menghindari kesalahan penggunaan awalan di.

Contoh:

Dikejar

Penulisan awalan di dan kata kerja di atas harus digabungkan. Karena awalan di bisa diganti dengan imbuhan lain, seperti meng- agar menjadi bentuk kata kerja aktif, yakni mengejar.

Di makam

Penulisan awalan di di atas harus dipisahkan karena berfungsi menunjukkan suatu tempat. Kata dasar yang mengikutinya pun tidak bisa diberi imbuhan lain, seperti me-, meng, mem-, meny- dan sebagainya. Misalnya, memakam yang tidak ada dalam ejaan Bahasa Indonesia.


Contoh Penggunaan Awalan "di"


Adapun beberapa contoh penulisan yang benar dan kesalahan penggunaan awalan di dalam kata yang masih sering terjadi, berikut ini contohnya.

1. Contoh penggunaan awalan "di" yang digabungkan

Berikut ini, beberapa contoh penulisan awalan di yang digabungkan untuk menghindari kesalahan penggunaan awalan di.

  • Dialihkan, bukan di alihkan
  • Dibeli, bukan di beli
  • Ditarik, bukan di tarik
  • Didorong, bukan di dorong
  • Ditanam, bukan di tanam
  • Dicegah, bukan di cegah
  • Dimasak, bukan di masak
  • Direbus, bukan di rebus
  • Disimpan, bukan di simpan
  • Dianjurkan, bukan di anjurkan
  • Ditempati, bukan di tempati
  • Didatangi, bukan di datangi
  • Dikasihi, bukan di kasihi
  • Disampingkan, bukan di sampingkan
  • Disuap, bukan di suap

2. Contoh penggunaan awalan "di" yang dipisah

Berikut ini, beberapa contoh penulisan awalan di yang dipisah untuk menghindari kesalahan penggunaan awalan di.

  • Di sebuah, bukan disebuah
  • Di pagi, bukan dipagi
  • Di kulkas, bukan dikulkas
  • Di rumah, bukan dirumah
  • Di kursi, bukan dikursi
  • Di sini, bukan disini
  • Di saat, bukan disaat
  • Di sekitar, bukan disekitar
  • Di tempat, bukan ditempat
  • Di tepi, bukan ditepi
  • Di dalam, bukan didalam
  • Di luar, bukan diluar
  • Di tengah, bukan ditengah
  • Di kota, bukan dikota
  • Di malam hari, bukan dimalam hari

Penggunaan Kalimat Efektif yang Sering Terjadi Kesalahan

Penggunaan Kalimat Efektif yang Sering Terjadi Kesalahan

Penggunaan Kalimat Efektif yang Sering Terjadi Kesalahan



Penggunaan Kalimat Efektif yang Sering Terjadi Kesalahan


Linkkoe My Id - Kesalahan penggunaan kalimat efektif. Seorang penulis dalam tulisan-tulisannya harus menggunakan kalimat efektif. Kalimat efektif digunakan oleh para penulis supaya maksud tujuan dari tulisan tersebut tersampaikan atau dapat diterima dengan jelas. Namun, dalam penggunaan kalimat efektif itu ada ciri-ciri dan syarat yang harus dipenuhi, lho.

Banyak juga dari kita yang dalam tulisannya masih belum menggunakan kalimat-kalimat efektif. Oleh karena itu, penting untuk kita mengetahui bagaimana kalimat efektif tersebut. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai kalimat efektif, mulai dari pengertian, ciri-ciri, syarat, dan contoh kesalahan penggunaan kalimat efektif dan pembenarannya. Mari kita mulai!


Baca Juga: 


Pengertian Kalimat Efektif


1. Dalman (2016)

Kalimat efektif adalah suatu kalimat yang berfungsi untuk menyampaikan gagasan, ide, informasi, atau pesan, secara jelas dan tepat, sehingga pembaca mengerti dan memahami maksud dari si penulis.

2. Trismanto (2016)

Kalimat yang jelas dan baik akan mudah dipahami orang lain secara tepat. Kalimat yang demikian itu disebut dengan kalimat efektif, yang secara tepat dapat mewakili pikiran dan keinginan penulisnya. Dengan kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan sesuai dengan yang diharapkan oleh si penulis atau pembicara.

3. Widjono (2012)

Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat, sehingga apa yang disampaikan dapat dipahami oleh pembaca.

4. Suparno dan Yunus (2009)

Kalimat efektif adalah kalimat yang mewakili kemampuan untuk mengungkapkan gagasan penutur sehingga pendengar atau pembaca dapat memahami gagasan yang terungkap dalam kalimat itu.

5. Rahayu (2007)

Kalimat efektif adalah kalimat yang menimbulkan daya khayal pada pembaca, minimal mendekati apa yang dipikirkan oleh penulis.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, kalimat efektif adalah suatu kalimat yang tersusun secara tepat, singkat, padat, jelas, dan berfungsi untuk menyampaikan suatu maksud tertentu, yaitu berupa ide, gagasan, pesan, dan informasi.

Selain itu, kalimat efektif juga bertujuan untuk mewakili maksud-maksud penulis atau pembicara dengan penyampaian yang padat. Kalimat efektif sendiri menggunakan unsur S-P-O-K dalam strukturnya.


Syarat-syarat Kalimat Efektif


Keraf (1980:36) suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif apabila memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat kalimat efektif adalah sebagai berikut.

  • Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan penulis/pembicara
  • Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepat dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan penulis/pembicara.


Selain dua aspek di atas,menurut Zaenal (2009) kalimat efektif mempunyai syarat-syarat yang harus dipenuhi. ada tujuh (7) syarat-syarat dari kalimat efektif. Tujuh syarat kalimat efektif tersebut bisa dipelajari di bawah ini.


1. Kesepadanan struktur

Kesepadanan struktur adalah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan yang baik. Setiap kalimat yang baik harus jelas memperlihatkan kesatuan gagasan pokok, yaitu mengandung satu ide pokok. Beberapa ciri kesepadanan struktur yang bisa dipelajari adalah sebagai berikut.

  • Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat yang jelas. Kejelasan kalimat dapat dilakukan dengan cara menghindari pemakaian kata depan, seperti; di, dalam, bagi, untuk, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya
  • Tidak memiliki subjek ganda
  • Kata penghubung antarkalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal
  • Predikat utama tidak didahului oleh kata "yang".

2. Keparalelan bentuk (Paralelisme)

Keparalelan bentuk adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat tersebut. Maksudnya adalah jika bentuk pertama menggunakan nomina, maka bentuk kedua dan seterusnya harus juga menggunakan nomina. Apabila bentuk pertama menggunakan verba, maka kedua dan selanjutnya juga menggunakan verba.

3. Ketegasan makna

Ketegasan makna adalah suatu perlakuan yang menonjolkan pada ide pokok. Ada beberapa cara yang bisa membentuk penekanan dalam kalimat. Contohnya seperti di bawah ini.

  • Meletakkan kalimat yang ditonjolkan di awal kalimat
  • Membuat urutan kata yang bertahap
  • Melakukan pengulangan kata atau repetisi
  • Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan
  • Menggunakan partikel penekanan atau penegasan.

4. Kecermatan penalaran

Kecermatan penalaran adalah bahwa kalimat tersebut tidak menimbulkan tafsiran ganda (ambigu) dan tepat dalam pilihan kata. Pemakaian bentuk yang sama secara berlebihan akan mengakibatkan beberapa makna dan menghambarkan selera pendengar atau pembaca.

5. Kehematan kata

Kehematan penalaran adalah suatu kehematan yang mempergunakan kata, frasa, atau bentuk yang tidak dianggap perlu, sehingga tidak terjadi kata-kata yang mubazir. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam penghematan kata. Kriteria tersebut bisa dipelajari di bawah ini.

  • Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek
  • Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponim kata
  • Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
  • Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang sudah berbentuk jamak.

6. Kelogisan bahasa

Struktur gramatikal yang baik merupakan bukan tujuan utama dalam komunikasi, akan tetapi sekadar suatu alat untuk merangkai sebuah pikiran atau maksud sejelas-jelasnya. Selain itu, faktanya ada beberapa orang yang dapat mengungkapkan gagasannya dengan mudah dipahami tanpa harus mempelajari struktur gramatikal bahasa.

Selain unsur gramatikal, ada unsur yang menjadi pengaruh dalam baik tidaknya suatu kalimat dan mudah tidaknya pikiran yang diutarakan dapat dipahami. Unsur lain itu adalah segi penalaran atau logika. Hubungan bahasa dan logika dapat menjamin agar kalimat-kalimat tersebut tidak bertentangan dengan segi penalaran pada umumnya.


7. Kepaduan gagasan

Kepaduan gagasan atau koherensi adalah suatu hubungan timbal balik yang baik dan jelas unsur-unsur yang membentuk kalmat itu (kata atau kelompok kata). Dalam kesatuan pikiran ditekankan pada segi isi, sedangkan koherensi lebih menekankan pada struktur atau interelasi antara kata-kata yang menduduki sebuah tugas dalam kalimat.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal koherensi. Beberapa hal tersebut seperti di bawah ini.

  • Kalimat yang padu tidak bertele-tela dan mencerminkan berpikir yang simetris
  • Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat yang berpredikat pasif persona
  • Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan kata; daripada atau tentang antara predikta, kata kerja, dan objek penderita.

Ciri-ciri dan Tujuan Kalimat Efektif


Sebelumnya kita sudah mempelajari mengenai pengertian dan syarat-syarat dari kalimat efektif. Selanjutnya, kita akan mempelajari tentang ciri-ciri dan tujuan kalimat efektif. Ciri-ciri kalimat efektif dikutip dari materibahasaindonesia.web.id, adalah sebagai berikut.

  • Memiliki unsur pokok, minimal terdiri atas subjek dan predikat
  • Menggunakan diksi yang tepat
  • Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis, serta sistematis
  • Menggunakan tata aturan ejaan yang berlaku, atau saat ini dikenal dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
  • Memperhatikan penggunaan kata, yaitu penghematan penggunaan kata
  • Menggunakan variasi struktur kalimat
  • Menggunakan kesejajaran bentuk bahasa.

Tujuan penggunaan kalimat efektif dinukil dari materibahasaindonesia.web.id adalah untuk menyampaikan gagasan, informasi, perasaan dari si penulis kepada pembaca agar tidak terjadi kesalahan. Secara singkat, tujuan kalimat efektif adalah menyampaikan informasi secara tepat dari penulis pada pembaca. Kalimat efektif banyak digunakan pada berbagai tulisan, seperti; makalah, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, dan sebagainya.

Penggunaan Kalimat Efektif yang Sering Terjadi Kesalahan


Kesalahan-kesalahan penggunaan kalimat dalam suatu tulisan sering terjadi. Kesalahan yang umum terjadi adalah adanya kalimat yang tidak efektif. Kalimat-kalimat yang tidak efektif haruslah dibenarkan, supaya pembaca atau pendengar dapat memahami dengan tepat. Beberapa contoh kesalahan kalimat yang tidak efektif, bisa dipelajari seperti di bawah ini menurut materibahasaindonesia.web.id.

1. Contoh pada teks pidato

Pidato dilakukan untuk menyampaikan informasi secara lisan. Pidato biasa dilakukan pada keadaan penting oleh orang tertentu. Dalam penyampaiannya, teks pidato masih sering ditemukan kalimatnya tidak efektif. Contoh kesalahan atau kalimat yang tidak efektif dalam teks pidato adalah sebagai berikut.

  • Kalimat tidak efektif: “Sebetulnya banyak orang-orang yang masih peduli terhadap kebersihan lingkungan di desa Sukamaju ini.”

Kalimat di atas tidak efektif karena kata banyak sudah menunjukkan arti jamak, sehingga tidak perlu menjamakkan kata orang. Kalimat di atas dapat diubah menjadi kalimat efektif seperti berikut ini: “Sebetulnya banyak orang yang masih peduli terhadap kebersihan lingkungan di desa Sukamaju ini.”


2. Contoh pada teks berita

Berita merupakan informasi tentang keadaan yang sedang terjadi. Berita dapat disampaikan melalui berbagai media, salah satunya media cetak. Media cetak yang biasa digunakan untuk menyampaikan berita adalah koran.

  • Kalimat tidak efektif: “Tanggal 1 Mei dituntut buruh untuk dijadikan sebagai hari libur nasional.”

Kalimat di atas kurang efektif, sehingga dapat diubah menjadi kalimat efektif menjadi seperti berikut; “Buruh menuntut agar tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari libur nasional.”

3. Contoh pada teks pengumuman

Pengumuman bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. Pengumuman bisa disajikan dalam beberapa bentuk, yaitu, visual, audio, dan audio visual. Di bawah ini adalah contoh kalimat pada teks pengumuman.

  • Kalimat tidak efektif: “Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 dilaksanakan di lapangan utama sekolah, hari minggu.”

Kalimat di atas belum efektif, apabila dijadikan kalimat yang efektif maka jadi sebagai berikut; “Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 dilaksanakan di lapangan utama sekolah pada hari Minggu.”

4. Contoh pada teks drama

Teks drama memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik. Selain terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik, teks drama juga harus mengandung kalimat efektif. Kalimat efektif dalam teks drama sangat penting, karena makan dari drama tersebut tidak akan tersampaikan apabila maksud yang diutarakan tidak jelas.

  • Kalimat tidak efektif: Anak: “Bu, sudah delapan purnama kita menunggu kedatangan bapak, akankah ini hanya sekedar penantian bu?

Kalimat di atas belum efektif, apabila diubah menjadi kalimat yang efektif maka akan jadi seperti berikut; Anak: “Bu, sudah delapan purnama kita menunggu kedatangan bapak, akankah ini hanya sekadar penantian, Bu?”

5. Contoh pada teks monolog

Monolog adalah suatu ilmu seni peran yang hanya dibutuhkan seorang dalam lakon tersebut. Ekspresi dan penghayatan si aktor adalah suatu hal yang perlu diperhatikan dalam pentas monolog. Namun, tanpa adanya penggunaan kalimat yang efektif, monolog tersebut akan kehilangan makna dalam pengucapan kata-katanya.

  • Kalimat tidak efektif: “Ketika ayah meninggalkan rumah ini, hanya kulihat punggungnya yang setengah membungkuk.”

Kalimat pada monolog di atas masih kurang tepat atau tidak efektif, apabila kalimat di atas diubah menjadi kalimat efektif maka akan jadi seperti berikut; “Kulihat punggung ayah setengah membungkuk, saat meninggalkan rumah ini.”

Contoh Kesalahan Penggunaan Kalimat Efektif dan Pembenarannya

Kesalahan-kesalahan sering terjadi dan dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kesalahan pada kalimat efektif menurut Trismanto (2016:34-39), bisa dipelajari seperti di bawah ini.


1. Kesalahan dalam kelugasan

Kelugasan dalam kalimat efektif mensyaratkan bahwa informasi yang disampaikan dalam kalimat itu adalah pokok-pokoknya saja, tidak berbelit-belit, namun sederhana.

  • Kalimat tidak efektif 1: Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada PT Tirta Kencana Industri yang berdiri pada tanggal 23 mei 1967 oleh Bapak Achsan yang berlokasi di Jalan Kartini No. 17 Semarang.
  • Kalimat efektif 1: Berdasarkan penelitian, PT Tirta Kencana Industri didirikan pada tanggal 23 Mei 1967 oleh Bapak Achsan, dan berlokasi di Jalan Kartini No. 17 Semarang.
  • Kalimat tidak efektif 2: Terus meningkatnya permintaan terhadap produk shuttlecock, mau tidak mau memaksa industri bola bulu tangkis menambah produksinya dan lebih meningkatkan mutu bola itu sendiri.
  • Kalimat efektif 2: Permintaan yang terus meningkat terhadap produk shuttlecock, memaksa industri bola bulutangkis untuk menambah produksi dan meningkatkan mutunya.


2. Kesalahan dalam ketepatan

Ketepatan dalam kalimat efektif mensyaratkan bahwa informasi yang akan disampaikan dalam kalimat itu harus jitu (tepat sasaran), sehingga dibutuhkan ketelitian. Kalimat yang tepat tidak akan menimbulkan multitafsir karena kalimat yang multitafsir pasti menimbulkan ketaksaan atau keambiguan.

  • Kalimat tidak efektif: Dosen yang mendalami dan mengembangkan bidang ilmu yang langka diberikan anggaran dan fasilitas khusus oleh pemerintah.
  • Kalimat efektif: Pemerintah akan memberikan anggaran dan fasilitas khusus kepada dosen yang mendalami dan mengembangkan bidang ilmu yang langka.


3. Kesalahan dalam kejelasan

Kejelasan dalam kalimat efektif mensyaratkan bahwa kalimat itu harus jelas struktur dan lengkap unsur-unsurnya. Kalimat yang jelas strukturnya memudahkan orang lain untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya, tetapi ketidakjelasan struktur dapat menimbulkan kebingungan orang lain untuk memahami maknanya.

  • Kalimat tidak efektif: Pemerintah secara eksplisit berniat mengatur agar setiap orang di negeri ini mendapatkan layanan kesehatan dasar secara cuma-cuma, jaminan hari tua, pensiun, dan santunan akibat kecelakaan.
  • Kalimat efektif: Pemerintah secara eksplisit berniat mengatur setiap orang di negara ini agar mendapatkan layanan kesehatan dasar secara cuma-cuma, jaminan hari tua, pensiun, dan santunan akibat kecelakaan.


4. Kesalahan dalam kehematan

Kehematan dalam kalimat efektif mensyaratkan bahwa informasi yang akan disampaikan dalam kalimat tersebut harus cermat, tidak boros, dan perlu kehati-hatian. Untuk itu, perlu dihindari bentuk-bentuk kata yang bersinonim.

  • Kalimat tidak efektif: Pemberian penghargaan dapat diberikan dalam bentuk tanda jasa, kenaikan pangkat istimewa, uang, piagam, atau bentuk penghargaan lain.
  • Kalimat efektif: Penghargaan dapat diberikan dalam bentuk tanda jasa, kenaikan pangkat istimewa, uang, piagam, atau bentuk penghargaan lain.


5. Kesalahan dalam kesejajaran

Kesejajaran terletak pada penggunaan imbuhan, sedangkan dalam hal struktur, kesejajaran terletak pada klausa-klausa yang menjadi pengisi dalam kalimat majemuk setara.

  • Kalimat tidak efektif: Tugas tersebut dilakukan dalam rangka peningkatan keberterimaan produk nasional, mendorong produktivitas dan daya guna produksi, serta menjamin mutu barang dan jasa sehingga meningkatkan daya saing.
  • Kalimat efektif: Tugas tersebut dilakukan dalam rangka peningkatan keberterimaan produk nasional untuk mendorong produktivitas dan daya guna produksi, serta untuk menjamin mutu barang dan jasa, sehingga meningkatkan daya saing.


Itulah beberapa kesalahan penggunaan kalimat efektif yang kerap terjadi. Jangan sampai salah lagi, ya!

Tujuh Bantuan Pemerintah Cair Agustus: BST atau BLT Pekerja, BSU, Diskon Listrik, Kuota Internet, BPUM, Kartu Prakerja, & Bansos Sembako

Tujuh Bantuan Pemerintah Cair Agustus: BST atau BLT Pekerja, BSU, Diskon Listrik, Kuota Internet, BPUM, Kartu Prakerja, & Bansos Sembako

Tujuh Bantuan Pemerintah Cair Agustus: BST atau BLT Pekerja, BSU, Diskon Listrik, Kuota Internet, BPUM, Kartu Prakerja, & Bansos Sembako





Tujuh Bantuan Pemerintah Cair Agustus: BST atau BLT Pekerja, BSU, Diskon Listrik, Kuota Internet, BPUM, Kartu Prakerja, & Bansos Sembako


Linkkoe My Id - Pemerintah menyiapkan 7 bantuan untuk masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yakni Program Kartu Prakerja gelombang 18, bantuan sosial tunai (BST), bantuan sosial nontunai atau disebut Bansos Sembako.

Selanjutnya, selama Juli dan Agustus 2021, pemerintah merilis program BSU atau BLT pekerja dan buruh, bansos produktif usaha mikro (BPUM) untuk UMKM, diskon tarif listrik, dan kuota Internet.

Baca Juga:


Berikut ini rincian dari 7 bantuan yang disalurkan pemerintah:

1. BLT atau BSU Pekerja dan Buruh

Kementerian Ketenagakerjaan menerima data calon penerima bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah (BSU) bagi pekerja/buruh dari BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat (30 Juli 2021). Prosesi serah terima data calon penerima bantuan langsung tunai (BLT) ini sebagai tanda dimulainya program BSU untuk Juli dan Agustus tahun 2021.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan bahwa pada hari ini pihaknya menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 1 juta calon penerima BSU atau BLT dari 8,73 juta pekerja/buruh yang diproyeksikan akan menerima bantuan untuk Juli dan Agustus. Untuk jumlah calon penerima tersebut, Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp8,8 Triliun.

"Nantinya data 1 juta calon penerima BSU tersebut akan dicek dan di-screening oleh Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan kesesuaian format data, dan menghindari duplikasi data," ujar Menaker Ida seperti dilansir laman resmi Kemnaker, www.kemnaker.go.id.

Terkait dengan mekanisme penyalurannya, BSU disalurkan langsung ke rekening bank penerima bantuan. Para penerima BSU yang memiliki mobile banking langsung dapat cek di gadget-nya, atau bisa langsung cek ke ATM dan ke kantor cabang Bank Penyalur dengan tetap menjaga protokol Kesehatan.

Bank Penyalur BSU adalah Bank Milik Negara yang terhimpun dalam Himbara yaitu Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BTN. Khusus untuk penyaluran dana bantuan kepada pekerja/buruh penerima bantuan di Provinsi Aceh, menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI).

2. Kartu Prakerja

Lalu, untuk pekerja yang terkena PHK ada tambahan dana sebesar Rp 10 triliun untuk 2,8 juta peserta. Bantuan ini akan diberikan sejak PPKM diberlakukan hingga akhir tahun mendatang. Syaratnya adalah WNI, berusia minimal 18 tahun, tidak sedang menempuh pendidikan formal, merupakan pencari kerja, bukan ASN, TNI/Polri, anggota DPR/DPRD, BUMN/BUMD, dan dalam satu keluarga maksimal 2 pendaftar.

3. Bansos Sembako

Kementerian Sosial untuk mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/kartu sembako serta Program Keluarga Harapan (PKH) yang ditambah dengan bantuan beras bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kemensos bermitra dengan Perum Bulog dalam penyaluran bantuan beras 10 kg untuk 10 juta KPM PKH, 10 juta KPM BST dan 8,8 juta KPM Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako non-PKH.

4. BST

Bantuan sosial tunai (BST) untuk periode Juli dan Agustus 2021 yang disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) via Kantor Pos senilai Rp300 per bulan sudah mulai berjalan. Namun, untuk warga DKI Jakarta masih belum ada keterangan tentang kapan bantuan serupa via Bank DKI akan cair.

Sama seperti penyaluran BST tahap sebelumnya, penyaluran BST tahap ke-14 dan 15 ini juga dilakukan melalui Kantor Pos kepada keluarga penerima manfaat. Tiap KK menerima uang BST sebesar Rp600 ribu.

Sementara itu, menurut penelusuran Ayojakarta, Pemprov DKI Jakarta masih menyelesaikan penyaluran BST untuk periode Mei dan Juni 2021. Masih ada sekitar 99 ribu calon penerima bantuan yang masih diselaraskan datanya.

Hal itu terungkap dari kicauan akun Twitter Pemprov DKI, @DKIJakarta, pada Kamis 29 Juli 2021 menjawab pertanyaan dari warganet.

  • (1/3) Sesuai info dari Dinas terkait, pencairan BST tahap 5 dan 6 telah dilakukan pada tanggal 19 Juli 2021 kepada 907.616 KK.
  • (2/3) Apabila Bapak / Ibu telah menerima buku tabungan dan kartu ATM BST, serta telah melakukan pencairan BST tahap 4, maka Bapak / Ibu termasuk ke dalam 99.763 KK yang masih dalam proses pemadanan dengan data Kementerian Sosial RI untuk menghindari duplikasi data.
  • (3/3) Untuk itu kami mohon perkenan Bapak / Ibu dapat menunggu. Informasi lengkapnya melalui media sosial resmi Pemprov DKI Jakarta atau melalui Call Center BST (021) 2268 4824. Terima kasih.

5. Diskon Tarif Listrik

Diskon listrik juga diperpanjang hingga Desember 2021 bagi 32,6 juta rumah tangga yang terdaftar. Ketentuannya adalah pengguna listrik 450VA mendapatkan diskon 50 persen, sedangkan pelanggan 900 VA akan mendapatkan diskon sebesar 25 persen. Selain itu, masa bantuan rekening minimum biaya beban/abonemen bagi pelaku usaha juga diperpanjang sampai Desember 2021.


6. Kuota Internet

Terakhir, subsidi kuota internet 38,1 juta bagi peserta didik dan tenaga kerja kembali diperpanjang hingga akhir tahun. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah: terdaftar di aplikasi Dapodik Kemendikbud, memiliki ponsel aktif, dan untuk dosen memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP).

Pemerintah melalui APBN akan terus hadir bagi seluruh masyakat dan menjaga agar Indonesia dapat terus kuat menghadapi pandemi Covid-19. Terus terapkan protokol kesehatan apabila harus melakukan aktivitas keluar rumah.


7. BPUM UMKM

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021 secara simbolis kepada 20 perwakilan penerima bantuan di Halaman Depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30 Juli 2021). Acara ini turut dihadiri oleh penerima BPUM lainnya secara daring.

“Tahun 2021 yang akan dibagikan untuk Banpres Produktif ini adalah Rp15,3 triliun yang dibagikan kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Ada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil yang ada di seluruh Tanah Air, dan mulai dibagikan pada hari ini,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Jumlah tersebut terdiri atas dua tahap di mana pemerintah telah menyalurkan BPUM tahap I sebesar Rp11,76 triliun bagi 9,8 juta pelaku usaha mikro. Adapun penyaluran BPUM tahap II akan disalurkan kepada 3 juta pelaku usaha mikro pada bulan Juli hingga sebelum bulan September 2021, dengan total anggaran sebesar Rp3,6 triliun.

Adapun bantuan yang diterima masing-masing pelaku usaha adalah sebesar Rp1,2 juta. “Kita berharap ini bisa membantu mendorong ekonomi kita semuanya,” imbuh Presiden.




Beasiswa Anak Pedagang Kaki Lima Gelombang 2 Telah Dibuka, Silakan Cek Link juga Cara Daftarnya

Beasiswa Anak Pedagang Kaki Lima Gelombang 2 Telah Dibuka, Silakan Cek Link juga Cara Daftarnya

Beasiswa Anak Pedagang Kaki Lima Gelombang 2 Telah Dibuka, Silakan Cek Link juga Cara Daftarnya



Beasiswa Anak Pedagang Kaki Lima Gelombang 2 Telah Dibuka, Silakan Cek Link juga Cara Daftarnya



Sandiaga Uno mengumumkan bahwa beasiswa anak pedagang kaki lima gelombang dua sudah dibuka.

Bantuan beasiswa anak pedagang kaki lima gelombang dua tersebut diberikan bagi mereka yang terdampak aturan penerapan PPKM Level 4.

Adapun target penerima beasiswa anak pedagang kaki lima gelombang dua itu akan menyasar siswa SD dan anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal dunia karena Covid-19.

Sedangkan jumlah nominal bantuan beasiswa anak pedagang kaki lima yang akan diberikan adalah sebesar Rp250.000.

Dikutip dari Instagram @sandiagauno, berikut ini empat kategori penerima bantuan beasiswa anak pedagang kaki lima:

a. Anak Pedagang Kaki Lima
b. Belum Terjangkau Bantuan
c. Terdampak PPKM Level 4
d. Aktif Belajar Virtual Masa Pandemi.

Untuk mendaftarkan diri dalam program beasiswa anak pedagang kaki lima, Anda bisa melakukannya lewat link https://bit.ly/bantuananak2.

Beriku langkah-langkah cara daftar beasiswa anak pedagang kaki lima:

2. Isi nama lengkap sesuai dengan KTP
3. Isi kolom tanggal lahir sesuai KTP
4. Pilih jenis kelamin
5. Pilih identitas yang didaftarkan
6. Isi kolom nomor identitas
7. Isi alamat lengkap
8. Isi kolom provinsi sesuai alamat tempat tinggal
9. Isi kolom kelurahan sesuai alamat tempat tinggal saat ini
10. Isi kolom kecamatan sesuai alamat tempat tinggal saat ini
11. Isi kolom kabupaten sesuai alamat tempat tinggal saat ini
12. Jenis usaha orangtua
13. Berapa lama usaha orangtua
14. Berapa omzet/pendapatan per bulan
15. Berapa anak dalam keluarga
16. Nomor telepon/WhatsApp yang bisa dihubungi
17. Nama bank
18. Nomor rekening bank
19. Nama penerima
20. Isi kolom referensi darimana atau siapa Anda mendapatkan informasi beasiswa ini
21. Nama anak pertama
22. Jenis kelamin anak
23. Tanggal lahir anak
24. Kategori beasiswa
25. Nama sekolah anak

Itu tadi link daftar beasiswa anak pedagang kaki lima lengkap dengan langkah-langkahnya.

Cara Menulis Cerita Pendek (Cerpen) yang Mudah Bagi Pemula (Lengkap)

Cara Menulis Cerita Pendek (Cerpen) yang Mudah Bagi Pemula (Lengkap)

Cara Menulis Cerita Pendek (Cerpen) yang Mudah Bagi Pemula (Lengkap)



Cara Menulis Cerita Pendek (Cerpen) yang Mudah Bagi Pemula (Lengkap)


Banyak calon penulis cerita pendek (cerpen) bertanya, bagaimana cara  menulis  cerpen untuk pemula? – Mayoritas dari kamu mungkin ragu bisa tidak menulis cerpen hanya karena kamu bukan penulis cerita yang handal. Padahal, membuat cerpen sebenarnya tidak sulit loh. Meskipun kamu bukan penulis cerpen, kamu bisa membuat cerpen dengan kualitas yang bagus.

Jika kamu belum pernah membuat cerpen sebelumnya, kamu bisa belajar dengan mengetahui struktur cerpen terlebih dahulu.

Struktur pada Cerpen


Cerita pendek atau cerpen memang berbeda dengan novel. Antara novel dan cerpen mempunyai perbedaan yang sangat kentara di bagian jumlah kata yang dihasilkan. Cerpen terdiri atas jumlah kata yang tidak sampai berpuluh-puluh lembar seperti pada novel.

Para sastrawan memiliki banyak pendapat mengenai berapa jumlah kata yang harus dipatuhi dalam membuat cerpen. Ada yang berpendapat jumlah kata yang dihasilkan tidak lebih dari 10.000 kata. Adapula sastrawan yang berpendapat jika cerpen adalah cerita yang ditulis menggunakan 500 hingga 30.000 kata.

Agar tidak rancu, dapat disimpulkan jika cerpen adalah karangan atau cerita fiktif maupun non-fiktif yang disusun menggunakan 500-30.000 kata. Selain itu, perbedaan antara cerpen dan novel juga terdapat pada alur cerita.

Alur cerpen lebih ringkas dibandingkan dengan novel. Cerpen lebih mengutamakan poin-poin peristiwa yang akan disampaikan sehingga lebih to the point pada alur cerita yang dihasilkan.

Setelah mengetahui batasan dasar untuk membuat cerpen, berikut ini struktur cerpen yang harus kamu patuhi ketika menyusun cerpen.

Baca juga:



1. Abstrak


Struktur cerpen yang pertama adalah abstrak. Jika kamu belum tahu, abstrak adalah ringkasan dari cerita yang disampaikan. Ringkasan cerita yang dibuat harus menampilkan alur cerita dari awal hingga akhir secara ringkas.

Penggunaan abstrak pada cerpen sebenarnya tidak baku untuk digunakan. Jika kamu mau, kamu bisa menyertakan abstrak pada cerpen, walaupun kamu tidak ingin mencantumkan abstrak juga tidak masalah.

2. Orientasi


Struktur cerpen yang kedua adalah orientasi. Orientasi memiliki arti yang sama seperti setting. Kamu bisa menampilkan keterangan waktu, tempat, dan suasana yang digunakan pada alur cerita cerpen pada bagian ini.

3. Komplikasi


Komplikasi pada struktur cerpen akan menampilkan watak tokoh dan alur cerita. Pada bagian ini kamu perlu memunculkan setiap tokoh yang digunakan beserta wataknya. Kemudian, tampilkan pula bagaimana alur cerita pada cerpen. Untuk menghasilkan alur yang bagus, alur pada cerpen wajib disusun secara sistematis berdasarkan prinsip sebab-akibat.

4. Evaluasi


Selanjutnya, struktur pada cerpen adalah evaluasi. Evaluasi pada struktur cerpen dapat membuat pembaca mengerti konflik apa yang terjadi pada cerita. Pada bagian ini konflik yang ditampilkan haruslah mencakup semua konflik hingga klimaks. Setiap konflik yang dimunculkan juga sudah mulai disertai dengan penyelesaian masalah.

5. Resolusi


Jika pada struktur cerpen ‘evaluasi’ menampilkan setiap masalah yang terjadi pada cerita, maka pada struktur ‘resolusi’ penyelesaian dari setiap masalah akan ditampilkan. Pada bagian ini penyelesaian masalah yang ditampilkan harus mampu menjawab permasalahan secara tuntas.

6. Koda


Struktur pada cerpen yang terakhir yaitu koda. Koda adalah bagian akhir pada alur cerpen yang memuat pesan moral dari cerita yang disusun. Nilai atau pesan moral dapat disampaikan secara lugas namun bisa pula disampaikan secara tidak lugas (tersirat).

Bagaimana? Tidak banyak kan struktur cerpen yang dibutuhkan untuk menghasilkan cerpen yang bagus? Semua penjelasan mengenai struktur cerpen tersebut bisa kamu pelajari secara mandiri dengan mudah.

Tips Membuat Cerpen


Supaya lebih terarah kamu dapat menggunakan tips di bawah ini saat belajar membuat cerpen dengan kualitas yang bagus. Langsung saja ini dia tips tips tersebut.

1. Sisihkan waktu 10 hingga 20 jam


Cara membuat cerpen yang mudah bagi pemula yang pertama yaitu menyisihkan waktu selama 10 hingga 20 jam. Waktu 10 hingga 20 jam adalah akumulasi waktu yang bisa kamu gunakan untuk menghasilkan karya cerpen, mulai dari penemuan ide hingga penyusunan tulisan.

Umumnya, penggunaan waktu ini akan berbeda-beda untuk setiap penulis cerpen. Perbedaan penggunaan waktu didasarkan oleh dua sebab. Pertama, waktu pengerjaan yang berbeda disebabkan oleh banyaknya jumlah kata yang digunakan.

Penulis yang menghasilkan karya dengan 1000 kata biasanya dapat menyelesaikan karya tersebut dalam waktu 5 hingga 10 jam. Berbeda dengan penulis yang menggunakan 2000 hingga 3000 kata dalam karya cerpen bisa menghabiskan waktu 10 hingga 20 jam.

Perbedaan penggunaan waktu dalam membuat cerpen yang kedua disebabkan oleh kemampuan pengarang dalam menulis. Meskipun kamu belum pernah menghasilkan karya cerpen, tapi jika kamu sudah sering menulis besar kemungkinan kamu akan lebih cepat dan mudah menyusun cerita. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan cerita cerpen juga akan lebih singkat.

2. Mencari ide


Tips kedua untuk membuat cerpen yaitu mencari ide. Ide yang digunakan tidak harus menggambarkan cerita yang rumit. Sebagai pemula dalam menulis cerpen, kamu bisa fokus pada bagaimana menampilkan cerita dengan baik dengan menggunakan ide cerita yang ringan terlebih dahulu.

Sebagai contoh kamu bisa menggunakan ide cerita dari kehidupan sehari-hari. Ide cerita dari kehidupan sehari-hari akan lebih mudah kamu kembangkan karena unsur emosional pada cerita lebih mudah kamu kuasai.

Misalnya, kamu dapat membuat judul “Hiruk Pikuk Hidup di Desa” untuk menggambarkan kehidupan susah senang di desa. Bisa pula terinspirasi dari kemudahan akses pendidikan perempuan desa untuk mengenyam pendidikan di luar kota dengan membuatnya menjadi judul cerpen “Gadis Desa dengan Pemikiran Kota”.

Ide cerita selain diperoleh dari kehidupan sehari-hari, juga bisa diperoleh dari sumber lain. Sumber yang bisa kamu gunakan untuk mendapatkan ide cerita antara lain internet, buku, TV, radio, majalah, dan lain sebagainya.

Untuk mempermudah proses penemuan ide, jangan fokus untuk langsung menemukan satu ide saja. Kamu bisa menulis semua ide yang ada di kepala kamu apapun itu tanpa terkecuali. Bahkan jika ide yang terfikir adalah ide gila sekalipun tidak jadi masalah. Nantinya, kamu dapat memilah dari semua ide yang kamu temukan, ide mana yang akan kamu pilih untuk dikembangkan menjadi cerpen.

3. Menulis dengan gaya sendiri


Tips menulis cerpen bagi pemula yang ketiga yaitu menulis dengan gaya bahasa sendiri. Menulis dengan gaya bahasa sendiri adalah menulis dengan kemampuan yang kamu miliki sendiri. Kamu tidak perlu berusaha untuk menjadi orang lain dalam menghasilkan tulisan.

Kamu hanya perlu menulis sesuai dengan karakter dan kemampuan yang kamu miliki. Apabila saat ini kamu hanya bisa menghasilkan beberapa dialog saja dalam cerpen tidak masalah kok! Kalaupun kamu hanya menghasilkan 500 sampai 1000 kata itu juga sudah sangat bagus.

Intinya menulis dengan gaya sendiri akan mempermudah kamu untuk mengetahui ciri khas dan kemampuan yang ada pada diri sendiri.

Menghasilkan tulisan dengan gaya sendiri akan lebih baik dibandingkan jika kamu meniru karakter dan ciri khas penulis lain yang sudah terkenal. Meniru gaya dan ciri khas orang lain hanya akan membuat karakter tulisan kamu tidak dapat muncul dengan maksimal.

Semakin lama kualitas tulisan kamu akan berkembang dengan sendirinya setelah kamu banyak melakukan latihan. Prinsipnya hanya satu, ketika kamu berhasil menghasilkan cerpen itu sudah sangat luar biasa!

4. Menentukan tema


Tema pada penulisan cerpen dibutuhkan untuk menentukan ide pokok atau gagasan pokok pada sebuah cerita. Penggunaan tema bisa mempermudah kamu dalam membuat alur cerita. Jika diibaratkan dengan sebuah bangunan, tema sama halnya dengan pondasi bangunan. Tidak mungkin kan kamu mendirikan rumah tanpa membuat pondasinya terlebih dahulu.

Yups, begitu pula dalam membuat cerpen, tema dibutuhkan untuk menjadi dasar cerita yang kamu hasilkan. Tema dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan pikiran utama pada cerita yang kamu buat.

Untuk menentukan sebuah tema kamu bisa melihat fenomena yang ada di sekitar kamu. Bisa juga dengan melihat hal apa yang menjadi keresahan dalam diri kamu lalu diubah menjadi tema cerpen.

Pada karya cerpen pengarang tidak dituntut untuk menampilkan tema secara gamblang pada pembaca. Hal ini karena pembaca biasanya mempunyai pandangan yang berbeda dalam menyikapi tema yang pengarang tulis.

Oleh karena itu, cukup dengan menyampaikan secara garis besar permasalahan yang ada pada cerita cerpen, lalu biarkan pembaca yang berinterpretasi dengan permasalahan tersebut.


Mulai membuat paragraf pembuka



Langkah menulis cerpen bagi pemula setelah menentukan tema yaitu mulai menulis. Jika telah sampai pada tahap ini kamu harus memberanikan diri untuk menulis, dimulai dari menulis paragraf pembuka terlebih dahulu.

Menulis paragraf pembuka pada cerpen tidak perlu dibuat rumit. Kamu bisa menulis dengan gaya yang ringan sekalipun jika memang itu membuat kamu nyaman dalam membuat cerita. Hanya saja yang perlu diperhatikan saat membuat paragraf pembuka adalah buatlah semenarik mungkin.


Paragraf pembuka dalam karangan cerpen menjadi poin penting dari “menariknya tulisan yang dibuat”. Paragraf pembuka yang dibuat sebisa mungkin harus bisa menarik minat pembaca untuk terus membaca tulisan kamu hingga kata terakhir.

Tips untuk membuat paragraf pembuka yang mudah bagi pemula yaitu dengan menggugah rasa keingintahuan pembaca. Kamu bisa membuat paragraf pembuka dengan teka-teki ataupun kegelisahan terhadap suatu hal sehingga pembaca akan ikut terpancing untuk mencari jawaban dari masalah yang telah kamu sampaikan di awal cerita.

5. Membuat alur dan plot


Selanjutnya dalam menulis cerpen yang mudah bagi pemula yaitu membuat alur dan plot. Alur dan plot perlu kamu pikirkan sebelum kamu melangkah jauh dalam menghasilkan sebuah tulisan. Alur dan plot dalam cerita digunakan untuk menggerakkan cerita untuk mencapai maksud dan tujuan yang ingin disampaikan oleh pengarang.

Banyak yang salah paham dengan mengatakan jika plot adalah jalan cerita. Ada pula yang beranggapan jika plot adalah rancangan dari jalannya sebuah cerita yang ditulis. Padahal pengertian tersebut keliru.

Menurut Arswendo Atmowiloto plot diartikan sebagai sebab-akibat yang terdapat pada sebuah cerita sehingga menghasilkan gaya atau irama dalam menentukan ide dasar.

Bagaimana? Ternyata jelas berbeda kan pengertian plot dari yang telah dipahami oleh kebanyakan orang?

Untuk menyusun plot kamu bisa memulainya dengan menentukan semua peristiwa yang akan dimunculkan pada sebuah cerita, lalu mencari benang merah (hubungan) dari semua peristiwa yang terjadi sehingga membentuk alur cerita yang saling berkaitan.

6. Tentukan Penokohan


Meski belum pernah membuat cerpen sebelumnya, pemula dapat menghasilkan sebuah karya cerpen yang bagus dengan menggunakan penokohan yang tepat. Penggunaan tokoh pada cerpen amat sangat krusial dibutuhkan. Bahkan, tanpa adanya tokoh sulit bagi pengarang untuk menyampaikan maksud dari tulisan kepada pembaca.

Tips dalam membuat penokohan yang baik dalam sebuah cerpen yaitu menampilkan citra tokoh senyata mungkin. Citra yang dimaksudkan adalah watak dan karakter tokoh yang digunakan.

Semakin nyata watak, karakter ataupun sifat tokoh digambarkan, maka akan semakin mudah pembaca ikut larut dalam peran yang dimainkan oleh tokoh.

Secara umum sifat penokohan dibedakan menjadi dua yaitu sifat lahir dan sifat batin. Sifat lahir mencakup bentuk dan rupa tokoh, sedangkan sifat batin mencakup karakter dan watak tokoh.

Dalam menyampaikan sifat penokohan kamu bisa menggunakan beberapa cara mulai dari tindakan dan ucapan tokoh. Kemudian bisa juga melalui pikiran tokoh, benda dan barang yang berada di sekitar tokoh. Watak tokoh juga bisa dimunculkan melalui kesan / deskripsi tokoh lain terhadap tokoh tersebut atau langsung dideskripsikan oleh pengarang mengenai watak tokoh melalui narasi.

7. Tentukan latar atau setting


Tips ke-8 untuk membuat cerpen dengan mudah bagi pemula adalah menentukan latar atau setting peristiwa. Latar atau setting adalah segala sesuatu yang menunjukkan waktu, tempat dan suasana yang digunakan pada cerita.

Latar dan setting diperlukan untuk menunjang tema dan plot cerita. Tanpa penggunaan alur atau setting sulit bagi pengarang dapat menyampaikan plot secara gamblang kepada pembaca. Menghilangkan unsur latar atau setting juga akan membuat permasalahan dalam cerita sulit untuk dipecahkan.


Cara Menentukan Latar / Setting pada Cerpen


Untuk itu, kamu bisa membuat latar atau setting dengan cara berikut:


a. Hubungkan latar atau setting dengan watak tokoh.


Misalnya jika kamu ingin menggambarkan cerita dengan latar tempat pedesaan maka kamu bisa menampilkan watak tokoh yang kalem (lemah lembut). Sebaliknya jika kamu ingin menampilkan latar atau setting di perkotaan maka watak yang dimiliki tokoh yaitu keras.

b. Hubungkan latar atau setting dengan karakter tokoh


Misalnya jika ingin menulis cerita dengan latar tempat pondok pesantren maka karakter tokoh yang dimunculkan adalah mempunyai sisi religius yang tinggi.

Namun, jika latar cerita yang digunakan adalah tempat perjudian kamu bisa membuat tokoh mempunyai karakter suka membangkang dan pemberontak.

Dari contoh diatas kamu bisa menyimpulkan jika setiap latar dan setting yang digunakan pada cerita dapat membentuk sifat atau karakter yang dimiliki oleh tokoh. Jadi, pastikan kamu memberikan watak penokohan yang sesuai dengan latar belakang lingkungan atau tempat tinggal tokoh.


8. Membuat sudut pandang


Nah, tips terakhir untuk menghasilkan karya cerpen bagi pemula adalah membuat sudut pandang.

Sudut pandang digunakan sebagai cara cara pengarang untuk menampilkan penokohan dengan gaya yang diinginkan pengarang.

Lebih mudahnya sudut pandang adalah cara pengarang dalam penyebutan tokoh pada cerita. Kebanyakan pengarang menggunakan sudut pandang orang pertama seperti penggunaan subjek “saya” “aku” untuk menyampaikan cerita.

Meski begitu, ada pula pengarang yang menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan menyebut subjek “mereka” “dia” untuk menyampaikan cerita.

Wah nggak kerasa nih kamu sudah membaca secara tuntas bagaimana tips membuat cerpen dengan mudah jika kamu masih seorang pemula. Kini kamu nggak perlu lagi bingung jika ingin membuat cerpen. Yuk segera buat cerpen pertamamu!

Beasiswa Unggulan Kemendikbud, Kuliah Gratis juga Dapat Rp 1,4 Juta Per Bulan!

Beasiswa Unggulan Kemendikbud, Kuliah Gratis juga Dapat Rp 1,4 Juta Per Bulan!

Beasiswa Unggulan Kemendikbud, Kuliah Gratis juga Dapat Rp 1,4 Juta Per Bulan!



Beasiswa Unggulan Kemendikbud, Kuliah Gratis juga Dapat Rp 1,4 Juta Per Bulan


Pemerintah kembali membuka program beasiswa yang bernama Beasiswa Unggulan Kemendikbud di tahun 2021 mulai tanggal 1 Juli hingga 15 Agustus 2021. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman puslapdik.kemdikbud.go.id.

Pengumuman terkait beasiswa tersebut disampaikan oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) melalui akun Instagram resminya @puslapdik_dikbud.

“Sobat Beasiswa Unggulan dapat mendaftarkan diri melalui laman puslapdik.kemdikbud.go.id mulai tanggal 1 Juli-15 Agustus 2021.”

Program Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2021 ditujukan kepada masyarakat umum yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S1, S2 dan S3.

Mengutip dari laman resmi kemdikbud.go.id, Beasiswa Unggulan Kemendikbud adalah dukungan dan upaya yang dilakukan pemerintah dalam memperkecil kesenjangan tingkat pendidikan di tengah masyarakat.

Selain itu, Beasiswa Unggulan Kemendikbud juga bertujuan untuk menciptakan sumber daya unggul dan meningkatkan pendidikan di Indonesia yang kian berkualitas.

Oleh karena itu, pemerintah menawarkan empat jenis Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2021 kepada masyarakat umum dengan syarat dan ketentuan yang berbeda. Berikut di antaranya:

1. Beasiswa bagi masyarakat berprestasi


Jenis beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa jenjang sarjana, magister dan doktoral. Untuk mahasiswa baru yang ingin mengikuti program beasiswa ini harus memiliki surat yang menerangkan bahwa kamu sudah diterima di sebuah universitas.

Beasiswa yang satu ini juga tak hanya diberikan kepada masyarakat di tingkat nasional saja tapi juga internasional. Berikut adalah persyaratan umum yang harus dipenuhi mahasiswa. Yaitu:

  • Diutamakan memiliki sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/non akademik tingkat internasional dan/atau nasional
  • Mendapatkan rekomendasi dari institusi terkait
  • Tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber lain
  • Diterima pada Perguruan Tinggi dalam negeri yang telah terakreditasi B atau Sangat Baik.

2. Beasiswa Unggulan Kemendikbud untuk penyandang disabilitas


Pemerintah juga memberikan perhatian khusus untuk masyarakat penyandang disabilitas termasuk dalam hal memberikan peluang kepada mereka untuk mendapatkan Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2021.

Beasiswa dapat diikuti mahasiswa yang sudah mendapat surat pernyataan diterima perguruan tinggi. Syarat umum beasiswa adalah:

  • Diutamakan memiliki sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/non akademik
  • Memiliki surat keterangan dari dokter, ahli, dan atau lembaga relevan yang menyatakan atau menerangkan sebagai Penyandang Disabilitas sesuai dengan Ragam Penyandang Disabilitas
  • Mendapatkan rekomendasi dari institusi terkait;
  • Tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber lain
  • Diterima pada Perguruan Tinggi dalam negeri yang telah terakreditas
  • Menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa dirinya benar termasuk ke dalam mahasiswa berkebutuhan khusus.

3. Beasiswa penghargaan


Program beasiswa penghargaan khusus ditujukan kepada anak bangsa yang berasal dari orangtua yang gugur dalam pengabdiannya terhadap negara.

Untuk jenis Beasiswa Unggulan Kemendikbud ini, calon penerima akan diusulkan oleh pejabat setingkat kepala staf Tentara Nasional Indonesia.


4. Beasiswa untuk pegawai Kemendikbudristek


Jenis beasiswa ini ditujukan khusus untuk pegawai Kemendikbudristek yang ingin melanjutkan studi ke jenjang universitas dan tidak bisa diikuti oleh pegawai pelajar on-going.

Akan tetapi, ASN Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Teknologi Pusat dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Daerah yang bisa mendapatkan beasiswa adalah yang diusulkan oleh pejabat pimpinan pratama atau eselon II unit kerja.


Berikut persyaratan umumnya:

  • ASN di Kemdikbudristek
  • Diusulkan pejabat pimpinan pratama atau eselon II unit kerja
  • Mendapatkan persetujuan penugasan belajar sesuai perundang-undangan
  • Rekomendasi pimpinan terkait bidang studi yang diambil sesuai dengan kebutuhan organisasi
  • Diutamakan yang memiliki kinerja baik.

Untuk seluruh masyarakat yang ingin mengikuti program beasiswa tersebut harus telah diterima di program studi dan universitas dengan minimal akreditasi B. Selain itu, perguruan tinggi tersebut juga harus terdaftar di Kemendikbudristek.

Program beasiswa ini umumnya akan dibuka dengan dua gelombang setiap tahunnya. Masyarakat yang memenuhi persyaratan di atas dan ingin mengikuti program beasiswa dari Kemendikbud dapat melakukan pendaftaran melalui laman kemdikbud.go.id.

Tahap pertama yang harus kamu lakukan yaitu membuat akun baru dengan klik “Register”, lakukan “Login” setelah melakukan verifikasi melalui email. Selanjutnya, isi formulir dengan lengkap.


Cara Daftar Beasiswa Unggulan Kemendikbud



Keunggulan Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2021


Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2021 ditujukan untuk mahasiswa S1, S2 dan S3. Mahasiswa yang mendapat beasiswa akan mendapatkan sejumlah fasilitas, yaitu:

  • Beasiswa Unggulan Kemendikbud menanggung seluruh biaya pendidikan selama kuliah. UKT di PTN atau SPP di PTS akan dibayar penuh. Dengan rincian:

  1. Mahasiswa S1, akan mendapat biaya kuliah gratis selama delapan semester.
  2. Mahasiswa S2 dan S3 akan diberikan selama masing-masing empat semester dan enam semester.

  • Penerima Beasiswa Unggulan Kemendikbud berhak atas bantuan biaya hidup selama kuliah. Untuk jenjang S1, bantuan ini mencapai Rp1,4 juta per bulan.
  • Mahasiswa penerima beasiswa juga akan mendapat bantuan pengadaan buku selama kuliah yang tidak termasuk biaya penelitian.

Itu dia ulasan mengenai beasiswa yang tengah diselenggarakan oleh Pemerintah melalui Kemendikbud. Buat kamu yang kini tengah menempuh pendidikan dan kesulitan biaya pendidikan dapat mengajukan beasiswa tersebut.