Linkkoe My Id

Peristiwa, Literasi, Edukasi, Buku, Game, Tips, Serba-Serbi

Thursday, 1 August 2019

Mekanika yang Terkenal ~ Cerpen Raymond Carver

Posted by My Info on Thursday, 1 August 2019









Di awal hari itu cuaca berubah dan salju meleleh menjadi air kotor. Lapisannya bergerak turun dari tepi tipis tinggi jendela yang menghadap ke halaman belakang. Mobil tergelincir ke bagian luar jalan, dimana lebih gelap. Tapi di dalam sama gelapnya.

Pria itu berada di kamar menjejalkan pakaian kedalam koper ketika perempuan itu datang, di pintu.

Aku senang kau pergi! Aku senang kau pergi! Kata perempuan itu. Apa kau dengar!

Pria itu terus memasukan barang-barangnya ke dalam koper.

Brengsek! Aku senang kau pergi! Perempuan itu mulai menangis. Kau tak akan melihat wajahku lagi, bukan?

Lalu perempuan itu melihat foto bayi diatas tempat tidur dan ia mengambilnya.

Pria itu menatapnya dan perempuan itu menyeka matanya dan menatap kearah pria itu sebelum berputar dan pergi kembali ke ruangan tengah.

Kembalikan, kata pria itu.

Ambilah barang-barang milikmu dan pergi, kata perempuan itu.

Pria itu tak menjawab. Dia mengunci koper menaruh jas diatasnya, memandangi sekeliling kamar sebelum mematikan lampu. Lalu ia pergi ke ruang tengah.

Perempuan itu berdiri dijalan masuk dari dapur kecil, memegangi bayi.

Aku ingin bayi itu, kata pria itu.

Apa kau gila?

Tidak, tapi aku ingin bayi itu. Aku akan mengirim seseorang untuk mengambil barang-barangnya.

Kau tak akan menyentuh bayi ini, kata perempuan itu.

Bayi itu sudah mulai menangis dan perempuan itu menanggalkan selimut dari sekitaran kepalanya.

Oh, oh, kata perempuan itu sambil memandang bayi itu.

Pria itu bergerak kearahnya.

Ya Tuhan! Kata perempuan itu. Ia melangkah mundur kedalam dapur.

Aku ingin bayi itu.

Keluar dari sini.

Perempuan itu berbalik dan mencoba memegangi bayi itu di sudut–samping kompor.

Lepaskan dia, kata pria itu.

Menjauhlah, Menjauh! Perempuan itu menangis.

Bayi itu berwajah merah dan menjerit. Dalam pertengakaran mereka menjatuhkan sebuah pot bunga yang tergantung di belakang kompor.

Pria itu mendesaknya ke arah tembok mencoba mengurai cengkramannya. Pria itu memegangi bayi itu dan mendorong dengan bertumpu berat badannya.

Lepaskan dia, kata pria itu.

Tidak, kata perempuan itu. Kau menyakiti bayi, katanya.

Aku tak menyakiti bayi, kata pria itu.

Jendela dapur tak memberi cahaya. Dalam kegelapan pria itu berusaha dengan satu tangan yang jari-jarinya menekuk dan dengan tangannya yang lain dia mencengram bayi yang menjerit itu–dibawah lengan dekat bahu.

Perempuan itu merasakan jari-jarinya dipakasa terbuka. Ia merasakan bayi itu pergi darinya.

Perempuan itu menjerit seakan-akan tangannya terlepas.

Ia akan memilikinya, bayi ini. Ia meraih bayi itu dengan tangannya yang lain. Ia menangkap bayi itu disekitaran pergelangan tangan dan bersandar kebelakang.

Namun pria itu tak membiatkannya. Ia merasa bayi itu meluncur keluar dari tangannya dan ia menarik balik dengan sangat keras.

Dengan cara ini, masalahnya dijelaskan.





 ----------------------------------------------------------------------
Cerpen ini berjudul asli A Popular Mechanics yang terdapat dalam buku What We Talk About When We Talk About Love karya Raymond Carver.


Previous
« Prev Post

No comments:

Post a comment