Linkkoe My Id

Peristiwa, Literasi, Edukasi, Buku, Game, Tips, Serba-Serbi

Thursday, 1 August 2019

Sandi~Ed Park

Posted by Admin on Thursday, 1 August 2019









Kau terus mengutak-atik sandimu. Mereka menyampaikan rahasia. Apa yang paling penting bagimu, hal-hal yang menurutmu tak dapat diurai. Kata-kata dan angka-angka yang tersimpan dalam lapisan kalbu.
Nama anak perempuanmu.
Nama anak perempuanmu dibalik.
Nama anak perempuanmu dibalik plus tahun kelahiranmu.
Nama anak perempuanmu dibalik plus dua digit terakhir tahun kelahirannya.
Nama anak perempuanmu dibalik plus tahun sekarang ini.
Mereka terus berganti. Mereka mengabur dalam otak. Setiap hari kau memasukkan tiga atau empat untaian memori ini untuk mengakses laptop rumah, laptop kerja. E-mail, Facebook, surat suara. Akun frequent-flyer. Setiap hari, kau diminta untuk menggantinya sekurang-kurangnya sekali, untuk meningkatkan keamanan. Kau merasa suci saat pengukur tingkat keamanan berubah warna dari merah ke hijau.
Kota kediamanmu dibalik.
Kota kediamanmu plus tahun kelahiranmu.
Kota kediamanmu dibalik plus tahun kelahiranmu.
Olaf Fub 1970.
Ada petunjuk ketika kau lupa. Nama gadis ibumu. Mobil pertama, warna favorit, sekolah dasar.
Gadis pertama yang kau cium—seharusnya itu ada.
Laki-laki pertama.
Bisakah pertunjuk-petunjuk itu saja yang jadi sandinya?
Berhenti mengulur-ulur waktu.
Hubungan seks pertama kali. Kau ingat hari, bulan, tahunnya. Tahun seutuhnya atau cuma dua digit terakhir?
Konser pertama yang kau datangi.
Nama rumah sakit tempat kau lahir.
Kau penasaran siapa yang menuliskan saran-saran itu. Mestinya ada orang yang menuliskannya.
Petunjuk: Jangan pernah gunakan sandi yang sama untuk akun yang berbeda.
Empat digit terakhir nomor telepon pertamanmu.
Empat digit terakhir nomor karyawan pertamamu.
Nama sahabat anak perempuanmu dibalik.
Nama depan bosmu.
Nama belakang bos pertamamu plus tahun kelahiranmu.
Seandainya kau dapat mengetikkan semua sandimu, seluruh sejarah sunyi mereka, mereka akan mengisi sebuah buku yang dapat kau baca dalam semenit.
Empat digit terakhir nomor ponselmu dibalik.
Tim olahraga favoritmu.
Tim olahraga favoritmu dibalik.
Serbas.
Nama hewan piaraan.
Kau mengenal seseorang yang menamai anjingnya Serbas. Kau mengenal dua orang yang menamai anjing mereka Serbas. Mereka tidak menyukai satu sama lain. Para manusianya, tentu. Anjing-anjing mereka, siapa yang tahu. Kau cukup yakin yang satunya betina, yang lainnya jantan.
Nama hewan piaraan dibalik plus tahun sekarang ini.
Saudara kandung favorit—saudara kandung yang tidak pernah mengecewakanmu—plus dua digit terakhir tahun sekarang ini.
Campuran huruf besar dan huruf kecil.
Panjangnya enam sampai delapan karakter.
Sepuluh sampai empat belas.
Berhenti mengulur-ulur waktu.
Campuran angka dan huruf.
Paling tidak satu simbol: #, %, *, !.!
Kota kediaman ayah.
Nama gadis ibu dibalik.
Gadis di tempat kerja yang terus-menerus kau pikirkan.
Gadis di tempat kerja plus tahun sekarang ini.
Gadis di tempat kerja dibalik.
Gadis di tempat kerja dibalik dan huruf kecil plus dua digit terakhir tahun sekarang ini.
Sandi tidak ada artinya bagi mesin. Mesin membiarkanmu masuk untuk melakukan apa yang perlu kau lakukan. Mesin tidak menilai. Mesin tidak peduli.
Sandimu tampil dalam deretan titik.
Film favorit. Tapi itu terus berganti-ganti.
“Vertigo.” “Groundhog Day.”
Aktor favorit.
Aktris pertama yang membuatmu ereksi dibalik, plus tahun sekarang ini.
Sahabat dari SMA.
Sahabat dari kampus.
Berhenti mengulur-ulur waktu.
Tahun terakhir kau berjumpa anak perempuanmu.
Tahun terakhir kau berjumpa anak perempuanmu plus namanya.
Ada arsip di komputer kerjamu berjudul SANDITapi bagaimana jika kau lupa sandi untuk memasuki komputer kerjamu?
Mainan favoritnya.
Nama yang dia berikan untuk sepedanya.
Gadis pertama yang kau pacari semasa kuliah dibalik dan huruf kecil.
“The Shop Around the Corner.” “Buffalo ’66.”
Tanggal kematian pertama dalam keluarga.
Nama kakek dibalik plus tahun kelahiran.
Tahun ketika kau akhirnya mulai berbenah diri.
“Citizen Kane.” “Ace Ventura: Pet Detective.”
Tahun Komuni Pertama plus nama pendeta.
Berhenti mengulur-ulur waktu.
Pengarang favorit dibalik plus huruf kecil dengan huruf tengah dikapitalkan tanpa alasan menjaga keacakan.
Alamat rumah tempatmu dibesarkan.
Saudara kandung yang berdiam-diaman denganmu.
Pasangan saudara kandung yang berdiam-diaman denganmu, yang kau kirimi pesan saat kau mabuk.
Berhenti mengulur-ulur waktu.
Nama belakangmu dibalik plus hari, bulan, dan tahun kau mendapati dirimu di sebuah ATM jauh di ujung Hertel Avenue dengan pucuk pistol mendesak di antara bilah pundakmu, pistol dalam genggaman seorang pria yang mengikutimu dari ujung lainnya jalan itu, seorang pria bertubuh besar yang mengenakan jaket hitam dan topi Bill Starter, sesenyap bayang-bayang melangkah di sampingmu sambil berpura-pura pincang, pria bertubuh besar dengan sorot tajam di balik kacamata hitam seharga lima dolar yang telah mengambil ponsel dan dompet milikmu, serta sebotol anggur yang mencetuskan gagasan dalam benakmu untuk pergi ke luar dan membelinya, pada pukul sepuluh malam, ia bilang ia di rumah saja dan kau bilang kau akan bersigegas, dan malam itu suasananya bagus untuk berjalan-jalan, jadi, sementara kau menikmati udara malam yang sejuk, mengapa tidak sekalian menarik uang tunai untuk seminggu?
Pria bertubuh besar dengan pistol amat dingin yang sedang mengatakan Sandi dan Sekarang juga dan Berhenti mengulur-ulur waktu.[]

 ---------------------------------------------------------------------------------------
Diterjemahkan dari cerpen Ed Park, “Slide to Unlock” (The New Yorker, 10 Juni 2013)



Previous
« Prev Post

No comments:

Post a comment