Linkkoe My Id

Peristiwa, Literasi, Edukasi, Buku, Game, Tips, Serba-Serbi

Friday, 5 June 2020

Puisi-Puisi Barokatus Jeh

Posted by Admin on Friday, 5 June 2020

Puisi-Puisi Barokatus Jeh
Picture: Pixabay
 


Surat Mei


surat-surat itu telah pecah di langit paling tinggi, Ra.

ia berhamburan menjadi apa saja.

barangkali menyeka tangismu yang bersedih

perihal pencuri tak beradab itu.



2020 





Keranjang Air Mata


selamat siang pemeras air mata

yang selalu singgah di bawah pohon Mahoni

membawa bertumpuk-tumpuk resah dalam dadanya

sebab pikirannya tak pernah alpa memikirkan kehidupannya

di mata anak-anak yang menahan tangis paling tabah

di mata istrinya yang ikhlas menyungging senyum

selamat siang pemeras air mata

masihkah kau merajut mimpi dalam onak kepalamu

untuk sekadar mengisi perutmu

selamat siang pemeras air mata

cobalah sebentar lihat isi keranjangmu

apakah di sana sudah menumpuk kebahagiaanmu?





Indramayu, 2020 





Pada Hidangan Puisi Hari Ini 


pada hidangan puisi yang kautawarkan padaku adalah resah dadamu yang paling kau sembunyikan dari banyak orang

pada hidangan puisi yang kau perlihatkan padaku adalah kecemasan paling absurd yang kaubagi

pada hidangan puisi hari ini adalah seluruh keramaian dalam onak kepalamu yang bercabang

di jantung puisi yang berbunyi.



Indramayu, 18 Mei 2020 




Puisi Esok Pagi


puisi esok pagi

adalah diksi paling purba

sebab mencantumkan namamu



puisi esok pagi

merawat banyak rindu

yang dengannya kau bisa menukar kenangan atau masa depan



puisi esok pagi

meriwayatkan sanad kata

kau bisa mengambilnya sebagai gubahan asa



puisi esok pagi

adalah hening paling dingin

dengan ketabahan nyata



memelukmu dalam sunyi paling ingin



Indramayu, 5 Juni 2020 







Perjalanan


ada seseorang yang sedang menjalankan misi

sebut saja dia rindu yang mengekalkan namamu

pada bait-bait sajaknya



ada yang sedang menafsirkan sekat

ia lupa tak berpamitan pada hawa dingin yang menyelimuti tubuhnya

membiarkannya kedinginan tanpa riwayat



ia telah meninggalkan jarak dengan khidmat

sebab raganya berjalan ke mana-mana

tapi tubuhnya subuk merangkai kata



Indramayu, 5 Juni 2020 




---------------------------------
Barokatus Jeh atau Barjeh sedang menekuri sunyi di jantung puisi. Karyanya nangkring di buku antologi bersama juga media daring. Sedang berproses di grup daring COMPETER (Commuter Pena Terbang), Kepul (Komunitas Puisi Alit) dan KPB (Kelas Puisi Bekasi). 




Catatan: bagi yang ingin menyedekahkan atau berkontribusi cerpen atau puisi di linkkoe my id, silakan kirim naskah ke email andi.kamboeja@gmail.com (cerpen 1000 kata dan 5 naskah untuk puisi), untuk sementara waktu tidak berhonor. 


Previous
« Prev Post

No comments:

Post a comment

Note: only a member of this blog may post a comment.