Teknik Menulis Cerita Naratif | Linkkoe My Id

Linkkoe My Id

Interactive, multimedia, design, prosa, literasi, review, art, resep, food, hiburan

Teknik Menulis Cerita Naratif

Posted by Admin on

Teknik Menulis Cerita Naratif


Teknik Menulis Cerita Naratif



Teknik bercerita naratif merupakan metode dan sarana di balik cerita naratif yang menarik. Teknik seperti sudut pandang, kilas balik, bayangan, dan nada semuanya menggerakkan proses naratif, mendorong pembaca untuk menyelesaikan cerita. Teknik-teknik naratif ini dan teknik-teknik naratif lainnya mendasari pembaca dalam cerita saat ini sambil menciptakan kerangka kerja dan sarana koneksi dengan karya lain yang meninggalkan kesan abadi lama setelah cerita selesai.

Sudut pandang

Sudut pandang adalah perspektif yang dipilih penulis untuk digunakan saat menulis cerita. POV menentukan siapa yang menceritakan dan bagaimana cerita itu diceritakan. Orang pertama atau narasi langsung diceritakan dari sudut pandang pendongeng. Orang ketiga mahatahu atau narasi bingkai memungkinkan pembaca untuk melihat sudut pandang semua individu dalam cerita, termasuk informasi yang mungkin tidak diketahui oleh karakter lain. Sebagian besar narasi akan mempertahankan satu POV di seluruh cerita, tetapi beberapa penulis menggunakan pergeseran POV sebagai teknik penulisan untuk memberikan informasi yang lebih rinci atau pemahaman yang berbeda kepada pembaca.

Kilas balik

Kilas balik mengungkapkan sesuatu tentang cerita atau karakter yang tidak diketahui pembaca. Kilas balik sering kali mengatur peristiwa yang akan terjadi dalam cerita atau menjelaskan motif karakter berdasarkan perilaku masa lalu. Toni Morrison menggunakan kilas balik untuk menjelaskan kematian anak-anak Sethe dalam novel "Beloved", informasi yang tidak dibagikan dalam cerita. Kilas balik dapat memberikan informasi latar belakang penting yang dapat memperjelas dan memajukan cerita, selama tidak membingungkan pembaca.

Bayangan

Bayangan adalah teknik yang digunakan untuk mengisyaratkan hal-hal yang akan datang. Tujuannya adalah untuk menciptakan ketegangan di dalam pembaca dengan menyindir skenario yang mungkin untuk digunakan nanti dalam cerita. Misalnya, seseorang yang ingin bunuh diri yang menemukan senjata tersembunyi di awal cerita menanamkan benih di benak pembaca tentang kegunaan utamanya. Bayangan bisa menjadi teknik yang berguna untuk menyarankan situasi untuk penyelesaian nanti.

Nada

Nada adalah cara seorang penulis mengekspresikan dirinya dalam sebuah cerita, menggunakan diksi atau pemilihan kata dan perumpamaan. Seringkali penulis menyampaikan nada melalui gaya tulisan mereka, seperti penggunaan sindiran Voltaire dalam "Candide" atau nada mengejek Steinbeck melalui karakter "George" dalam "Of Mice and Men." Nada membantu penulis mengkomunikasikan perasaannya terhadap masalah tertentu dan mengenai karakter tertentu. Ini pada gilirannya membantu pembaca menentukan bagaimana perasaannya tentang materi pelajaran.

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.