Teknik Naratif dalam Sastra | Linkkoe My Id

Linkkoe My Id

Interactive, multimedia, design, prosa, literasi, review, art, resep, food, hiburan

Teknik Naratif dalam Sastra

Posted by Admin on

Teknik Naratif dalam Sastra


Teknik Naratif dalam Sastra



Sastra adalah narasi yang merupakan bentuk seni. Penulis kreatif menggunakan berbagai teknik naratif untuk menciptakan efek dalam cerita mereka, apakah mereka ingin memperoleh emosi tertentu dari pembaca atau menyampaikan ide abstrak. Jumlah teknik naratif sangat banyak, karena banyak penulis telah menciptakan teknik unik mereka sendiri. Namun, beberapa teknik lebih umum daripada yang lain, dan Anda dapat belajar mengenalinya.

Konflik

Cerita dibangun di atas konflik, biasanya antara protagonis dan antagonis. Protagonis adalah karakter utama dan biasanya karakter yang diharapkan menjadi dukung penonton. Cerita sering kali diceritakan dari sudut pandang protagonis, tetapi tidak selalu. Antagonis adalah karakter yang melawan protagonis. Antagonis tidak selalu penjahat; sebenarnya, antagonisnya bisa jadi orang baik. Misalnya, antagonis mungkin karakter yang bersaing dengan protagonis untuk suatu pekerjaan. Antagonis juga tidak selalu manusia, tetapi bisa menjadi binatang, cuaca, konsep abstrak atau bahkan protagonis itu sendiri.


Karakter, Plot dan Setting

Setting adalah tempat cerita berlangsung. Penulis novel dapat memutuskan sejauh mana latarnya disempurnakan. Pengaturan dapat mencakup waktu, tempat, dan detail. Terkadang, latarnya juga bersifat antagonis, seperti jika karakter berjuang untuk menghindari tenggelam setelah karam. Setting merupakan lokasi plot yang merupakan prosesi peristiwa yang terjadi dalam cerita. Karakter adalah manusia dan hewan yang mengisi cerita dan memiliki identitas. Mereka terkadang melakukan tindakan yang mempengaruhi plot dan terlibat dalam dialog, yaitu percakapan antara dua karakter. Kata-kata yang diucapkan oleh karakter sering kali diberi tanda petik, tetapi tidak selalu.

Sudut pandang

Sudut pandang, atau POV, adalah karakter dari sudut pandang siapa cerita itu diceritakan. Secara orang pertama, POV adalah karakter dalam cerita dan menyebut dirinya sebagai "aku" dan "aku". Pada orang ketiga, POV bukanlah karakter. POV mungkin melihat cerita dari perspektif satu karakter saja, atau dia mungkin mahatahu dan tahu segalanya.


Metafora

Metafora adalah perbandingan dua hal yang berbeda. Metafora sering digunakan untuk menyampaikan suasana hati atau simbolisme atau untuk menjelaskan sesuatu. Alegori adalah metafora yang diperluas yang dapat mencakup keseluruhan cerita. Misalnya, "The Divine Comedy" karya Dante adalah alegori pencarian narator untuk memahami tujuannya di dunia.


Tema dan Simbolisme

Tema adalah ide yang biasanya muncul di sepanjang cerita. Seringkali penulis ingin menyampaikan pesan secara keseluruhan dalam karya sastra, yang tertuang dalam temanya. Tema tersebut disampaikan melalui peristiwa dalam cerita dan simbol. Simbol adalah sesuatu yang mewakili sesuatu yang lain. Misalnya, di dalam Alkitab, apel melambangkan dosa.

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.