Hari Buku Nasional 2021 Harus Menjadi Momentum untuk Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Indonesia | Linkkoe My Id

Linkkoe My Id

Interactive, multimedia, design, prosa, literasi, review, art, resep, food, hiburan

Hari Buku Nasional 2021 Harus Menjadi Momentum untuk Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Indonesia

Posted by Admin on

Hari Buku Nasional 2021 Harus Menjadi Momentum untuk Meningkatan Minat Baca Masayarakat Indonesia




Hari Buku Nasional 2021 Harus Menjadi Momentum untuk Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Indonesia


Apa sih hari buku nasional itu? Hari Buku Naisonal adalah hari yang ditetapkan untuk mengkampanyekan budaya membaca dan mengapresiasi para pembuat buku, ilustrasi, dan pelaku penerbitan. Hari Buku Nasional di Indonesia ditetapkan karena terinspirasi dari Hari Buku Internasional yang diperingati setiap 23 April. Lalu hari buku nasional itu diperingati pada tanggal berapa? Tanggal peringatan Hari buku nasional mungkin sudah banyak yang tahu, tetapi, tidak sedikit juga yang tidak tahu. Jadi hari Buku Nasional diperingati setiap tahunnya pada 17 Mei bertepatan dengan hari peresmian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Peringatan hari Buku Nasional tentu ada kaitannya dengan minat baca Indonesia. Peringatan hari Buku Nasional tentu saja diharapkan mampu mendorong peningkatan minat baca warga indonesia. Lalu bagaimana sebenarnya kondisi minat baca warga Indonesia?

Pada tahun 2020, Finlandia ditahbiskan sebagai negara dengan tingkat literasi tertinggi di dunia. Finlandia menduduki puncak tabel literasi dunia dalam studi yang dilakukan John Miller, Presiden Central Connecticut State University di New Britain.

Penelitian ini mengamati tes pencapaian literasi dan juga pada apa yang disebut dengan “karakteristik perilaku literasi”, mulai dari jumlah perpustakaan, surat kabar hingga tahun-tahun sekolah dan ketersediaan komputer di negara tersebut.

Dalam penelitian itu, negara-negara Nordik memang mendominasi puncak. Finlandia di tempat pertama, Norwegia di posisi kedua, lalu Islandia, Denmark, dan Swedia melengkapi lima besar.

Melihat ke Asia, ada Thailand di urutan 59 dan Indonesia di urutan 60. Sementara, menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen atau hanya ada 1 dari seribu orang Indonesia yang rajin membaca.

Mengutip situs Perpustakaan Kemendagri, rendahnya tingkat literasi bangsa Indonesia karena selama berpuluh-puluh tahun masyarakat Indonesia berkutat pada sisi hilir. Kepala Perpusnas mengatakan sisi hilir yang dimaksud adalah masyarakat yang terus dihakimi sebagai masyarakat yang rendah budaya bacanya.

Selain itu, jumlah bahan bacaan dengan total jumlah penduduk Indonesia memiliki rasio nasional 0,09. Penjelasan mudahnya, satu buku ditunggu oleh 90 orang setiap tahun.

Hal tersebut mengakibatkan Indonesia memiliki tingkat terendah dalam indeks kegemaran membaca. “Standar UNESCO minimal 3 buku baru untuk setiap orang setiap tahun,” ujarnya.

Lalu apa solusinya, agar minat baca masyarakat Indonesia bisa terus meningkat? Ada satu solusi yang bisa ditempuh untuk mengurangi rasio keterbatasan buku secara nasional. Caranya adalah pejabat, seperti bupati, wali kota dan gubernur dibebankan tanggung jawab menulis buku-buku sesuai konten lokal, seperti asal usul budaya, asal usul geografis, potensi SDA, potensi wilayah, pariwisata daerah, dan lainnya.

Hari Buku Nasional ini, selain bertujuan meningkatkan minat baca juga bertujuan mengingatkan pentingnya membaca. Membaca nantinya mampu membuat masyarakat lebih melek keadaan dunia dan paham bidang apa yang akan dipelajari di masa depan. (@lk red)

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel Lain