Menu
Linkkoe My Id

Kumpulan Top Review Film "The 8th Night"

Kumpulan Top Review Film "The 8th Night"



Kumpulan Top Review Film "The 8th Night"
Film Thriller Misteri yang Harus Ditonton


Review Satu

Film ini dibuka dengan kisah pada 2.500 tahun lalu. Kala itu, monster membuka gerbang neraka untuk mendatangkan penderitaan bagi manusia. Sang Buddha muncul melawannya dan mengambil dua mata, Merah dan Hitam, yang menjadi sumber kekuatan monster tersebut.

Kedua mata tersebut dipisahkan. Satu mata disembunyikan di ujung Barat dan yang lainnya di ujung Timur. Di antara dua lokasi itu, dimunculkan gurun hingga tebing terjal supaya keduanya tak akan pernah bersatu lagi. Masing-masing mata pun diawasi oleh seorang penjaga.

Permasalahan dimulai ketika Merah berupaya bangkit kembali. Ia memerlukan delapan hari untuk bangkit dan membuat para penjaga berada di antara hidup dan mati demi mencegah kekuatan gelap bangkit.







Review Dua

Sesuai dengan label genre yang ada di Netflix, The 8th Night mampu memunculkan kengerian, ketakutan, dan kemuraman, walaupun tidak terlalu banyak scene horror di dalamnya. Kim Tae-hyung menunjukkan sisi mencekam dalam film ini melalui campuran unsur kultus dan magis dalam kisahnya.

Cerita dimulai dari kisah legenda mitos seorang iblis yang ingin membuka gerbang neraka untuk membuat manusia menderita, namun Sang Buddha menghentikan iblis tersebut. Sang Buddha mengambil sumber kekuatan iblis itu, yaitu sepasang mata hitam dan mata merah. Kedua mata tersebut tidak boleh bersatu di malam ke-8 karena akan berakibat buruk bagi kehidupan umat manusia.

Namun, keteledoran seseorang membuat salah satu mata iblis terbebas dan mengakibatkan permasalahan di muka bumi. Bangkitnya mata iblis tersebut membuat biksu muda Cheong-seok (Nam Da-reum) ditugaskan oleh gurunya untuk mencari mantan biksu Park Jin-soo (Lee Sung-min) yang tinggal di Kota Daegu. Park Jin-soo adalah salah satu biksu yang dulunya ditugaskan untuk menjadi penjaga dari kedua mata iblis.



Review Tiga


The 8th Night, salah satu film horor dari Korea Selatan yang dirilis melalui Netflix. Film ini tayang pada 2 Juli 2021. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Kim Tae-hyung. Selain itu, film ini diperankan oleh Kim Yoo Jung, Nam Da Reum, dan Park Hae Joon. Durasi film ini selama 1 jam 55 menit. Film ini menceritakan mengenai kisah pertarungan hidup dan mati melawan roh yang tidak boleh untuk dibangkitkan. Hal itu karena, roh yang dibangkitkan tersebut dapat mendatangkan rasa sakit dan penderitaan dari neraka ke bumi.

Suatu ketika, salah satu roh bebas karena segelnya terlepas. Roh yang mengerikan itu berusaha mencari kawannya. Ia juga menargetkan manusia sebagai mangsa. Seorang mantan biksu yang bernama Park Jin Soo (Lee Sung Min) berusaha mencegah kebangkita kedua makhluk itu. Selama mencegah kebangkitan kedua makhluk itu, ia dibantu oleh Ae Ran (Kim Yoo Jung), dan Chang Seok (Nam Da Reum). Mereka hanya memiliki waktu sebanyak delapan hari dalam menumpas dua roh jahat tersebut. Apabila gagal, maka manusia akan merasakan penyiksaan dari neraka.

Film ini alurnya cukup lambat dan terkesan memaksa penonton untuk tetap terjaga dari menit awal hingga pertengahan. Selain itu, kisah mengenai legenda sang merah dan sang hitam terlalu menguras banyak waktu. Terdapat beberapa adegan yang harus dipangkas, namun dimasukkan seolah-olah untuk memperpanjang durasi.




Review Empat

Segel ‘Yang Tidak Boleh Dibangkitkan’ itu menjadi kunci dari cerita dalam film ini. Kisah dimulai lewat peringatan Master Hajeong bahwa ‘roh berusia ribuan tahun’ mulai menapaki tujuh batu loncatan untuk menemukan separuh bagiannya yang lain pada malam Bulan Merah.

Peristiwa-peristiwa aneh pun mulai bermunculan saat detektif Kim Ho Tae (Park Hae Joon) menyelidiki tujuh jasad yang mengenaskan dengan kepala yang cacat.




Review Lima

Merupakan debut pengarahan film cerita panjang bagi sutradara sekaligus penulis naskah Kim Tae-hyoung, alur penceritaan The 8th Night dimulai ketika seorang biksu muda, Cheong-seok (Nam Da-reum), ditugaskan oleh gurunya, Ha-jeong (Lee Eol), untuk membawa sebuah bungkusan kepada seorang mantan biksu, Park Jin-soo (Lee Sung-min), sekaligus memperingatkannya bahwa sesosok makhluk jahat yang dahulu pernah berusaha untuk membuka pintu neraka telah kembali dan bersiap untuk mengulangi kembali aksinya. Bukan usaha yang mudah. Selain Cheong-seok harus menemukan Park Jin-soo yang tidak terlalu jelas lokasi keberadaannya, Park Jin-soo menyimpan kenangan akan masa lalu yang kelam dan membuatnya tidak lagi percaya akan berbagai ajaran yang dulu diterimanya sebagai seorang biksu. Di saat yang bersamaan, seorang detektif bernama Kim Ho-tae (Park Hae-joon), sedang dilanda kebingungan ketika dirinya harus mengungkap kasus pembunuhan aneh dimana para korban ditemukan dengan kondisi mayat telah mengering.

Meskipun alur pengisahannya terasa bagaikan paduan akan sejumlah film horor yang pernah diproduksi oleh sineas Korea Selatan sebelumnya – The Wailing (Na Hong-jin, 2016) dan The Mimic (Huh Jung, 2017) mungkin adalah dua film dengan tema familiar yang teranyar, Kim mampu menghadirkan garapan pengisahan yang cukup apik bagi The 8th Night.

Dasar penceritaan yang bertutur tentang perjalanan sejumlah karakter dalam usaha mereka untuk menyelamatkan peradaban manusia dari ancaman bahaya mampu dibalut dengan sejumlah galian konflik yang krusial untuk menghadirkan pengembangan karakter sekaligus momen-momen emosional dalam linimasa penceritaan film ini. Sebagai sebuah sajian cerita yang mengangkat atmosfer pengisahan bernuansa horor, The 8th Night memang tidak memiliki terlalu banyak adegan yang akan mampu menghasilkan rasa takut pada penontonnya. Meskipun begitu, dengan penataan sinematografi bernuansa muram yang mampu mendukung ritme pengisahan yang berjalan secara perlahan, The 8th Night tidak pernah gagal untuk menciptakan kesan menyeramkan.



Review Enam

The 8th Night dibuka dengan sejarah Buddha dinarasikan dalam bahasa sansekerta, yang menceritakan tentang 'si merah' dan 'si hitam' yang dikunci secara terpisah untuk mencegah terbukanya pintu neraka di bumi. Namun satu malam, seorang arkeolog membuka segel 'si merah', yang menjadi awal teror.

Film 'The 8th Night terasa begitu kelam dengan scoring yang menambah suasana tegang. Akting para pemainnya juga sangat total, seperti bagaimana Lee Sung Min memerankan karakter mantan biksu yang penuh penyesalan di masa lalu. Nam Da Reum sebagai biksu muda, hingga Kim Yoo Jung yang hampir tidak ada dialog.



Baca Juga

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.