Menu
Linkkoe My Id

Tujuh Bantuan Pemerintah Cair Agustus: BST atau BLT Pekerja, BSU, Diskon Listrik, Kuota Internet, BPUM, Kartu Prakerja, & Bansos Sembako

Tujuh Bantuan Pemerintah Cair Agustus: BST atau BLT Pekerja, BSU, Diskon Listrik, Kuota Internet, BPUM, Kartu Prakerja, & Bansos Sembako





Tujuh Bantuan Pemerintah Cair Agustus: BST atau BLT Pekerja, BSU, Diskon Listrik, Kuota Internet, BPUM, Kartu Prakerja, & Bansos Sembako


Linkkoe My Id - Pemerintah menyiapkan 7 bantuan untuk masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yakni Program Kartu Prakerja gelombang 18, bantuan sosial tunai (BST), bantuan sosial nontunai atau disebut Bansos Sembako.

Selanjutnya, selama Juli dan Agustus 2021, pemerintah merilis program BSU atau BLT pekerja dan buruh, bansos produktif usaha mikro (BPUM) untuk UMKM, diskon tarif listrik, dan kuota Internet.

Baca Juga:


Berikut ini rincian dari 7 bantuan yang disalurkan pemerintah:

1. BLT atau BSU Pekerja dan Buruh

Kementerian Ketenagakerjaan menerima data calon penerima bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah (BSU) bagi pekerja/buruh dari BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat (30 Juli 2021). Prosesi serah terima data calon penerima bantuan langsung tunai (BLT) ini sebagai tanda dimulainya program BSU untuk Juli dan Agustus tahun 2021.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan bahwa pada hari ini pihaknya menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 1 juta calon penerima BSU atau BLT dari 8,73 juta pekerja/buruh yang diproyeksikan akan menerima bantuan untuk Juli dan Agustus. Untuk jumlah calon penerima tersebut, Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp8,8 Triliun.

"Nantinya data 1 juta calon penerima BSU tersebut akan dicek dan di-screening oleh Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan kesesuaian format data, dan menghindari duplikasi data," ujar Menaker Ida seperti dilansir laman resmi Kemnaker, www.kemnaker.go.id.

Terkait dengan mekanisme penyalurannya, BSU disalurkan langsung ke rekening bank penerima bantuan. Para penerima BSU yang memiliki mobile banking langsung dapat cek di gadget-nya, atau bisa langsung cek ke ATM dan ke kantor cabang Bank Penyalur dengan tetap menjaga protokol Kesehatan.

Bank Penyalur BSU adalah Bank Milik Negara yang terhimpun dalam Himbara yaitu Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BTN. Khusus untuk penyaluran dana bantuan kepada pekerja/buruh penerima bantuan di Provinsi Aceh, menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI).

2. Kartu Prakerja

Lalu, untuk pekerja yang terkena PHK ada tambahan dana sebesar Rp 10 triliun untuk 2,8 juta peserta. Bantuan ini akan diberikan sejak PPKM diberlakukan hingga akhir tahun mendatang. Syaratnya adalah WNI, berusia minimal 18 tahun, tidak sedang menempuh pendidikan formal, merupakan pencari kerja, bukan ASN, TNI/Polri, anggota DPR/DPRD, BUMN/BUMD, dan dalam satu keluarga maksimal 2 pendaftar.

3. Bansos Sembako

Kementerian Sosial untuk mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/kartu sembako serta Program Keluarga Harapan (PKH) yang ditambah dengan bantuan beras bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kemensos bermitra dengan Perum Bulog dalam penyaluran bantuan beras 10 kg untuk 10 juta KPM PKH, 10 juta KPM BST dan 8,8 juta KPM Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako non-PKH.

4. BST

Bantuan sosial tunai (BST) untuk periode Juli dan Agustus 2021 yang disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) via Kantor Pos senilai Rp300 per bulan sudah mulai berjalan. Namun, untuk warga DKI Jakarta masih belum ada keterangan tentang kapan bantuan serupa via Bank DKI akan cair.

Sama seperti penyaluran BST tahap sebelumnya, penyaluran BST tahap ke-14 dan 15 ini juga dilakukan melalui Kantor Pos kepada keluarga penerima manfaat. Tiap KK menerima uang BST sebesar Rp600 ribu.

Sementara itu, menurut penelusuran Ayojakarta, Pemprov DKI Jakarta masih menyelesaikan penyaluran BST untuk periode Mei dan Juni 2021. Masih ada sekitar 99 ribu calon penerima bantuan yang masih diselaraskan datanya.

Hal itu terungkap dari kicauan akun Twitter Pemprov DKI, @DKIJakarta, pada Kamis 29 Juli 2021 menjawab pertanyaan dari warganet.

  • (1/3) Sesuai info dari Dinas terkait, pencairan BST tahap 5 dan 6 telah dilakukan pada tanggal 19 Juli 2021 kepada 907.616 KK.
  • (2/3) Apabila Bapak / Ibu telah menerima buku tabungan dan kartu ATM BST, serta telah melakukan pencairan BST tahap 4, maka Bapak / Ibu termasuk ke dalam 99.763 KK yang masih dalam proses pemadanan dengan data Kementerian Sosial RI untuk menghindari duplikasi data.
  • (3/3) Untuk itu kami mohon perkenan Bapak / Ibu dapat menunggu. Informasi lengkapnya melalui media sosial resmi Pemprov DKI Jakarta atau melalui Call Center BST (021) 2268 4824. Terima kasih.

5. Diskon Tarif Listrik

Diskon listrik juga diperpanjang hingga Desember 2021 bagi 32,6 juta rumah tangga yang terdaftar. Ketentuannya adalah pengguna listrik 450VA mendapatkan diskon 50 persen, sedangkan pelanggan 900 VA akan mendapatkan diskon sebesar 25 persen. Selain itu, masa bantuan rekening minimum biaya beban/abonemen bagi pelaku usaha juga diperpanjang sampai Desember 2021.


6. Kuota Internet

Terakhir, subsidi kuota internet 38,1 juta bagi peserta didik dan tenaga kerja kembali diperpanjang hingga akhir tahun. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah: terdaftar di aplikasi Dapodik Kemendikbud, memiliki ponsel aktif, dan untuk dosen memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP).

Pemerintah melalui APBN akan terus hadir bagi seluruh masyakat dan menjaga agar Indonesia dapat terus kuat menghadapi pandemi Covid-19. Terus terapkan protokol kesehatan apabila harus melakukan aktivitas keluar rumah.


7. BPUM UMKM

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021 secara simbolis kepada 20 perwakilan penerima bantuan di Halaman Depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30 Juli 2021). Acara ini turut dihadiri oleh penerima BPUM lainnya secara daring.

“Tahun 2021 yang akan dibagikan untuk Banpres Produktif ini adalah Rp15,3 triliun yang dibagikan kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Ada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil yang ada di seluruh Tanah Air, dan mulai dibagikan pada hari ini,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Jumlah tersebut terdiri atas dua tahap di mana pemerintah telah menyalurkan BPUM tahap I sebesar Rp11,76 triliun bagi 9,8 juta pelaku usaha mikro. Adapun penyaluran BPUM tahap II akan disalurkan kepada 3 juta pelaku usaha mikro pada bulan Juli hingga sebelum bulan September 2021, dengan total anggaran sebesar Rp3,6 triliun.

Adapun bantuan yang diterima masing-masing pelaku usaha adalah sebesar Rp1,2 juta. “Kita berharap ini bisa membantu mendorong ekonomi kita semuanya,” imbuh Presiden.




Baca Juga

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.