Menu
Linkkoe My Id

Jenis-Jenis Kritik Sastra


Jenis-Jenis Kritik Sastra



Jenis-Jenis Kritik Sastra 

Kritik sastra dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis kritik sastra ini dibagi berasaskan bentuk, pendekatan, dan pelaksanaan kritik. Berdasarkan metode kritik atau pendekatan dibagi menjadi dua, yaitu kritik untuk memberikan evaluasi pada penulis sesuai kriteria atau ukuran yang telah ditentukan penilaian sastra (judicial criticsm) dan kritik karya sastra yang menelaah karya sastra tanpa adanya aturan atau ukuran yang ditentukan (inductive criticsm). Judicial criticsm juga dapat dibagi menjadi kritik sastra ilmiah, estetis, dan sosial. Kritik sastra induktif ini digunakan tanpa ada perspektif terhadap karya sastra yang dikaji sebelumnya dan hasil telaah disajikan berdasarkan metode tertentu (Esten 1984: 12—13; Semi, 1989: 11— 12).

Kritik sastra berdasarkan segi bentuknya diuraiakan menjadi dua, yaitu relatif dan absolut. Kritik relatif dimaknai sebagai kritik yang memiliki aturan dan menjadi pedoman untuk menguraikan hakekat karya sastra. Berbeda dengan kritik relatif, kritik sastra absolut menekankan ketidakpercayaan akan aturan yang menjadi pedoman dalam melakukan kritik (Semi, 1989: 13).

Lebih lanjut, Thrall dan Hibbard dalam Semi (1989) membagi kritik sastra berdasarkan tipe sejarah sastra menjadi delapan jenis.

  • Impressionistik, yaitu kritik yang menekankan proses karya sastra mempengaruhi kritikus.
  • Kesejarahan, yaitu kritik yang menyelidiki karya sastra berdasarkan fakta sejarah dan kehidupan pengarang.
  • Tekstual, yaitu kritik yang bertujuan menuliskan kembali naskah asli.
  • Formal, yaitu kritik yang menganalisis karakteristik dimana karya sastra dapat dimasukkan.
  • Yudisial, yaitu kritik yang dilandaskan aturan yang sudah disepakati.
  • Analitik, yaitu kritik yang berusaaha menggali esensi karya dengan mendalam guna mendapatkan objektivitas suatu karya.
  • Moral, yaitu kritik yang menekankan adanya nilai kemanusiaan dalam karya sastra.
  • Mistik, yaitu kritik yang mengkaji tentang hubungan makna karya sastra dengan suatu kepercayaan.


Setiap bentuk kritik tersebut sah untuk digunakan dalam kehidupan kesusastraan. Namun, kenyataan dan keabsahan belum tentu menunjukkan keseluruhannya merupakan kritik sastra yang diperlukan sesuai dengan perkembangan kesusastraan. Untuk membangun masyarakat yang cermat dalam memandang karya sastra, dibutuhkan prinsip dan jenis kritik sastra yang relevan.


Baca Juga

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.