Menu
Linkkoe My Id

Sekilas tentang Definisi Puisi


Sekilas tentang Definisi Puisi




Sekilas tentang Definisi Puisi


Genre sastra yang sering mendapat perhatian khalayak pembaca sastra adalah puisi. Puisi juga sering disebut sajak. Hingga kini definisi tentang puisi sangat beragam bergantung pada sudut pandang masing- masing pakar sastra. Definisi puisi mengalami perubahan karena adanya perubahan konsep atau wawasan estetik yang selalu berkembang dan berubah-ubah sesuai dengan horison harapan para pakar dan evolusinya.

Sebelum kita menelaah puisi, lebih dahulu kita perlu memahami definisi puisi agar kita dapat membedakannya dengan genre sastra lainnya. Altenbern (dalam Pradopo, 2000:5-6) menyatakan bahwa ”Poetry as the interpretative dramatization of experience in metrical language”, puisi itu merupakan pendramaan pengalaman yang bersifat penafsiran dalam bahasa berirama (bermetrum). Shannon Ahmad (dalam Pradopo, 2000:6) mengumpulkan beberapa definisi puisi sebagai berikut.

  • Samuel Taylor Coleridge mengemukakan, puisi itu adalah kata- kata yang terindah dalam susunan yang terindah. Penyair sangat hati-hati dalam memilih dan menyusun kata-kata agar dapat memperoleh keindahan.
  • Carlyle mengatakan, puisi pmerupakan emikiran yang bersifat musikal. Penyair dalam menciptakan puisi menekankan adanya kemerduan bunyi seperti musik. Kata-kata disusun sedemikian rupa sehingga yang dominan adalah rangkaian bunyi yang merdu yang bersifat musikal sehingga menimbulkan orkestrasi bunyi dengan paduan-paduan bunyi yang indah.
  • Wordsworth mengatakan, puisi lebih merupakan pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang diangankan dan direkakan.
  • Auden mengemukakan bahwa puisi itu merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-campur.
  • Dunton mengatakan, puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama.
  • Shelley mengemukakan, puisi itu rekaman detik-detik yang paling indah dalam kehidupan manusia. Misalnya peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kegembiraan, kebahagiaan, cinta dan kasih sayang, namun juga kesedihan, duka nestapa, dan kematian. Ringkasnya, detik-detik yang paling indah dalam kehidupan penyair merupakan bahan pokok dalam penciptaan puisi setelah melalui proses kreasi, kontemplasi, dan refleksi.


Dari berbagai pendapat tentang puisi tersebut Ahmad (1978:3-4) menyimpulkan bahwa puisi mengandung unsur-unsur emosi, imajinasi, pemikiran/ide, nada, irama, citraan, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur. Berbagai unsur tersebut dapat diklasifikasi menjadi tiga aspek. Pertama, hal yang meliputi pemikiran, ide, dan perasaan; kedua, adalah bentuknya; ketiga adalah kesannya. Kesemuanya itu diungkapkan dengan media bahasa sebagai sarana ekspresi yang paling lazim dalam karya sastra.

Berdasarkan aneka ragam definisi puisi tersebut, Pradopo (2000:7) berkesimpulan bahwa puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi pancaindra dalam susunan yang berirama. Semua itu merupakan sesuatu yang penting, yang direkam dan diekspresikan, dinyatakan dengan menarik dan memberi kesan. Puisi itu merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan.


Baca Juga

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.