Cerita Berbingkai: Definisi, Contoh dan Fungsinya - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Berbingkai: Definisi, Contoh dan Fungsinya

Cerita Berbingkai: Definisi, Contoh dan Fungsinya



Cerita Berbingkai 

Definisi Cerita Berbingkai

Cerita Berbingkai adalah kisah diatur dalam sebuah cerita, narasi, atau film, diberitahu oleh utama atau pendukung karakter. Seorang karakter mulai menceritakan sebuah cerita kepada karakter lain, atau dia duduk untuk menulis sebuah cerita, menceritakan detailnya kepada penonton. Teknik ini juga disebut "narasi berbingkai", dan merupakan bentuk teknik sastra yang sangat populer yang digunakan dalam penceritaan dan narasi.

Cerita berbingkai biasanya ditemukan dalam novel, drama, puisi, televisi, film, musikal, dan opera. Ini adalah kisah pemersatu di mana satu atau lebih cerita terkait muncul. Misalnya, dalam Odyssey karya Homer, Odysseus menceritakan tentang pengalamannya mengembara di istana Raja Alcinous, atau kunjungannya ke pulau penyihir.

Contoh Cerita Berbingkai dalam Sastra

Contoh #1: Frankenstein (oleh Marry Shelley)

Ada beberapa contoh teknik yang digunakan oleh Marry Shelley dalam novelnya, Frankenstein. Dia telah memberikan banyak cerita berbingkai dalam novel ini. Misalnya, Robert Walton menggambarkan sebuah cerita – diceritakan oleh Frankenstein, – dalam surat-suratnya yang dia tulis kepada saudara perempuannya. Kisah Frankenstein berisi kisah tentang makhluk, dan kisah makhluk itu secara singkat berisi kisah keluarga yang selama ini ia tinggali.

Contoh #2: Inception (oleh Christopher Nolan)

Dalam film Inception, Leonardo DiCaprio masuk ke dalam mimpi Cillian Murphy untuk menanamkan ide ke alam bawah sadarnya. Leonardo menempatkan dia untuk tidur dalam mimpi, mengikutinya ke lapisan kedua mimpi yang segera memberi jalan ke mimpi lain. Dalam mimpi terdalam, Leonardo meledak dan masuk ke dalam mimpi tak berujung - "limbo" - yang bisa berlangsung selamanya, tetapi hanya beberapa detik berlalu di dunia nyata. Leonardo, akhirnya terbangun melalui lapisan mimpi, merasa seolah-olah bertahun-tahun telah berlalu, kembali ke kehidupan nyatanya.

Contoh #3: Titanic (oleh James Cameron)

Dalam film, Titanic, seorang wanita tua Rose memulai film dengan menceritakan kisah perjalanannya di Samudra Atlantik. Ketika pembaca masuk ke narasinya, dia menemukan dirinya di tahun 1912, di mana cerita dimulai. Hanya beberapa kali pembaca kembali ke Rose tua untuk berhubungan dengan pengalamannya; Namun, film berakhir saat dimulai. Ini disebut teknik framing di mana penulis menceritakan sebuah cerita dalam sebuah cerita.

Contoh #4: The Canterbury Tales (oleh Geoffrey Chaucer)

Dalam Canterbury Tales, Geoffrey Chaucer telah menggunakan narasi berbingkai, membawa karakter yang berbeda, yang masing-masing menceritakan sebuah cerita. Bingkai cerita ziarah ini menyatukan sejumlah pendongeng, yang tampil dengan ciri kepribadian yang jelas, dan membangun hubungan dramatis satu sama lain dan dengan kisah yang mereka ceritakan. Prolog Umum adalah bagian dari puisi ini yang berhubungan dengan narasi bingkai.

Contoh #5: (Wuthering Heights (oleh Emily Bronte)

Wuthering Heights , seperti Frankenstein, juga memiliki cerita bingkai. Emily Bronte memperkenalkan Mr Lockwood sebagai narator pertama, yang menggambarkan kunjungannya ke Wuthering Heights, dan narasi beralih ke perspektif Mr Dean, yang menggambarkan sejarah perkebunan. Pembaca diperkenalkan dengan semua karakter utama.

Pergantian narasi ini sangat membantu, karena menghubungkan masa kini dengan masa lalu. Mr Lockwood mencoba untuk mencari tahu apa yang bisa terjadi di masa lalu yang membuat penghuni perkebunan saat ini tertekan dan keras kepala. Nyonya Dean, bagaimanapun, memberikan informasi tentang masa lalu, yang menyebabkan karakter berubah dengan cara ini.

Contoh #6: Heart of Darkness (oleh Joseph Conrad)

Dalam novel Conrad, Heart of Darkness, ada dua narator: (1) penumpang anonim yang bepergian dengan kapal pesiar, mendengarkan kisah Marlowe; dan (2) Marlowe sendiri. Narator pertama, atas nama empat penumpang lainnya, menggunakan orang pertama jamak. Marlowe, di sisi lain, menceritakan kisahnya sebagai orang pertama, menggambarkan apa pun yang dia lihat dan alami. Ini memberikan komentar pada keseluruhan cerita, bertindak sebagai cerita berbingkai.

Fungsi Cerita Berbingkai

Teknik sastra ini menggunakan narasi tertanam, yang memberikan pembaca dengan konteks tentang narasi utama. Bingkai cerita membawa pembaca dari cerita pertama ke yang lain. Ini adalah semacam panduan, yang menetapkan konteks untuk narasi yang disematkan, membantu penulis menciptakan konteks untuk menafsirkan sebuah narasi. Ini juga menawarkan berbagai perspektif kepada pembaca dalam sebuah cerita, serta tentang cerita tersebut. Perspektif ganda ini memberi pembaca lebih banyak informasi tentang karakter mengenai perasaan, pikiran, dan motivasi mereka .
gadis seksi
Cuan Setiap Hari
Mau dapat uang setiap hari tanpa ribet, silakan kunjungi web ini
KlikUang.com

Gadis Cantik Ini Open BO
Hanya karena ekonomi, Gadis cantik ini rela menjual tubuhnya demi rupiah
VideoXxx.com