Histori Realisme Sosialis di Rusia - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Cuan Setiap Hari
Mau dapat uang setiap hari tanpa ribet, silakan kunjungi web ini
KlikUang.com

Gadis Cantik Ini Open BO
Hanya karena ekonomi, Gadis cantik ini rela menjual tubuhnya demi rupiah
VideoXxx.com

Histori Realisme Sosialis di Rusia

Histori Realisme Sosialis di Rusia



Histori Realisme Sosialis di Rusia 

Histori Realisme Sosialis di Rusia - Akibat tekanan dari penguasa, pada era Rusia-Sovyet muncul aliran realisme sosialis sebagai wujud dari kepedulian sastrawan-sastrawan yang prihatin melihat perkembangan kesusasteraan di Rusia. Realisme adalah sebuah aliran yang muncul pada tahun 1840an dipelopori oleh Nikolay Vasilevich Gogol, seorang sastrawan besar Rusia pada abad 19 dimana pada masa itu kesusasteraan Rusia mencapai puncak kejayaannya dan sering disebut sebagai the Golden Age. Menurut Mirsky (1960:122) realisme adalah aliran sastra dalam bentuk prosa satir yang menampilkan kenyataan yang terjadi di masyarakat. Tema yang ditampilkan umumnya mengenai kehidupan sosial dan politik. Tokoh dan penokohan di dalam karya sastra realisme melambangkan watak-watak yang ditemukan di masyarakat dan juga peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat. Gogol menerbitkan karya-karyanya yang sangat terkenal seperti “Revizor (Inspektur Jenderal, 1836), “Shinel (Baju Mantel, 1842). Realisme mencapai puncaknya ketika pengarang Ivan Sergeyevich Turgenev menerbitkan “Otsi I Deti (Antara Ayah dan Anak, 1862), Fyodor Mikhailovich Dostoevsky menerbitkan “Prestuplenie I Nakazanie (Kejahatan dan Hukumannya, 1866) dan Lev Nikolaevich Tolstoy menerbitkan “Voina I Mir (Perang dan Damai, 1869). Sosialis adalah sebuah isme yang muncul di dalam karya-karya sastra yang peduli kepada rakyat miskin seperti kaum buruh, kaum pekerja (petani dan nelayan) yang hadir untuk ikut terlibat berjuang melawan segala sesuatu yang menindas terutama sistem kapitalisme yang secara nyata menghisap kaum pekerja (Kurniawan Eka, 1999). Maxim Gorky dan Mikhail Sholokov tampil sebagai sastrawan besar di periode kesusasteraan ini.

Vladimir Illich Lenin, sang pemimpin revolusi Rusia 1917 berpendapat bahwa “karya sastra haruslah menjadi roda penggerak dan baling-baling dari sebuah mesin besar sosial demokrasi”. Menurut Lenin, sastrawan mustahil berada di pihak yang netral, terutama di dalam penulisan karya-karyanya karena sastrawan pada umumnya adalah keturunan bangsawan dan dianggap sebagai kelompok borjuis atau kelas menengah. Setelah kemenangan revolusi Bolshevik, bangsa Rusia membutuhkan karya-karya sastra yang berpihak kepada kaum buruh dan tani yang menjadi ujung tombak keberhasilan revolusi.

Setelah Lenin wafat pada tahun 1924, Iosef Stalin diangkat menjadi pemimpin Uni Sovyet. Masa kepemimpinan Stalin juga melakukan propaganda untuk mempertahankan kekuasaannya, antara lain figur Stalin muncul pada surat kabar, majalah, poster yang membakar semangat rakyat, menanamkan rasa simpati pada pemimpin rezim yang berkuasa.

Pada tahun 1934 realisme sosialis dinobatkan sebagai aliran sastra tertinggi dan sastra lama bergeser kedudukannya di peringkat kedua. Sebutan berulang-ulang terhadap karya-karya kaum realisme sosialis seperti Mat’ (Ibunda, 1906) karya Maxim Gorky, ┼Żeleznij Potok (Banjir Besi, 1924) karya Aleksandr Serafimovich, Cement (Semen, 1925) karya Fyodor Vasilevich Gladkov, dan karya Aleksandr Aleksandrovich Fadeyev yang berjudul Razgrom (Sembilanbelas, 1927) berperan mendukung pandangan bahwa pembentukan kebudayaan baru sedang berjalan dengan baik. Konsep realisme sosialis berperan sebagai prinsip penuntun dalam kritik sastra resmi dan diharapkan memajukan ekspresi sastra masyarakat baru tersebut (D.W. Fokkema dan Elrud Kunne-Ibsch, 1998:118 -119).

Pada Kongres Pertama Pengarang Sovyet (1934), realisme sosialis diterima sebagai prinsip penuntun dalam kreasi sastra. Andrey Aleksandrovich Zhadanov sebagai pemimpin sidang memberikan pengarahannya sebagai berikut:

Sudah saatnya kita menentukan suatu langkah baru dalam bidang sastra sesuai dengan keinginan Komrad Stalin, maka karya sastra hendaknya berisikan suatu kenyataan dari masyarakat sosialis. Penulis hendaknya meninggalkan cirri lama yang tidak sesuai dengan kemajuan masyarakat sosialis. Romantisme yang tidak bernas dan yang tidak memiliki karakteristik sosialis harus diharamkan. Karya sastra harus bernafaskan ideologi partai yang menjadi alat kritik didaktik yang fungsional sekaligus bersifat humanis. Metode sastra yang demikian kita namakan saja realisme sosialis (Zeffry, 1999:100).

Sedangkan di dalam Statuta Perhimpunan Pengarang, realisme sosialis memiliki kedudukan yang penting, berikut kutipannya:

Realisme sosialis, metode dasar kesusasteraan, dan kritik sastra Sovyet, menuntut pengarang untuk memberikan penggambaran kenyataan yang penuh kebenaran dan konkret secara historis dalam perkembangan revolusinya. Sementara itu, kebenaran dan kekonretan historis suatu pelukisan kenyataan artistik harus dikombinasikan dengan tugas pendidikan dan pemulihan ideologi pekerja dengan semangat sosialisme (D.W. Fokkema & Elrud Kunne-Ibsch. 1998:119).

Realisme sosialis dianggap sebagai kelanjutan dari perkembangan realisme borjuis di tingkat yang lebih tinggi. Sastrawan-sastrawan borjuis dipertimbangkan tidak berdasarkan asal kelas mereka atau keterlibatan mereka di dalam politik secara eksplisit, tetapi berdasarkan tulisan-tulisan mereka yang secara luas mengemukakan pandangan- pandangan tentang perkembangan masyarakat pada zamannya (Raman Selden,1993:26).

Setelah kematian Stalin pada tahun 1953 dan kepemimpinan Sovyet digantikan oleh Nikita Sergeyevich Khruschev, kesusasteraan Rusia mulai bangkit kembali karena sensor pemerintah agak mengendur, karya-karya sastra bermunculan dengan tema-tema yang menggambarkan kehidupan rakyat sesungguhnya. Karya-karya yang berisi pengungkapan sisi buruk pemerintahan Stalin diizinkan terbit karena hal ini berkaitan dengan program destalinisasi. Aleksandr Isayevich Solzhenytsin menulis dua buah karya sastra yang sangat terkenal di dunia yaitu “Odin Den Ivana Denisovicha” (Sehari dalam Kehidupan Ivan Denisovich, 1962) yang menceritakan bagaimana kehidupan di dalam kamp tahanan di masa pemerintahan Stalin, mendapat hadiah nobel kesusasteraan pada tahun 1970, dan sebuah novel sejarah berjudul “Gulag Archipelago” (10973-1978). Boris Leonidovich Pasternak yang menulis “Dr. Zhivago” (1957) dan mendapat penghargaan hadiah Nobel pada tahun 1958.

Pengasihan Ampuh
Sekali Baca, Perempuan yang Kamu Cintai Pasti Tergila-Gila
pengasihanampuh.com

Bitcoin Mining Free
Just register, enjoy mining and withdraw BTC $12 every day
autofaucet.org

Pengasihan Terampuh
Doanya pendek, tapi khasiatnya luar biasa, cukup 3 kali baca, dia pasti tergila-gila.
doapengasihan.id

close