Konsep Dasar Strategi Pembelajaran - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Cuan Setiap Hari
Mau dapat uang setiap hari tanpa ribet, silakan kunjungi web ini
KlikUang.com

Gadis Cantik Ini Open BO
Hanya karena ekonomi, Gadis cantik ini rela menjual tubuhnya demi rupiah
VideoXxx.com

Konsep Dasar Strategi Pembelajaran

Konsep Dasar Strategi Pembelajaran
Konsep Dasar Strategi Pembelajaran



Konsep Dasar Strategi Pembelajaran

1. Pengertian Strategi Mengajar

Istilah strategi pada awalnya lebih dikenal dalam dunia militer, yaitu suatu cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Dalam konteks ini seorang komandan berperan mengatur suatu strategi bagaimana memenangkan peperangan dengan mempertimbangkan berbagai hal baik kekuatan maupun kelemahan musuh. Semua hal tersebut dianalisis secara cermat, sehingga komandan dapat memutuskan kekuatan lawan baik kualitas persenjataan dan personal militernya maupun jumlah pasukan musuhnya. Setelah semuanya diperhitungkan dan diketahui secara jelas dan rinci, komandan memutuskan kapan dia harus menyerang musuh, taktik apa yang akan digunakan maupun teknik yang digunakan dalam menyerang musuh. Komandan menetapkan semua strategi, taktik dan teknik dan digunakannya dalam memobilisasi pasukannya untuk memenangkan peperangan. Hal yang sama juga dapat kita amati dari seorang pelatih sepak bola, dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan lawan seorang pelatih berupaya menerapkan strategi bermain yang pas dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan timnya sendiri. Apakah dia menggunakan strategi menyerang atau malah strategi bertahan. Semua strategi tersebut apakah dimainkan dengan teknik tertentu atau dengan taktik khusus untuk memenangkan pertandingan.

Dari ilustrasi dalam dunia militer dan dunia sepak bola tersebut di atas, kita dapat memahami bahwa menentukan suatu strategi yang akan digunakan tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan, sebab suatu strategi yang akan digunakan harus benar-benar mempertimbangkan berbagai aspek, baik kekuatan yang ada pada lingkungan internal maupun kekuatan dan kelemahan yang ada pada faktor internal. Tetapi harus menjadi acuan utama adalah tujuan yang diinginkan, kalau ilustrasi di atas tujuan yang diinginkan adalah memenangkan pertempuran dan memenangkan permainan.

Dalam dunia pendidikan David (1999) mengartikan sebagai sebuah rencana, metode atau rangkaian aktivitas/kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan khusus pendidikan.

Sementara Sanjaya (2008) mencermati ada dua hal yang terkandung dalam pengertian strategi yaitu:

a. Strategi pengajaran merupakan rangkaian kegiatan termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru mencapai langkah awal, yaitu tahap perencanaan, belum sampai pada tahap implementasi kegiatan. Dengan kata lain strategi sebenarnya adalah rencana tindakan yang didesain untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien.

b. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya yang dijadikan panduan dalam penyusunan rencana tindakan seperti langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas yang akan digunakan dalam proses pembelajaran adalah tujuan tersebut. Dengan demikian, tidak ada strategi yang ditetapkan sebelum mengetahui secara jelas apa tujuan yang diinginkan. Tujuan yang diinginkan inilah yang menyebabkan strategi selalu tidak sama antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya.

Sebelum pembahasan tentang strategi belajar mengajar diteruskan, perlu terlebih dahulu dipahami dua hal pokok yaitu pengertian strategi dan mengajar. Beberapa pendapat mengemukakan pengertian strategi seperti Niti Semito yang menyatakan bahwa strategi tidak lain daripada melaksanakan prinsip perhitungan (forecasting) sampai kepada alternatif-alternatif, estimasi bahwa hal itu patut dilaksanakan berarti ia menekankan kepada unsur ketepatan dan rasional.

Raka Joni (1980) menjelaskan istilah strategi, di dalam konteks mengajar sebagai suatu pola umum perbuatan guru di dalam perwujudan mengajar. Pola umum tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud tampak digunakan atau diperagakan guru di dalam bermacam-macam peristiwa belajar.

Sementara ahli lain Kemp (1995) seperti dikutip oleh Sanjaya (2008) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Hal ini juga sejalan dengan pengertian yang dikemukakan oleh Dick dan Carry yang menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama- sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi mengajar berarti penyusunan pola dengan kemungkinan variasi dalam arti macam dan urutan umum mengajar, yang secara prinsip berbeda antara yang satu dengan yang lain, atau menunjuk kepada cara-cara merencanakan sesuatu sistem lingkungan belajar tertentu. Jika disejajarkan strategi mengajar ini dengan pembuatan rumah, strategi mengajar ini ibarat melacak berbagai kemungkinan macam rumah yang akan dibangun, yang masing-masing model akan menampilkan kesan dan pesan yang unik.

Kegiatan belajar mengajar merupakan satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. Kegiatan belajar adalah kegiatan yang primer dalam kegiatan belajar mengajar, sedangkan kegiatan mengajar merupakan kegiatan sekunder yang dimaksudkan untuk dapat terjadinya kegiatan belajar mengajar yang optimal.

Situasi yang memungkinkan terjadinya kegiatan belajar mengajar yang optimal adalah suatu situasi dimana warga belajar dapat berinteraksi dengan pengajar dan atau bahkan pembelajaran di tempat tertentu yang telah diatur dalam rangka pencapaian tujuan. Selain itu situasi tersebut dapat lebih mengoptimalkan kegiatan belajar bila menggunakan metode dan atau media yang tepat. Dengan demikian maka kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang melibatkan beberapa komponen seperti: siswa, guru, tujuan, isi pelajaran, metode, media, dan evaluasi.

Komponen-komponen tersebut di atas saling berinteraksi satu sama lain dan bermula serta bermuara pada tujuan pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar mencakup berbagai komponen dan saling berinteraksi serta saling mempengaruhi, maka kegiatan tersebut merupakan suatu sistem yang sering disebut istilah sistem instruksional. Kegiatan belajar mengajar sebagai suatu sistem instruksional merupakan interaksi antara warga belajar dengan komponen-komponen lainnya. Pengajar sebagai penyelenggara kegiatan belajar mengajar, hendaknya memikirkan dan mengupayakan terjadinya interaksi warga belajar dengan komponen yang lain secara optimal. Berinteraksinya warga belajar dengan komponen lain secara optimal akan mengefektifkan kegiatan belajar mengajar.

Untuk mengoptimalkan interaksi tersebut dalam sistem instruksional, maka guru harus mengkonsistensikan tiap-tiap aspek dari komponen yang membentuk sistem instruksional.

Dari uraian-uraian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa strategi belajar mengajar adalah kegiatan pengajar untuk memikirkan dan mengupayakan terjadinya konsistensi aspek-aspek dari komponen pembentuk sistem instruksional dengan menggunakan siasat tertentu. Siasat yang berbeda akan menyebabkan adanya berbagai strategi belajar mengajar yang berbeda pula. Strategi belajar mengajar dapat berupa ekspositoris maupun heuristik.

Berbagai istilah sering disamakan dan dibedakan antara pendekatan, strategi, metode, teknik, dan taktik. Istilah strategi dari uraian di atas kita pahami sebagai sebuah perencanaan tindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Rencana tindakan yang sudah disusun tersebut pada tataran implementasi harus dilakukan dengan metode tertentu pula agar benar-benar berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. Jadi metode dipilih dan digunakan untuk mewujudkan strategi yang disusun dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh sebab itu, dalam satu strategi dapat saja digunakan berbagai metode sekaligus, misalnya penggunaan belajar kooperatif dengan strategi ekspositori dapat saja digunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi sekaligus dalam suatu proses pembelajaran.

Istilah yang sering ditukarbalikkan pengertiannya adalah pendekatan (approach), sering terjadi kebingungan apakah strategi lebih dulu baru ada pendekatan atau malah sebaliknya dari suatu pendekatan akan lahir strategi tertentu. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, sehingga pendekatan ini masih bersifat umum, karena dia merupakan titik pandang terhadap suatu proses. Dengan demikian dapat dipahami bahwa lahirnya suatu strategi dan metode tergantung pada pendekatan tertentu pula.

Roy Killen (1998) menyatakan ada dua pendekatan pembelajaran yaitu (1) pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan (2) pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru. Pendekatan yang berpusat pada guru melahirkan strategi pembelajaran langsung, pembelajaran deduktif dan pembelajaran ekspositori. Sedangkan pembelajaran dengan pendekatan berpusat pada siswa melahirkan strategi pembelajarn discovery, inquiry serta strategi pembelajaran induktif.

Sedangkan teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode. Misalnya bagaimana cara yang harus dilakukan agar metode ceramah berjalan efektif dan efisien? Dengan demikian,

sebelum orang melakukan proses ceramah sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasi, misalnya kalau siang hari ceramah dengan jumlah peserta yang banyak tentu akan berbeda teknik berceramah kalau dilakukan pada pagi hari atau malam hari dengan jumlah peserta yang sedikit.

Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu, sehingga taktik ini lebih bersifat individual (Sanjaya, 2008). Misalnya ada dua orang guru yang sama-sama menggunakan metode diskusi dalam situasi dan kondisi yang sama di suatu sekolah, akan terjadi perbedaan taktik dalam mengaktifkan siswa selama diskusi berlangsung.


2. Pentingnya Strategi Mengajar

Pencapaian tujuan pembelajaran sangat tergantung pada variabel-variabel dalam proses pembelajaran itu sendiri. Banyak ahli mengemukakan tentang variabel proses pembelajaran seperti yang diungkapkan oleh Nyoman Sudana Degeng (1989) yang mengklasifikasikan variabel-variabel sebagai komponen utama yaitu: tujuan, pilihan tindakan dan kendala. Glaser (1967) mengemukakan tentang empat komponen dalam proses pembelajaran adalah analisis bidang studi, diagnosis kemampuan awal siswa, proses-proses pengajaran dan pengukuran hasil belajar. Sedangkan Reigeluth (1977) merumuskan landasan pengembangan suatu teori pengajaran atas empat variabel yaitu kondisi pengajaran, bidang studi, strategi pengajaran, dan hasil pengajaran.

Perbandingan komponen proses pembelajaran menurut Glaser dan Reigeluth dapat disajikan dalam bentuk berikut:

Glaser (1967)

analisis bidang studidiagnosis kemampuan awal siswa proses-proses pengajaran pengukuran hasil belajar

Reigeluth (1977)

kondisi pengajaran bidang studi strategi pengajaran hasil pengajaran


Penggunaan strategi mengajar yang tepat sangat penting untuk diperhatikan, oleh karena itu strategi mengajar yang digunakan untuk pencapaian tujuan instruksional/pengajaran tertentu harus dapat menumbuhkan daya tarik bagi si belajar. Karena dengan daya tarik yang tinggi pada saat penyampaian bahan pengajaran menyebabkan siswa ingin mempelajari bidang studi dengan intensitas minat dan perhatian yang tinggi. Tingginya intensitas minat, perhatian dan motivasi ini merupakan pra kondisi bagi pencapaian tujuan pembelajaran secara lebih optimal. Hal ini pada dasarnya merupakan tanggung jawab pengajaran, dan merupakan suatu indikator kualitas proses pembelajaran yang dilakukan oleh seorang pengajar.
Pengasihan Ampuh
Sekali Baca, Perempuan yang Kamu Cintai Pasti Tergila-Gila
pengasihanampuh.com

Bitcoin Mining Free
Just register, enjoy mining and withdraw BTC $12 every day
autofaucet.org

Pengasihan Terampuh
Doanya pendek, tapi khasiatnya luar biasa, cukup 3 kali baca, dia pasti tergila-gila.
doapengasihan.id

close