Perbedaan Prosa Fiksi dan Prosa Nonfiksi - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Cuan Setiap Hari
Mau dapat uang setiap hari tanpa ribet, silakan kunjungi web ini
KlikUang.com

Gadis Cantik Ini Open BO
Hanya karena ekonomi, Gadis cantik ini rela menjual tubuhnya demi rupiah
VideoXxx.com

Perbedaan Prosa Fiksi dan Prosa Nonfiksi

Perbedaan Prosa Fiksi dan Prosa Nonfiksi



Perbedaan Prosa Fiksi dan Prosa Nonfiksi 

Ada perbedaan antara prosa fiksi dan prosa nonfiksi. Prosa fiksi merupakan karya sastra yang berbentuk novel, novelet, dan cerpen. Prosa fiksi lebih mengutamakan faktor imajinasi (rekaan) daripada faktor kenyataan. Kemudian prosa nonfiksi bentuknya antara lain: esai, kritik, otobiograf, biografi. Prosa nonfiksi lebih mengutamakan fakta daripada imajinasi. Untuk lebih jelasnya, hal tersebut akan diuraikan berikut ini.


Prosa Fiksi 

Prosa mempunyai pengertian yang luas karena mencakup berbagai tulisan. Oleh karena itu, perlu dibedakan antara prosa fiksi dan prosa nonfiksi. Fiksi seperti dikemukakan di atas, dapat diartikan sebagai cerita rekaan. Namun, pada kenyataannya tidak semua karya yang mengandung unsur rekaan disebut karya fiksi. Dewasa ini penyebutan untuk karya fiksi lebih ditujukan kepada karya yang berbentuk prosa naratif/teks naratif. Karya-karya lain, seperti drama dan puisi, umumnya tidak disebutkan sebagai karya fiksi. Keduanya dipandang sebagai genre yang berbeda meskipun tidak dapat disangkal keduanya pun mengandung un- sur rekaan. Prosa fiksi menunjukkan pada karya yang berbentuk novel dan cerita pendek. Keduanya mempunyai perbedaan dan persamaan. Perbedaannya dapat dilihat dari segi formalitas bentuk, segi panjang cerita. Sebuah cerita yang panjang, katakanlah berjumlah ratusan halaman tidak dapat disebut sebagai cerpen, melainkan lebih tepat dikatakan sebagai novel. Cerpen, sesuai namanya adalah cerita yang pendek. 

Karya yang berbentuk cerpen memiliki panjang cerita yang bervariasi. Ada cerpen yang pendek, bahkan mungkin pendek sekali, seperti cerpen yang ditulis oleh Deddy D. Iskandar yang berjudul “Nah”. Ada juga cerpen yang panjangnya cukupan, serta ada cerpen yang panjang. Karya sastra yang disebut novelet merupakan karya yang lebih pendek daripada novel, tetapi lebih panjang daripada cerpen. Karya Umar Khayam yang berjudul “Sri Sumarah” dapat dikatakan sebagai novelet karena bentuknya lebih panjang daripada cerpennya yang ber- judul “Seribu Kunang-Kunang di Manhattan”. Begitu juga karya Ahmad Tohari yang berjudul “Bulan Kuning Sudah Tenggelam” yang terkum- pul dalam buku kumpulan cerpen “Nyanyian Malam” merupakan novelet. Karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul “Pudarnya Pesona Cleopatra” di dalamnya ada dua cerita, yaitu “Pudarnya Pesona Cleopatra” dan “Setetes Embun Cinta Niyala” juga merupakan novelet. Namun, Habiburahman menyebut karya yang ditulisnya sebagai novel mini.

Novel dan cerpen sebagai karya fiksi mempunyai kesamaan. Keduanya dibangun oleh unsur-unsur pembangun yang sama. Keduanya dibangun dari dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Novel dan cerpen sama-sama memiliki unsur peristiwa, alur, tema, tokoh, latar, sudut pandang, dan lain-lain. Oleh karena itu, novel dan cerpen dapat dianalisis dengan pendekatan yang sama. Namun, terdapat perbedaan in- tensitas (juga kuantitas) dalam hal “pengoperasian” unsur-unsur cerita pada keduanya. Unsur-unsur pembangunnya seperti alur, tema, penokohan, dan latar secara umum dapat dikatakan lebih rinci dan kompleks daripada unsur-unsur cerpen. Untuk mempejelas perbedaan antara novel dan cerpen dapat digambarkan sebagai berikut: 


Novel

  • Memiliki alur lebih dari satu/ganda. Novel tidak hanya menampil- kan peristiwa yang berfokus pada konflik utama saja, tetapi juga konflik tambahan. Konflik tersebut memunculkan plot utama dan subalur.
  • Memiliki tema mayor dan tema ninor. Hal tersebut berkaitan den- gan adanya alur utama dan sub-alur.
  • Memiliki tokoh yang lebih banyak. Selain banyak, jati diri tokoh biasanya ditampilkan secara lebih lengkap.
  • Memiliki latar yang lingkupnya lebih luas dan biasanya keadaan latar diuraikan secara rinci.

Cerpen

  • Memiliki alur tunggal karena cerpen hanya menampilkan satu peristiwa.
  • Memiliki tema tunggal atau tema pokok. Hal ini berkaitan dengan alur yang tunggal.
  • Memiliki tokoh yang lebih sedikit dan jati diri tokoh tidak diung-kap secara dalam seperti halnya yang ada di dalam novel.
  • Memiliki latar yang terbatas atau lingkup yang terbatas dan latar di dalam cerpen tidak diuraikan secara detil.

Menurut Nurgiyantoro (2010:14) novel atau cerpen yang baik harus memenuhi kriteria kepaduan (unity), yaitu segala sesuatu yang diceritakan bersifat dan berfungsi untuk mendukung tema utama. Peristiwa-peristiwa yang membentuk plot walau tidak bersifat kronologis, harus tetap saling berkaitan secara logika. Meskipun novel dan cerpen menawarkan sebuah dunia yang padu, ada perbedaan di antara keduanya. Cerpen hanya menampilkan salah satu sisi kecil pengalaman kehidupan saja, sedangkan novel menampilkan dunia dalam skala yang lebih besar dan kompleks. Novel mencakup berbagai pengalaman kehidupan yang dipandang aktual, tetapi tetap saling berjalinan. Kepaduan novel sulit dicapai dibanding dengan cerpen. Novel umumnya terdiri dari sejumlah bab yang masing-masing berisi cerita yang berbeda. Hubungan antar bab kadang-kadang merupakan hubungan sebab-akibat/kronologis. Dengan demikian, jika hanya membaca satu bab novel secara acak, tidak akan didapatkan cerita yang utuh. Dengan kata lain, keutuhan cerita sebuah nivel meliputi keseluruhan novel.

Prosa Nonfiksi

Kalau prosa fiksi lebih bersifat rekaan/khayal dan menggunakan bahasa yang konotatif maka prosa nonfiksi lebih bersifat faktual dan cenderung menggunakan bahasa yang denotatif. Yang termasuk prosa nonfiksi antara lain: esei, kritik, biografi, otobiografi, sejarah.

1) Esai adalah karangan tentang suatu fakta yang dikupas menurut pandangan pribadi penulisnya. Dalam esai, baik pikiran maupun perasaan dan keseluruhan pribadi penulisnya tergambar dengan jelas sebab esei memang merupakan ungkapan pribadi penulis- nya terhadap sesuatu fakta. Contoh: “Mencari Setangkai Daun Surga“ (kumpulan esai berisi esai-esai pendek, di dalamnya merupakan refleksi tentang sejumlah persoalan sastra, budaya, hingga situasi politik kontemporer) ditulis oleh Anton Kurnia tahun 2016. “Republik Ken Arok” (kumpulan esai yang berisi realitas sosial yang berupa kebekuan interaksi masyarakat akibat kehilangan kepercayaan pada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain, dan kepercayaan dari orang lain) ditulis oleh Candra Malik tahun 2016. “Gaduh” (kumpulan esai berisi pergolakan isu perpolitikan di tanah air yang kian deras mengalir di tahun 2014) ditulis oleh Boyke Pribadi tahun 2015.

2) Kritik adalah analisis untuk menilai sesuatu karya seni, dalam hal ini karya sastra. Jadi, kritik sebenarnya termasuk esei argumentasi dengan faktanya sebuah karya sastra sebab kritik berakhir dengan sebuah simpulan analisis. Contoh: Aplikasi Kritik Sastra Femi- nisme Perempuan dalam Karya-karya Kuntowijoyo, yaitu kritik yang ditulis oleh Adib Sofia pada tahun 2009. Kritik Sastra Indo- nesia Modern, ditulis oleh Rachmat Djoko Pradopo tahun 2002. Kritik sastra Feminis: Teori dan Aplikasinya dalam Sastra Indo- nesia, ditulis oleh Wiyatmi tahun 2012. Kitab Kritik Sastra ditulis oleh Maman S. Mahayana tahun 2015. Buku tesebut berisi kritik terhadap puisi, cerpen, novel dan lain-lain.

3) Biografi atau riwayat hidup adalah cerita tentang hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Tugas penulis biografi, yaitu meng- hadirkan kembali jalan hidup seseorang berdasarkan sumber-sum- ber atau fakta-fakta yang dapat dikumpulkannya. Sebuah karya biografi biasanya menyangkut kehidupan tokoh-tokoh penting dalam masyarakat atau tokoh-tokoh sejarah.

Contoh: 

a. Soehart o:Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya. Biografi Su-harto yang ditulis oleh Ramadhan K.H.

b. Gus Dur. Biografi Gus Dur ditulis oleh Greg Barton.

c. Panggil Aku Kartini Saja ditulis oleh Pramudya Ananta Toer. 

d. Sukarno Biografi Singkat 1901—1970 ditulis oleh Taufik Adi Susilo.


4) Otobiografi adalah biografi yang ditulis oleh tokohnya sendiri, atau kadang kadang ditulis oleh orang lain atas penuturan dan sepengetahuan tokohnya.


Contoh:

a. I am Zlatan, otobiografi Zlatan Ibrahimovic (pesepak bola terbaik asal Swedia yang bermain sebagai penyerang untuk LA Galaxy).

b. What If I Had Never Tried It (Andai Aku Tak Pernah Men- cobanya), otobiografi Valentino Rossi (seorang pembalap di kejuaraan grandprix motor dunia. Pemegang banyak rekor dan prestasi. Tujuh kali juara dunia di kelas puncak 500 cc MotoGP).

c. Untuk Negeriku, otobiografi Mohammad Hatta (tokoh pe- juang negarawan, ekonom, dan juga wakil presiden perta- ma)


5) Sejarah adalah cerita tentang zaman lampau suatu masyarakat berdasarkan sumber-sumber tertulis dan tidak tertulis. Meskipun karya sejarah mendasarkan diri pada fakta yang diperoleh dari beberapa sumber, penyajiannya tidak pernah lepas dari unsur khayali pengarang. Contoh: Sejarah Kejayaan Singasari ditulis oleh Sri Wintala Achmad, Sejarah dan Peradaban Islam oleh Badri Yatim, Kejayaan Harun Ar-Rasyid ditulis oleh Benson Bobrick.

Dikatakan oleh Djojosuroto (2009:92) bahwa batas antara fiksi dan nonfiksi tidak mutlak. Hal ini dsebabkan di dalam karya fiksi terdapat unsur-unsur nonfiksi, begitu pun sebaliknya. Di dalam karya nonfiksi, faktualitas dapat dipertanggungjawabkan meskipun ada unsur imajinasi. Di dalam novel, seringkali dijumpai unsur fakta dan realitas, sedangkan dalam sejarah dan esai sering terdapat unsur-unsur imajinasi dan rasa. (*)


Pengasihan Ampuh
Sekali Baca, Perempuan yang Kamu Cintai Pasti Tergila-Gila
pengasihanampuh.com

Bitcoin Mining Free
Just register, enjoy mining and withdraw BTC $12 every day
autofaucet.org

Pengasihan Terampuh
Doanya pendek, tapi khasiatnya luar biasa, cukup 3 kali baca, dia pasti tergila-gila.
doapengasihan.id

close