Perbedaan Tokoh Protagonis dan Antagonis dalam Cerita Fiksi - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Cuan Setiap Hari
Mau dapat uang setiap hari tanpa ribet, silakan kunjungi web ini
KlikUang.com

Gadis Cantik Ini Open BO
Hanya karena ekonomi, Gadis cantik ini rela menjual tubuhnya demi rupiah
VideoXxx.com

Perbedaan Tokoh Protagonis dan Antagonis dalam Cerita Fiksi


Perbedaan Tokoh Protagonis dan Antagonis dalam Cerita Fiksi
Perbedaan Tokoh Protagonis dan Antagonis dalam Cerita Fiksi





Perbedaan Tokoh Protagonis dan Antagonis dalam Cerita Fiksi

Jika dilihat dari peran tokoh-tokoh dalam pengembangan alur dapat dibedakan adanya tokoh utama dan tokoh tambahan. Dilihat dari fungsi penampilan tokoh dapat dibedakan ke dalam tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang dikagumi. Tokoh tersebut merupakan pengejawantahan norma-norma, nilai-nilai yang ideal. Tokoh protagonis menampilkan sesuatu yang sesuai dengan pandangan, dan harapan-harapan pembaca. Pendek kata, segala apa yang dirasa, dipikir, dan dilakukan tokoh itu sekaligus mewakili yang diharapkan seorang pembaca.

Tokoh Fahri di dalam novel “Ayat-ayat Cinta”, Hidayat pada Ladang Perminus, Pambudi pada novel “Di Kaki Bukit Cibalak” merupakan tokoh-tokoh yang memiliki sikap serta nilai-nilai yang ideal. Mereka merupakan tokoh-tokoh yang mampu memberikan empati kepada pembaca dan tokoh-tokoh itulah yang dikatakan sebagai tokoh protagonis.

Tokoh penyebab terjadinya konflik disebut tokoh antagonis. Tokoh antagonis beroposisi dengan tokoh protagonis secara langsung ataupun tidak langsung, bersifat fisik ataupun batin. Konflik yang dialami oleh tokoh protagonis tidak harus hanya yang disebabkan oleh antagonis seorang (beberapa orang) indi- vidu yang dapat ditunjuk secara jelas. Ia dapat disebabkan oleh hal-hal lain yang di luar individualitas seseorang, misalnya bencana alam, kecelakaan, lingkungan alam dan sosial, aturan-aturan sosial, nilai-nilai moral, kekuasaan dan kekuatan yang lebih tinggi, dan sebagainya.

Tokoh Noura dalam “Ayat-ayat Cinta, Kahar dalam Ladang Perminus”, dan Dirga dalam  novel “Di  Kaki  Bukit  Cibalak” adalah  tokoh-tokoh antagonis. Tokoh-tokoh    tersebut    tidak    mengundang rasa empati pada diri pembaca karena nilai-nilai yang mereka bawa tidak sesuai dengan harapan pembaca.

Konflik dalam sebuah cerita akan muncul jika ada pertentangan antara yang baik dan yang buruk. Konflik tidak hanya dimunculkan oleh tokoh, tetapi juga oleh kekuatan antagonis, atau keduanya sekaligus. Dalam novel “Di Kaki Bukit Cibalak”, tokoh Pambudi berkonflik dengan tokoh Dirga. Konflik terjadi karena Pambudi tidak suka melihat Dirga melakukan kecurangan di desanya. Selaku kepala desa, Dirga telah banyak melakukan penyalahgunaan jabatan dan wewenangnya.

Pembedaan secara pasti antara tokoh utama dan bawahan dengan tokoh protagonis dan tokoh antagonis sering digabungkan sehingga menjadi tokoh-utama-protagonis, tokoh-utama antagonis, tokoh-bawahan-protagonis, dan seterusnya. Perbedaan secara pasti antara tokoh utama protagonis dengan tokoh-tokoh utama antagonis juga sering tidak mudah dilakukan. Pembedaan itu sebenarnya lebih bersifat penggradasian. Apalagi tokoh cerita pun dapat berubah, khususnya pada tokoh yang berkembang se- hingga tokoh yang semula diberi rasa antipati belakangan justru menjadi simpati atau sebaliknya.

Pengasihan Ampuh
Sekali Baca, Perempuan yang Kamu Cintai Pasti Tergila-Gila
pengasihanampuh.com

Bitcoin Mining Free
Just register, enjoy mining and withdraw BTC $12 every day
autofaucet.org

Pengasihan Terampuh
Doanya pendek, tapi khasiatnya luar biasa, cukup 3 kali baca, dia pasti tergila-gila.
doapengasihan.id

close