Perbedaan Tokoh Utama, Tokoh Bawahan, dan Tokoh Tambahan dalam Cerita Fiksi - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Cuan Setiap Hari
Mau dapat uang setiap hari tanpa ribet, silakan kunjungi web ini
KlikUang.com

Gadis Cantik Ini Open BO
Hanya karena ekonomi, Gadis cantik ini rela menjual tubuhnya demi rupiah
VideoXxx.com

Perbedaan Tokoh Utama, Tokoh Bawahan, dan Tokoh Tambahan dalam Cerita Fiksi

Perbedaan Tokoh Utama, Tokoh Bawahan, dan Tokoh Tambahan dalam Cerita Fiksi
Perbedaan Tokoh Utama, Tokoh Bawahan, dan Tokoh Tambahan dalam Cerita Fiksi



Perbedaan Tokoh Utama, Tokoh Bawahan, dan Tokoh Tambahan dalam Cerita Fiksi


Dilihat dari segi peranan atau tingkat pentingnya tokoh dalam sebuah cerita, ada tokoh yang tergolong penting dan ditampilkan terus-menerus sehingga terasa mendominasi sebagian cerita. Sebaliknya, ada tokoh yang hanya dimunculkan sekali atau beberapa kali dalam cerita, dan itu pun mungkin dalam porsi penceritaan yang relatif pendek. Berkaitan dengan peranan tokoh, Sujiman (1991:16) membagi menjadi tiga, yaitu tokoh utama, tokoh bawa- han, dan tokoh tambahan.

Tokoh utama adalah tokoh yang diutamakan penceritaan dalam cerita yang bersangkutan. Ia merupakan tokoh yang paling ban- yak diceritakan, baik sebagai pelaku kejadian maupun yang dike- nai kejadian. Bahkan dalam novel-novel tertentu, tokoh utama senantiasa hadir dalam setiap kejadian dan dapat ditemui dalam tiap halaman buku. Karena tokoh utama paling banyak dicerita- kan dan selalu berhubungan dengan tokoh-tokoh lain, ia sangat menentukan perkembangan alur secara keseluruhan. Ia selalu hadir sebagai pelaku atau yang dikenai kejadian dan konflik penting yang memengaruhi perkembangan alur.

Di dalam novel “Ayat-ayat Cinta” karya Habibuhrrahman El Shi- razy, tokoh utamanya adalah Fahri. Tokoh tersebut paling banyak diceritakan dan selalu berhubungan dengan tokoh-tokoh lain. Kemudian dalam novel “Kubah” karya Ahmad Tohari, tokoh utamanya adalah Karman. Di dalam novel “Perempuan Berkalung Sorban” tokoh utamanya, Annisa. Tokoh-tokoh tersebut merupakan tokoh utama karena mendominasi cerita secara keseluruhan. Mereka selalu hadir dalam peristiwa yang diceritakan/disampaikan oleh pengarang.

Tokoh bawahan adalah tokoh yang mendukung cerita dan perwatakan tokoh utama. Tokoh tersebut diperlukan agar tingkah laku dan perbuatan, peristiwa dan kejadian yang dialami oleh tokoh utama menjadi wajar hidup, dan menarik. Kehadirannya turut mempertajam dan menonjolkan peranan perwatakan tokoh utama serta memperjelas tema mayor yang disampaikan. Pemunculan tokoh-tokoh bawahan dalam keseluruhan cerita lebih sedikit, tidak dipentingkan, dan kehadirannya hanya jika ada keterkaitan- nya dengan tokoh utama, secara langsung ataupun tidak lang- sung. Dalam novel “Ayat-ayat Cinta”, tokah bawahannya ada be-berapa, yaitu Aisha, Maria, Noura, Nurul. Kemudian dalam novel “Kubah,” tokoh bawahannya, yaitu Marni. Tokoh bawahan dalam “Perempuan Berkalung Sorban”, yaitu Samsudin.

Tokoh tambahan adalah tokoh yang kehadirannya hanya sebagai pelengkap dalam suatu cerita. Ia tidak memiliki peranan yang penting.Tokoh tambahan biasanya kehadirannya untuk membuat cerita menjadi logis. Tokoh tambahan dalam novel “Ayat-ayat Cinta” antara lain, Bahadur, Syaikh Ahmad, Ashraf. Dalam novel “Kubah”, tokoh tambahannya antara lain: Parta, Haji Bakir, Tini, Jabir.Tokoh tambahan dalam “Perempuan Berkalung Sorban”, antara lain adalah Rizal, Wildan, May.

Tokoh utama dalam novel mungkin saja lebih dari seorang walau kadar keutamaannya tidak (selalu) sama. Keutamaan mereka di- tentukan oleh dominasi, banyaknya penceritaan, dan pengaruh- nya terhadap perkembangan alur secara keseluruhan. Dengan demikian, perbedaan antara tokoh utama dan bawahan tidak da- pat dilakukan secara eksak. Pembedaan itu lebih bersifat gradasi, kadar keutamaan tokoh-tokoh itu bertingkat: tokoh utama (yang) utama, utama bawahan, tokoh bawahan utama, bawahan (yang memang) bawahan. Hal inilah antara lain yang menyebabkan orang bisa berbeda pendapat dalam hal menentukan tokoh-tokoh utama sebuah cerita fiksi.

Di dalam novel “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari ada dua tokoh yang memiliki peranan yang sangat penting, yaitu Rasus dan Srintil. Ada yang mengatakan bahwa Rasus adalah to- koh utama. Begitu juga dengan Srintil, ada yang menyebutnya sebagai tokoh utama. Awalnya novel “Ronggeng Dukuh Paruk“ terdiri dari tiga buku. Buku pertama, yaitu “Ronggeng Dukuh Paruk”, buku kedua “Lintang Kemukus”, dan buku ketiga, yaitu “Jantera Bianglala”. Dalam buku pertama, Rasus mendominasi cerita. Kemudian pada buku kedua, Srintil mendominasi cerita dan pada buku ketiga, Rasus kembali mendominasi cerita. Ketika buku itu dijadikan satu buku dengan judul “Ronggeng Du- kuh Paruk”, dapat dikatakan bahwa Rasuslah tokoh utama dalam novel tersebut. Rasus telah mendominasi cerita dan ia telah mem- beri pengaruh terhadap perkembangan alur secara keseluruhan.

Pengasihan Ampuh
Sekali Baca, Perempuan yang Kamu Cintai Pasti Tergila-Gila
pengasihanampuh.com

Bitcoin Mining Free
Just register, enjoy mining and withdraw BTC $12 every day
autofaucet.org

Pengasihan Terampuh
Doanya pendek, tapi khasiatnya luar biasa, cukup 3 kali baca, dia pasti tergila-gila.
doapengasihan.id

close