Tokoh Sederhana dan Tokoh Bulat dalam Cerita Fiksi - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Cuan Setiap Hari
Mau dapat uang setiap hari tanpa ribet, silakan kunjungi web ini
KlikUang.com

Gadis Cantik Ini Open BO
Hanya karena ekonomi, Gadis cantik ini rela menjual tubuhnya demi rupiah
VideoXxx.com

Tokoh Sederhana dan Tokoh Bulat dalam Cerita Fiksi

Tokoh Sederhana dan Tokoh Bulat dalam Cerita Fiksi
Tokoh Sederhana dan Tokoh Bulat dalam Cerita Fiksi




Tokoh Sederhana dan Tokoh Bulat dalam Cerita Fiksi


Berdasarkan perwatakannya, tokoh cerita dapat dibedakan ke dalam tokoh sederhana (simple atau flat character) dan tokoh kompleks atau tokoh bulat (complex atau round character). Tokoh sederhana adalah tokoh yang hanya memiliki satu kualitas pribadi tertentu, satu sifat-watak yang tertentu saja. Sebagai seorang tokoh, ia tidak diungkap berbagai kemungkinan sisi kehidupannya. Ia tidak memiliki sifat dan tingkah laku yang dapat memberikan efek kejutan bagai pembaca. Sifat dan tingkah laku seorang tokoh sederhana bersifat datar, monoton, hanya mencerminkan satu watak tertentu. Tokoh sederhana dapat saja melakukan tindakan, tetapi semua tindakannya itu akan dapat dikembalikan pada perwatakan yang dimiliki dan yang telah diformulakan itu. Dengan demikian, pembaca akan dengan mudah memahami watak dan tingkah laku tokoh sederhana.

Tokoh Fahri, Hidayat, dan Pambudi di dalam novel-novel yang sudah disebutkan di atas adalah tokoh-tokoh sederhana. Ketiga tokoh tersebut memiliki tingkah laku yang bersifat datar, monoton, dan hanya mencerminkan satu watak saja, yaitu watak yang baik. Sepanjang cerita, tokoh-tokoh tersebut tidak mengalami peruba- han watak.

Tokoh bulat adalah tokoh yang memiliki dan diungkap berbagai kemungkinan sisi kehidupannya, sisi kepribadian, dan jati dirinya. Ia dapat saja memiliki watak tertentu yang dapat diformulasikan, tetapi ia pun dapat pula menampilkan watak dan tingkah laku bermacam-macam. Bahkan, mungkin seperti bertentangan dan sulit diduga. Oleh karena itu, perwatakannya pun pada umumnya sulit dideskripsikan secara tepat. Dibandingkan dengan tokoh sederhana, tokoh bulat lebih menyerupai kehidupan manusia yang sesungguhnya karena di samping memiliki berbagai kemungkinan sikap dan tindakan, ia juga sering memberikan ke- jutan.

Tokoh Karman pada novel “Kubah”, Noura dalam “Ayat-ayat Cinta” dapat dikatakan sebagai tokoh dengan perwatakan yang bulat. Tokoh-tokoh tersebut diungkap berbagai kemungkinan sisi kehidupannya, sisi kepribadian, dan jati dirinya. Misalnya, tokoh Karman tidak hanya diungkap sisi baiknya saja, tetapi juga sisi buruknya. Misalnya, seperti tampak dalam kutipan berikut.

Karman tahu Bu Mantri, ibunya, tak pandai menuai. Jadi bagaimanapun baiknya panen musim itu, Bu Mantri tidak akan mendapat bawon, yaitu upah menuai padi. Padi yang diterima dari Bu Haji Bakir sebagai upah Karman sudah habis karena sebagian dijual untuk keperluan lain. “Tak pantas pada waktu panen seperti ini ibuku tak punya beras. Sebaiknya aku ikut menuai padi agar ibuku sempat merasakan nasi yang empuk” (Kubah, hlm.68).

Kutipan di atas menunjukkan bahwa Karman memiliki watak yang baik. Ia mau membantu ibunya untuk ikut menuai padi sekadar untuk mendapat upah yang berupa bawon. Watak Karman yang baik juga tampak ketika ia berusaha menolong bayi milik Kinah yang digigit semut merah.

Karena milihat Kinah masih berdiri menuai padi, Karman bertindak. Padi dan ani-ani diletakkannya di tas pematang. Kemu- dian secepatnya ia berlari. Ketika sampai di tujun, hal pertama yang dilakuk annya adalah menyapu tubuh bayi Kinah dengan kain. Karman tahu bayi itu masih klenger. Kulitnya yang sudah membiru tampak bentol-bentol. Karman panik. Tetapi Karman ingat di sekolah ia pernah melihat gurunya melakukan gerakan membuat napas buatan. Karman mencoba menirukan gurunya, dan berhasil. Bayi Kinah bisa mengembalikan napas dan lalu kembali menjerit (Kubah, hlm. 77).

Melalui dua kutipan di atas terlihat bahwa tokoh Karman merupakan tokoh dengan watak yang baik. Karman mau mem- bantu ibunya mencari nafkah dan mau menolong bayi Kinah dari serangan semut merah. Namun, watak Karman yang baik tersebut berubah saat ia dapat dipengaruhi oleh kelompok Margo. Margo dan kawan-kawannya merupakan kelompok komunis. Perubahan watak Karman dapat dilihat dalam kutipan berikut ini.

Apa yang diperbuat Karman adalah balas dendam. Ia merasa disakiti, dinista. Dengan meninggalkan mesjid Haji Bakir, ia pun bermaksud membalas dendam. Bahkan, ketika ia mulai sekalidua meninggalkan sembahyang wajib, ia juga merasa sedang membayar kesumat. Haji Bakir mempunyai mesjid, dan bagi Karman orang tua itu adalah tokoh agama. Dan wujud nyata agama di desa Pegaten adalah pribadi Haji Bakir itulah! Maka makin sering meninggalkan peribadatan, Karman makin merasa puas (Kubah, hlm.101).

Melalui kutipan di atas terlihat perubahan watak Karman. Awalnya dia seorang yang taat beribadah dan sangat menghormati Haji Bakir. Namun, akibat pengaruh dari kelompok Margo yang sangat kuat dan licik, Karman terpedaya. Sikap dan watak Karman pun berubah total. Karman bukan lagi seorang yang taat ibadah, bahkan ia sangat membenci Haji Bakir, orang yang pernah menolongnya.

Pengasihan Ampuh
Sekali Baca, Perempuan yang Kamu Cintai Pasti Tergila-Gila
pengasihanampuh.com

Bitcoin Mining Free
Just register, enjoy mining and withdraw BTC $12 every day
autofaucet.org

Pengasihan Terampuh
Doanya pendek, tapi khasiatnya luar biasa, cukup 3 kali baca, dia pasti tergila-gila.
doapengasihan.id

close