Tokoh Tipikal dan Tokoh Netral dalam Cerita Fiksi - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Cuan Setiap Hari
Mau dapat uang setiap hari tanpa ribet, silakan kunjungi web ini
KlikUang.com

Gadis Cantik Ini Open BO
Hanya karena ekonomi, Gadis cantik ini rela menjual tubuhnya demi rupiah
VideoXxx.com

Tokoh Tipikal dan Tokoh Netral dalam Cerita Fiksi

Tokoh Tipikal dan Tokoh Netral dalam Cerita Fiksi
Tokoh Tipikal dan Tokoh Netral dalam Cerita Fiksi



Tokoh Tipikal dan Tokoh Netral dalam Cerita Fiksi


Berdasarkan kemungkinan pencerminan tokoh cerita terhadap (sekelompok) manusia dari kehidupan nyata, tokoh cerita dapat dibedakan ke dalam tokoh tipikal (typical character) dan tokoh netral (neutral character). Tokoh tipikal adalah tokoh yang hanya sedikit ditampilkan keadaan individualitasnya, dan lebih banyak ditonjolkan kualitas pekerjaan atau kebangsaannya, atau sesuatu yang lain yang lebih bersifat mewakili. Tokoh tipikal merupakan penggambaran, pencerminan, atau penunjukan terhadap orang atau sekelompok orang yang terikat dalam sebuah lembaga, atau seorang individu sebagai bagian dari suatu lembaga, yang ada di dunia nyata.

Penokohan yang tipikal dapat dipandang sebagai reaksi, tangga- pan, penerimaan, tafsiran pengarang terhadap tokoh manusia di dunia nyata. Tanggapan itu mungkin bernada negatif seperti terlihat dalam karya yang bersifat menyindir, mengkritik, bahkan mungkin mengecam, karikatural atau setengah karikatural. Namun, sebaliknya ia mungkin juga bernada positif seperti yang terasa dalam nada memuji-muji.

Tokoh Hidayat dalam “Ladang Perminus” dapat dikatakan sebagai tokoh tipikal karena ia memiliki sikap dan tindakan-tindakan yang tipikal, seperti antikorupsi, antinepotisme. Sikap tersebut hanya dimiliki Hidayat yang bekerja di lingkungan perusahaan perminyakan. Ia tidak terpengaruh dengan lingkungannya yang sangat koruptif. Tokoh Hidayat adalah tokoh yang mewakili orang-orang yang berkomitmen untuk tetap menjunjung tinggi kejujuran. Tokoh Hidayat sebagai wujud dari reaksi pengarang terhadap korupsi yang terjadi di Pertamina (Perusahaan Min- yak Nasional). Pengarang bereaksi karena keprihatinannya terhadap kon- disi masyarakat Indonesia yang sedang terpuruk ekonominya, tetapi para pejabatnya melakukan korupsi secara besar-besaran.

Tokoh tipikal juga yang tampak pada tokoh Pambudi di dalam novel “Di Kaki Bukit Cibalak” dan tokoh Kabul dalam “Orang-orang Proyek” karya Ahmad Tohari. Latar kedua novel tersebut, yaitu di desa. Pengarang ingin menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya terjadi di perkotaan atau di perusahaan besar saja, tetapi juga di proyek-proyek dan pemerintahan desa. Dua tokoh di atas merupakan tokoh yang tipikal. Keduanya mewakili sikap orang-orang yang tetap ingin jujur walaupun lingkungan tidak atau kurang mendukung.

Novel-novel yang sudah disebutkan di atas dapat dikatakan sebagai novel-novel yang mencerminkan sikap pengarang terhadap lingkungannya, terutama lingkungan yang koruptif. Dengan demikian, Hidayat mungkin justru tipikalnya Ramadhan K.H. Begitu juga dengan tokoh Pambudi dan Kabul merupakan tipikal dari Ahmad Tohari.

Tokoh netral adalah tokoh cerita yang bereksistensi demi cerita itu sendiri. Ia benar-benar merupakan tokoh imajiner yang hanya hidup dan bereksistensi dalam dunia fiksi. Ia hadir semata-mata demi cerita, atau bahkan dialah sebenarnya yang mempunyai cerita, pelaku cerita, dan yang diceritakan. Kehadirannya tidak berpretensi untuk mewakili atau menggambarkan sesuatu yang di luar dirinya, seseorang yang berasal dari dunia nyata. Contoh: tokoh Subarkah, Kolonel Sujoko dalam “Ladang Perminus” merupakan tokoh netral. Begitu pula dengan tokoh Pak Tarya, Basar dalam novel “Orang-orang Proyek”. Mereka adalah tokoh cerita yang bereksistensi demi cerita itu sendiri.

Dikatakan Nurgiyantoro (2010:193) bahwa tokoh tipikal mungkin hanya seorang atau beberapa orang saja, misalnya tokoh utama ataupun tokoh tambahan. Ketipikalan seorang tokoh tidak harus meliputi seluruh kediriannya, melainkan hanya beberapa aspek yang menyangkut kediriannya. Misalnya, reaksi dan sikapnya terhadap suatu masalah, masalah atau konflik yang dihadapi tokoh itu sendiri, tutur kata dan tindakan, kejadian-kejadian tertentu, dan sebagainya. Seorang tokoh dalam hal tertentu mungkin tipikal, tetapi dalam hal lain tidak. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembedaan antara tokoh tipikal dan netral hanyalah bersifat gradasi saja.
Pengasihan Ampuh
Sekali Baca, Perempuan yang Kamu Cintai Pasti Tergila-Gila
pengasihanampuh.com

Bitcoin Mining Free
Just register, enjoy mining and withdraw BTC $12 every day
autofaucet.org

Pengasihan Terampuh
Doanya pendek, tapi khasiatnya luar biasa, cukup 3 kali baca, dia pasti tergila-gila.
doapengasihan.id

close