Mengapa Kita Perlu Belajar Filsafat? Begini Pendapat Para Filsuf - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Cuan Setiap Hari
Mau dapat uang setiap hari tanpa ribet, silakan kunjungi web ini
KlikUang.com

Gadis Cantik Ini Open BO
Hanya karena ekonomi, Gadis cantik ini rela menjual tubuhnya demi rupiah
VideoXxx.com

Mengapa Kita Perlu Belajar Filsafat? Begini Pendapat Para Filsuf


Mengapa Kita Perlu Belajar Filsafat? Begini Pendapat Para Filsuf






Terdapat perbedaan besar antara filsafat dan ilmu pengetahuan. Sejarah suatu ilmu tertentu kurang penting bagi manusia dewasa ini. Karena pendapat-pendapat ilmiah dari dahulu menjadi pra-ilmiah atau kekeliruan setelah tercapai suatu tahap lebih dewasa. Setiap langkah baru dalam perkembangan suatu ilmu berarti bahwa langkah yang lebih awal kehilangan aktualitasnya. Lain halnya dalam filsafat. Pendapat masa kini mengenai pertanyaan terakhir, pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan, tidak lebih baik atau lebih benar daripada pendapat dari ratusan atau ribuan tahun yang lalu. Pertanyaan falsafi semua orang dari segala zaman dan semua sudut dunia kelihatannya sama tua dan sama pandai atau bodoh. Berikut ini merupakan tugas filsafat menurut para filsuf.

1. Karl Popper

Menurut Popper, tugas filsafat sekarang ini berpikir kritis mengenai alam raya dan tentang manusia di dalamnya; berpikir mengenai kemampuan pengetahuan kita dan kemampuan kita terhadap kebaikan dan kejahatan. “Semua orang adalah filsuf, karena semua mempunyai salah satu sikap terhadap hidup dan kematian. Ada orang yang berpendapat bahwa hidup itu tanpa harga, karena hidup ini akan berakhir. Mereka tidak menyadari bahwa argumen yang terbalik juga dapat dikemukakan, bahwa kalau hidup tidak akan berakhir, maka hidup menjadi tanpa harga. Selain itu, bahwa bahaya yang selalu hadir, yaitu bahwa kita dapat kehilangan hidup, sekurang-kurangnya ikut menolong untuk menyadari nilai dari hidup.” (K. Popper dalam How I See Philosophy)


2. Gabriel Marcel

Gabriel Marcel melihat filsafat sebagai reconnaissance, yang berarti sekaligus mengingat, mengakui, menyelidiki, dan berterima kasih. Gabriel Marcel menekankan dua arti, yaitu penyelidikan dan sikap berterima kasih atau penghargaan. Kedua arti ini dari reconnaissance, memperlihatkan kedua di mensi pengetahuan manusia: masa lampau dan masa depan. Tugas filsafat sekarang ini, menurut Gabriel Marcel, terdiri atas kedua jenis reconnaissance, yaitu sikap penghargaan dan sikap keterbukaan, kerelaan untuk menerima. Dengan demikian ilsafat menjadi suatu re-thinking, suatu releksi kedua yang dapat mengatasi jurang yang dialami manusia dalam zaman kita, yaitu jurang antara sikap teknis dan analitis di satu pihak dan hidup di lain pihak.


3. Alfred North Whitehead

Alfred menguraikan ilsafat dengan kata-kata sebagai berikut: “Filsafat itu tidak salah satu ilmu di antara ilmu-ilmu lain. Filsafat itu pemeriksaan dari ilmu-ilmu, dan tujuan khusus dari ilsafat itu menyelerasasikan ilmu-ilmu dan melengkapinya.” Filsafat mempunyai dua tugas, yaitu: menekankan bahwa abstraksi dari ilmu-ilmu betul-betul hanya bersifat abstraksi (maka tidak merupakan keterangan yang menyeluruh), dan melengkapi ilmu-ilmu dengan cara ini: membandingkan hasil ilmu-ilmu dengan pengetahuan intuitif mengenai alam raya, pengetahuan yang lebih konkret, sambil mendukung pembentukan skema-skema berpikir yang lebih menyeluruh.


Referensi;

Dr. Raja Oloan Tumanggor, Carolus Sudaryanto, Pengantar Filsafat untuk Psikologi, PT. Kanisius, 2017, Yogyakarta

Pengasihan Ampuh
Sekali Baca, Perempuan yang Kamu Cintai Pasti Tergila-Gila
pengasihanampuh.com

Bitcoin Mining Free
Just register, enjoy mining and withdraw BTC $12 every day
autofaucet.org

Pengasihan Terampuh
Doanya pendek, tapi khasiatnya luar biasa, cukup 3 kali baca, dia pasti tergila-gila.
doapengasihan.id

close