Sejarah Perkembangan PTK - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Perkembangan PTK

Sejarah Perkembangan PTK


Cikal bakal lahirnya penelitian tindakan kelas (PTK) dapat ditelusuri dari awal penelitian dalam ilmu pendidikan yang diinspirasi melalui pendekatan ilmiah yang diadvokasi oleh filsuf John Dewey dalam bukunya How We Think dan The Source of a Science of Education. Pendekatan ilmiah yang dianut Dewey sangat ideal, namun pendekatan demikian tidak mampu menyelesaikan masalah sosial menjadi sebuah inkuiri sosial maupun kependidikan yang merupakan sebuah upaya kolaboratif dengan munculnya suatu kebutuhan yang mendesak dalam ilmu pendidikan yang lebih memfokuskan pada masalah praktik bukan pada teori. Kebutuhan terhadap sebuah upaya kolaboratif dalam menyibak tabir pendidikan semakin hari dirasakan semakin mendesak.(1)

Penelitian ini muncul pada tahun 1940-an sebagai salah satu model penelitian yang muncul di tempat kerja, tempat dimana peneliti melakukan kegiatan sehari-hari. Misalnya, kelas merupakan tempat penelitian yang dilakukan oleh guru, sekolah bagi kepala sekolah, dan desa bagi petugas penyuluh masyarakat. Mereka dapat melakukan kegiatan penelitian untuk memperbaiki kineja mereka tanpa harus pergi ke tempat lain.(2)

Perkembangan selanjutnya pada tahun 1967-1972 ada suatu proyek di Inggris yang menekankan pentingnya percobaan kurikulum dan pentingnya pengembangan kurikulum (Schools Council’s Humanities Curriculum Project atau HCP). Kepala HCP, Lawrence Steen House 1975 memperkenalkan istilah the teacher as researcher.3 Sekitar tahun 1972-1975, ada proyek yang dinamakan Ford Teaching Project, yang dipimpin oleh John Elliot dan Clem Adelman.(4)

Penelitian tindakan kelas pertama diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial berkebangsaan Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Inti gagasan Lewin inilah yang selanjutnya dikembangkan ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin Mc. Taggart, John Elliot, Dave Ebbutt dan sebagainya. Di Indonesia sendiri PTK baru diperkenalkan pada akhir dekade 80-an.(5)

Selanjutnya PTK di Indonesia baru dikenal pada akhir tahun 1980-an. karena itu, keberadaannya belum terlalu dikenal luas. Keberadaannya sebagai salah satu jenis penelitian masih sering menjadikan pro dan kontra, terutama jika dikaitkan dengan bobot keilmiahannya.(6)




Daftar Pustaka:

1 Rusydi Ananda Tien Rafida, Syahrum, Penelitian Tindakan Kelas (Medan: Perdana Mulya Sarana, 2015), 1.

2 Yeti Nurizzati, ―Ketertolakan Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas, ‖Jurnal Edueksos III (2014): 135–36, file:///C:/Users/hp/AppData/Local/Temp/317-891-1-PB.pdf.

3 The teacher as researcher adalah berusaha belajar dari apa yang terjadi di kelas, peneliti (guru) adalah inovator, penggerak kurikulum, agen perubahan sekolah, dan direktur pengembangan profesional mereka sendiri.

4 David Hopkins, A Teacher’s Guide to Classroom Research (Philadhelpia: Open University Press, 1993), 32.

5 Zainal Aqib, Penelitian Tindakan Kelas (Bandung: Yrama Widya, 2011), 87.

6 Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010), 51–55.