Metode Pembelajaran dengan Metode Ceramah - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Metode Pembelajaran dengan Metode Ceramah

guru,metode pembelajaran,metode belajar ceramah







Metode Ceramah adalah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruk- tur. Hal ini selain disebabkan oleh beberapa pertim- bangan tertentu, juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru ataupun siswa. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian juga dengan siswa, mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi pelajaran melalui ceramah, sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar.


Ada beberapa kelebihan sebagai alasan mengapa ceramah sering digunakan:

  • Ceramah merupakan metode yang ’murah’ dan ’mudah’ untuk dilakukan. Murah dalam arti proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah, memang ceramah hanya mengandalkan su-ara guru, dengan demikian tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
  • Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
  • Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan. Artinya, guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana yang perlu ditekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
  • Melalui ceramah, guru dapat mengontrol keadaan kelas, oleh karena sepenuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan ceramah.
  • Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana. Ceramah tidak memerlukan setting kelas yang beragam, atau tidak memerlukan persiapan-persiapan yang rumit. Asal siswa dapat menempati tempat duduk untuk mendengarkan guru, maka ceramah sudah dapat dilakukan.

Ceramah tergolong metode konvensional dan merupakan sebuah metode mengajar yang paling disukai, namun memiliki banyak kelemahan, antara lain:
  1. Monoton dan membosankan
  2. Informasi hanya satu arah, yaitu dari guru ke siswa
  3. Siswa menjadi tidak aktif karena pembelajaran didominasi oleh guru
  4. Umpan balik (feed back) jadi relatif rendah
  5. Kurang melekat pada ingatan siswa
  6. Tidak mengembangkan kreatifitas siswa
  7. Menjadikan siswa hanya sebagai objek didik
  8. Menggurui dan melelahkan
  9. Tidak merangsang siswa utk membaca
  10. Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru. Kelemahan ini memang kelemahan yang paling dominan, sebab apa yang diberikan guru adalah apa yang dikuasai-nya, sehingga apa yang dikuasai siswa pun akan tergantung pada apa yangdikuasai guru.
  11. Ceramah yang tidak disertai dengan peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme.
  12. Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, ceramah sering dianggap sebagai me- tode yang membosankan. Sering terjadi, walau pun secara fisik siswa ada di dalam kelas, namun secara mental siswa sama sekali tidak mengikuti jalannya proses pembelajaran; pikirannya melayang ke mana-mana, atau siswa mengantuk, oleh karena gaya bertutur guru tidak menarik.
  13. Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum. Walaupun ketika siswa di- beri kesempatan untuk bertanya, dan tidak ada seorang pun yang bertanya, semua itu tidak menjamin siswa seluruhnya sudah paham.

Meskipun metode ceramah memiliki banyak kelemahan namun metode ini tetap diperlukan dan dipandang efektif dalam kondisi tertentu seperti ketika:


  • Materi tidak banyak diperoleh dalam bentuk tulisan
  • Materi tidak berada dalam satu tempat/sumber, melainkan tersebar dalam berbagai referensi, sehingga menyulitkan bila siswa yang diminta untuk membaca dan mempelajarinya
  • Materi tidak sesuai dengan level berpikir siswa
  • Dimaksudkan untuk membangkitkan motivasi
  • Bertujuan untuk menyampaikan informasi baru
  • Digunakan untuk mengajar di kelas yang banyak jumlah siswanya per kelas.
  • Digunakan untuk pengajaran kognisi (pengetahuan) tingkat rendah.

Pada umumnya metode ceramah tidak seefektif metode diskusi jika digunakan untuk mengajak siswa berpikir. Jika tujuan pembelajaran adalah pembentukan sikap, maka sebaiknya tidak menggunakan metode ceramah. Ceramah juga tidak efektif jika diguna- kan untuk mengajar keterampilan (ranah psikomotor).

Karena itu dalam menggunakan metode ceramah, strategi yang perlu dilakukan guru adalah membangun daya tarik terlebih dahulu, memaksimalkan pengertian dan ingatan, melibatkan peserta didik selama ceramah, dan memberi penguatan terhadap apa yang telah disajikan. Mel. Silberman mengemukakan beberapa alter natif yang dapat dilakukan:

1). Membangun minat:
  • Awali dengan cerita atau gambar (visual) yang dapat menarik perhatian siswa terkait dengan materi yang akan disampaikan.
  • Ajukan kasus atau masalah yang berkaitan dengan materi yang akan diceramahkan
  • Ajukan pertanyaan: beri siswa sebuah pertanya- an terkait dengan materi yang akan disam- paikan (apakah mereka telah memiliki sedikit pengetahuan sebelumnya) sehingga mereka akan termotivasi untuk mendengarkan ceramah sebagai jawaban terhadap pertanyaan itu.

2). Memaksimalkan pemahaman dan Ingatan

  • Berikan kata-kata kunci pada poin utama untuk membantu ingatan
  • Berikan contoh dan analogi: kemukakan ilustrasi kehidupan nyata dsalam ceramah tersebut, dan jika mungkin, kaitkan materi dengan pengalaman yang dialami siswa.
  • Gunakan alat Bantu visual seperti transparansi, hand out singkat dan demonstrasi yang membantu siswa melihat dan mendengarkan apa yang anda katakan.

3). Melibatkan siswa dalam ceramah

  • Beri mahasiswa kesempatan menjawab pertanyaan dan memberi contoh.
  • selingi presentasi dengan aktivitas singkat untuk memperjelas poin-poin yang disajikan

4). Memberi daya penguat ceramah

  • Ajukan masalah untuk diselesaikan dengan didasarkan pada informasi yang diberikan waktu ceramah.
  • Suruh siswa saling mereview isi ceramah satu dengan yang lain, atau beri mereka review tes dengan memberi skor tersendiri. (*)



Referensi:

Dr. Hj. Helmiati (2012), M.Ag, MODEL PEMBELAJARAN, Aswaja Pressindo, Yogyakarta
gadis seksi
Cuan Setiap Hari
Mau dapat uang setiap hari tanpa ribet, silakan kunjungi web ini
KlikUang.com

Gadis Cantik Ini Open BO
Hanya karena ekonomi, Gadis cantik ini rela menjual tubuhnya demi rupiah
VideoXxx.com