Metode Pembelajaran dengan Metode Diskusi - Linkkoe My Id
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Metode Pembelajaran dengan Metode Diskusi

Metode Pembelajaran dengan Metode Diskusi




Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterkaitan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau masalah dimana para peserta diskusi berusaha untuk mencapai suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama maupun pemecahan terhadap suatu masalah dengan mengemukakan sejumlah data dan argumentasi.

Metode Diskusi dapat juga dimaknai sebagai proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling memper- tahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan di antara mereka. Ada juga yang memaknai diskusi sebagai percakapan ilmiah yang berisikan pertukaran pendapat, pemunculan ide-ide serta pengujian pendapat yang dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam kelompok itu untuk mencari kebenaran. Meskipun diungkapkan dalam redaksi yang berbeda-beda, substansinya adalah bahwa diskusi dimaksudkan untuk penyelesaian masalah atau mencari kesepakatan dengan didukung oleh argumentasi.

Menurut Mc.Keachie dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keteram- pilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.

Lebih jauh, diskusi akan bermanfaat untuk hal-hal berikut ini:

  • Membantu siswa berpikir atau berlatih berpikir dalam disiplin ilmu tertentu.
  • Membantu siswa belajar menilai logika, bukti, dan argumentasi (hujjah), baik pendapatnya sendiri maupun pendapat orang lain.
  • Memberi kesempatan kepada siswa untuk memfor- mulasikan penerapan prinsip-prinsip tertentu.
  • Membantu siswa menyadari dan mengidentifikasi proplem dari penggunaan informasi dari buku rujukan.
  • Memanfaatkan keahlian (sumber belajar) yang ada pada anggota kelompok.


Selain itu, ketika proses diskusi dilakukan, guru sering menghadapi beberapa hambatan, antara lain sebagaimana berikut:

  • Melibatkan partisipasi siswa dalam diskusi
  • Membuat siswa sadar terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
  • Mengatasi reaksi emosional siswa
  • Memimpin diskusi tanpa banyak melakukan intervensi
  • Membuat struktur diskusi, mulai dari pengantar sampai dengan simpulan


Berikut ini sepuluh tips tentang bagaimana seorang guru memimpin proses diskusi. (1)

  • Mengungkapkan kembali (memarafrasekan) apa yang dikatakan oleh seorang siswa sehingga siswa tersebut merasa bahwa pertanyaan atau komentarnya dipahami dan siswa lain dapat mendengar ringkasan apa yang telah ditanyakan. Guru dapat mengatakan,”Jadi, Anda mengatakan bahwa....”.
  • Mengecek pemahaman guru tentang apa yang dikatakan siswa atau meminta siswa untuk menjelaskan apa yang mereka katakan. Anda dapat mengatakan,”Apakah anda mengatakan bahwa....?
  • Memberi pujian atau komentar yang lebih mencerahkan. Dalam hal ini, guru bisa memberi komen- tar, “Itu ide bagus! saya senang anda mengangkat masalah itu”.
  • Mengelaborasi kontribusi siswa dengan memberi contoh atau menyarankan cara baru melihat problem. Anda dapat mengatakan, “Pendapat saudara sangat tepat dari perpsektif kelompok minoritas. Kita dapat juga mempertimbangkan bagaimana kelompok mayoritas memandang situasi yang sama.”
  • Memacu diskusi dengan mempercepat tempo, menggunakan humor atau kalau perlu mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi. Guru dapat mengatakan, “Wah, di kelas ini banyak sekali pendiamnya. Tantangan anda sekarang, dalam lima menit ke depan beberapa kata yang bisa anda pikirkan tentang....?”
  • Menolak ide siswa dengan santun untuk merang- sang diskusi tetap berjalan. Guru bisa mengatakan,”Saya paham ide saudara, tetapi saya tidak yakin dengan apa yang saudara katakan itu benar adanya. Adakah di antara saudara yang memiliki pengalaman yang berbeda?”
  • Menengahi perbedaan pendapat antara siswa dengan mencairkan ketegangan yang muncul di antara mereka. Anda dapat mengatakan,”Saya pi- kir sebenarnya antara Aminah dan Tuti tidak bertentangan satu dengan yang lain, tetapi hanya berbeda sudut pandangnya.”
  • Menarik ide-ide yang berkembang dan menunjukkan hubungan di antara ide-ide tersebut. Guru bisa mengatakan,”Seperti kita dengar dari komen- tar dan pendapat dari Ahmad, Faid, dan Hartsa, bahwa.....?”
  • Mengubah proses diskusi dengan mengganti cara partisipasi peserta diskusi atau dengan meminta kelompok tampil ke depan. Guru bisa meminta siswa, “Sekarang mari kita bagi kelas ke dalam kelompok-kelompok kecil dan kita lihat apakah ....?”
  • Meringkas atau mencatat bila diperlukan, ide-ide penting yang berkembang dalam diskusi di kelas. Anda dapat mengatakan, “Saya telah mencatat tiga ide penting yang muncul bahwa.....” (*)

Referensi:

Dr. Hj. Helmiati (2012), M.Ag, MODEL PEMBELAJARAN, Aswaja Pressindo, Yogyakarta

gadis seksi
Cuan Setiap Hari
Mau dapat uang setiap hari tanpa ribet, silakan kunjungi web ini
KlikUang.com

Gadis Cantik Ini Open BO
Hanya karena ekonomi, Gadis cantik ini rela menjual tubuhnya demi rupiah
VideoXxx.com