Puisi-Puisi Wiji Thukul: Aku Ingin Jadi Peluru ~ Download Buku Puisi Wiji Thukul

Admin









Suara Dari Rumah-Rumah Miring

di sini kamu bisa menikmati cicit tikus

di dalam rumah miring ini

kami mencium selokan dan sampan

bagi kami setiap hari adalah kebisingan

di sini kami berdesak-desakan dan berkeringat

bersama tumpukan gombal-gombal

dan piring-piring

di sini kami bersetubuh dan melahirkan

anak-anak kami

di dalam rumah miring ini

kami melihat matahari menyelinap

dari atap ke atap

meloncati selokan

seperti pencuri

radio dari segenap penjuru

tak henti-hentinya membujuk kami

merampas waktu kami dengan tawaran-tawaran

sandiwara obat-obatan

dan berita-berita yang meragukan

kami bermimpi punya rumah untuk anak-anak

tapi bersama hari-hari pengap yang menggelinding

kami harus angkat kaki

karena kami adalah gelandangan




solo, oktober 87










Nyanyian Akar Rumput



jalan raya dilebarkan

kami terusir

mendirikan kampung

digusur

kami pindah-pindah

menempel di tembok-tembok

dicabut

terbuang

kami rumput

butuh tanah

dengar!

Ayo gabung ke kami

Biar jadi mimpi buruk presiden!







juli 1988






Sajak Kepada Bung Dadi



ini tanahmu juga

rumah-rumah yang berdesakan

manusia dan nestapa

kampung halaman gadis-gadis muda

buruh-buruh berangkat pagi pulang sore

dengan gaji tak pantas

kampung orang-orang kecil

yang dibikin bingung

oleh surat-surat izin dan kebijaksanaan

dibikin tunduk mengangguk

bungkuk

ini tanah airmu

di sini kita bukan turis




solo-sorogenen, malam pemilu 87


To Top
close