6 Tips Cerdas Agar Rekening Anda Terlindungi dari Ancaman Begal Digital

Admin
6 Tips Cerdas Agar Rekening Anda Terlindungi dari Ancaman Begal Digital



Tutorial: linkkoe.my.id - ... berhati-hatilah! Tindakan ini bisa mengarah pada salah satu bentuk penipuan online yang disebut "sniffing"



Seringkali kita menerima pesan melalui WhatsApp, SMS, atau email yang meminta kita untuk mengklik tautan atau menginstal file yang dikirim. Namun, berhati-hatilah! Tindakan ini bisa mengarah pada salah satu bentuk penipuan online yang disebut "sniffing."

Menurut Samuel A Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, sniffing adalah modus penipuan di mana pelaku meretas perangkat korban untuk mengakses informasi secara ilegal dan mengambil data penting pengguna dari aplikasi yang mereka gunakan. Sniffing paling sering terjadi ketika kita menggunakan jaringan Wi-Fi publik, terutama saat melakukan transaksi. Ini karena sniffing umumnya terjadi pada jaringan yang banyak diakses oleh publik, dan disinilah para pelaku memanfaatkannya.

Menurut OJK, sniffing adalah tindakan kriminal yang dilakukan oleh peretas dengan cara menyadap jaringan internet untuk mencuri data dan informasi penting, seperti username dan password m-banking, data pulsa, password email, dan data sensitif lainnya.

Biasanya, pelaku sniffing menggunakan beberapa taktik, seperti mengirim tautan atau file APK kepada korban. Mereka sering mengirim pesan penipuan, seperti pura-pura struk dari kurir paket, tagihan PLN, atau undangan pernikahan online, dengan maksud membuat korban mengklik tautan atau menginstal file yang mereka kirimkan.

Setelah tautan atau file diakses dan diinstal, pelaku sniffing mencoba untuk mengakses perangkat korban dan mencuri data mereka. Bahaya lain dari sniffing adalah pencurian data penting seperti username, password, dan PIN untuk layanan perbankan seperti ATM, Mobile Banking, atau Internet Banking. Peretas dengan mudah bisa mendapatkan akses ke data tersebut setelah berhasil masuk ke perangkat korban.

Selain itu, peretas sniffing juga dapat mengubah nama pengguna, kata sandi, dan PIN untuk aplikasi keuangan Anda, membuat Anda kehilangan akses ke akun Anda. Dalam situasi ini, Anda berpotensi mengalami kerugian finansial karena peretas dapat mentransfer uang Anda ke rekening mereka atau rekening lain yang mereka kendalikan.

Berikut adalah beberapa informasi penting terkait sniffing:


Cara Mendeteksi Penipuan Sniffing

Anda dapat mendeteksi serangan sniffing dengan menggunakan alat seperti Wireshark, Debooke, Dsniff, dan lainnya. Wireshark adalah platform terbuka yang dapat berjalan di sistem operasi Windows dan Linux. Alat ini membantu melacak paket yang dikirimkan melalui jaringan dan memungkinkan Anda untuk memfilter paket berdasarkan protokol, alamat IP, dan parameter lainnya.

Debooke adalah alat berbayar yang berguna sebagai analis dan pemantau jaringan. Ini dapat mencegah lalu lintas di beberapa perangkat. Sementara Dsniff adalah alat yang paling umum digunakan karena dapat memantau dan mendeteksi kata sandi di server jaringan.


Cara Menghindari Penipuan Sniffing

Setelah memahami risiko sniffing, langkah-langkah berikut dapat membantu Anda menghindarinya:

  • Jangan sembarangan mengunduh aplikasi atau mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal melalui WhatsApp, SMS, atau email.
  • Verifikasi nomor telepon, WhatsApp, SMS, dan email dengan menghubungi call center resmi perusahaan yang tercantum dalam pesan.
  • Selalu unduh aplikasi dari sumber yang terpercaya, seperti Google Play Store dan App Store.
  • Aktifkan notifikasi untuk semua transaksi rekening, baik yang Anda lakukan maupun yang mencurigakan.
  • Rutin ubah kata sandi dan PIN untuk aplikasi layanan keuangan Anda, seperti mobile banking dan e-wallet.
  • Hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik saat melakukan transaksi keuangan.

Dengan langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat melindungi rekening dan data pribadi Anda dari serangan sniffing yang berpotensi merugikan. (lk)
To Top
close