Kapal Martapolo Karam di Sapeken: Kekurangan Surat Berlayar Diketahui

Admin
Kapal Martapolo Karam di Sapeken: Kekurangan Surat Berlayar Diketahui




News: linkkoe.my.id - Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Pagerungan Kecil pada dini hari Minggu, 29 Oktober, dengan tujuan awal ke Banyuwangi




SUMENEP, 29 Oktober – Kapal barang Martapolo mengalami kecelakaan laut di perairan Pulau Sapeken, Sumenep. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 29 Oktober, sekitar pukul 09.00. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sapeken, Mochamad Djumari, mengonfirmasi insiden tersebut.

Martapolo, sebuah kapal dengan bobot sebesar 34 gross tonnage (GT), dimiliki oleh Hermanto, seorang warga Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken. Kapal ini dikomandani oleh Syaihan. Kejadian laka laut ini terlokasi di kawasan perairan Pulau Sadulang Besar, Kecamatan Sapeken, beruntungnya tidak mengakibatkan korban jiwa.

Djumari menyatakan bahwa kapal dan barang yang dibawa telah berhasil dievakuasi tanpa ada korban jiwa. Namun, pemeriksaan yang dilakukan oleh perwira jaga wilayah kerja Pagerungan Besar mengungkapkan bahwa Martapolo tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari KUPP Sapeken dan UPP Wilayah Kerja Pagerungan Besar. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Pagerungan Kecil.

Saat peristiwa kecelakaan terjadi, ada dua kapal lain, yaitu KM Berkat Bintang II dan KM Karisma, yang melintas di sekitar Martapolo. Anak buah kapal (ABK) dari kedua kapal tersebut berhasil menyelamatkan penumpang dan barang bawaan Martapolo, yang terdiri dari seribu kelapa dan 100 boks ikan. Barang-barang tersebut akan dikirim ke Banyuwangi.

Penyebab pasti kecelakaan laut ini masih belum diketahui, namun, dugaan awal adalah arus kencang di tengah laut menjadi faktor utama. Halilurrahman, Kepala Desa Pagerungan Kecil, mengonfirmasi bahwa Martapolo berasal dari desanya, dengan nakhoda kapal, Syaihan, merupakan warganya yang beralamat di Dusun Tanjung Pagar.

Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Pagerungan Kecil pada dini hari Minggu, 29 Oktober, dengan tujuan awal ke Banyuwangi. Sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir, kapal ini hendak mampir ke Sapeken untuk mengambil surat izin berlayar. Pemerintah Desa (Pemdes) Pagerungan Kecil mengeluarkan surat pengantar perjalanan, yang bertujuan memberikan petunjuk jelas dalam perjalanan kapal. Surat tersebut tidak sama dengan surat izin pelayaran, yang bukan merupakan kewenangan Pemdes.

To Top
close