Kekeringan Ekstrem Melanda Pulau Saebus, Sapeken, Sumenep

Admin
Kekeringan Ekstrem Melanda Pulau Saebus, Sapeken, Sumenep



Linkkoe - Sumenep: Warga Pulau Saebus, Kecamatan Sapeken, saat ini harus menjalani kehidupan dengan penggunaan air yang sangat hemat. Kondisi ini disebabkan oleh kekeringan ekstrem yang melanda pulau ini, di mana hanya dua sumur menjadi satu-satunya sumber air bersih yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penduduk.

Menurut Bustani Arifin, seorang warga setempat, Pulau Saebus dibagi menjadi dua bagian, yaitu Pulau Saur dan Pulau Saebus. Pulau Saebus, khususnya, menghadapi kekeringan ekstrem yang mengkhawatirkan. Dia menyatakan, "Kebetulan, saya warga Pulau Saebus. Kalau di Pulau Saur, saya tidak berani memastikan apakah juga mengalami kekeringan ekstrem atau tidak," pada hari Selasa (10/10).

Kekeringan ekstrem adalah masalah yang sering menghantui Pulau Saebus, terutama saat musim kemarau tiba. Satu demi satu, sumur-sumur menjadi kering, dan saat ini hanya ada satu hingga dua sumur yang masih memiliki persediaan air. "Sangat sulit bagi kami untuk menemukan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Kekeringan ekstrem tahun ini telah berlangsung sejak awal Juli. Saat ini hanya ada dua sumur yang dapat diandalkan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satunya terletak di tengah hutan, sekitar 1 kilometer dari pemukiman, yang digunakan untuk mandi dan mencuci. Sementara itu, sumur air bersih untuk memasak dan minum terletak lebih jauh, sekitar 3 kilometer dari pemukiman, di pantai ujung barat Pulau Saebus. "Setiap hari, warga di sini (Pulau Saebus) harus mengambil air dari dua sumur ini dengan jeriken," tambahnya.

Jeriken yang sudah diisi air kemudian diangkut oleh warga menggunakan gerobak. Meskipun itu merupakan tugas yang melelahkan, mereka merasa tidak memiliki pilihan lain. Warga sangat berharap agar pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk pipa air dan pompa air untuk mengalirkan air ke pemukiman mereka.

Bustani Arifin juga menyampaikan kebutuhan lain yang sangat dibutuhkan oleh warga, seperti bantuan jeriken dan gerobak air. Mereka akan sangat bersyukur jika ada bantuan berupa odong-odong (motor roda tiga) atau pikap khusus yang dapat digunakan untuk mengangkut air.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, telah menerima informasi tentang situasi kekeringan ini. Namun, laporan resmi belum diterima hingga saat ini. Wahyu menjelaskan, "Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten. Proses bantuan untuk Pulau Saebus sudah dalam tahap perencanaan." Dia menambahkan, "Kami memiliki jeriken, tetapi untuk pompa air dan selang, belum tersedia. Kami masih menunggu laporan resmi agar kami dapat mengajukan bantuan yang diperlukan." (lk)
To Top
close