Transformasi Ikonik: Pemkab Sumenep Alokasikan Rp 2,7 Miliar untuk Perbatasan dengan Sentuhan Tugu Keris

Admin
Transformasi Ikonik: Pemkab Sumenep Alokasikan Rp 2,7 Miliar untuk Perbatasan dengan Sentuhan Tugu Keris




News: linkkoe.my.id - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengambil langkah berani dengan mengalihkan dana sebesar Rp 2,7 miliar untuk mempercantik pintu masuk perbatasan Sumenep–Pamekasan. Proyek fisik ini akan direalisasikan pada tahun mendatang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni.

Salah satu poin penting dari keputusan ini adalah pembatalan rencana awal pembangunan jalan lingkar selatan (JLS). Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep, Salamet Supriyadi, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada kajian eksekutif bersama legislatif, yang mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang mungkin diperlukan untuk proyek JLS. Bahkan hanya biaya pembebasan lahan saja diperkirakan mencapai Rp 49 miliar.

Transformasi Ikonik: Pemkab Sumenep Alokasikan Rp 2,7 Miliar untuk Perbatasan dengan Sentuhan Tugu Keris


Lebih lanjut, struktur tanah di area tersebut juga merupakan faktor krusial. Tanah lunak membutuhkan teknisitas konstruksi yang lebih tinggi, dan oleh karena itu, biaya pembangunan akan lebih tinggi dibandingkan dengan jalan di tanah keras. Hasil dari pertimbangan ini akhirnya mengarah pada pembatalan rencana pembangunan JLS.

Pengembangan jalan di gerbang perbatasan kabupaten akan mencakup peningkatan dan pelebaran, ditambah dengan pembangunan tugu keris sebagai simbolik ikonik dari Sumenep. Dana sebesar Rp 2,5 miliar dari corporate social responsibility (CSR) SKK Migas akan dialokasikan untuk pembangunan tugu keris tersebut.

Pemkab Sumenep saat ini sedang berproses dalam pembebasan lahan untuk proyek pelebaran jalan. Selanjutnya, tahap pelaksanaan fisik dapat dilanjutkan. Selain dari APBD murni tahun 2024, proyek ini juga mendapatkan alokasi dari APBD Perubahan tahun 2023 dengan total dana sebesar Rp 900 juta.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri, memberikan dukungannya terhadap pembangunan jalan di ujung perbatasan Sumenep–Pamekasan ini, termasuk pembangunan tugu keris yang dianggapnya sebagai elemen penting untuk menyambut pendatang dari luar daerah. Menurutnya, pembangunan ikon di ujung perbatasan memiliki dampak penting.

Meskipun demikian, Komisi III DPRD Sumenep menolak rencana pembangunan JLS dengan alasan kurang efektif. Muhri menegaskan bahwa perbaikan jalan kabupaten yang rusak parah harus menjadi prioritas daripada membangun JLS yang baru. (lk)
To Top
close